Belum lama berselang, Filipina dan India telah mengesahkan nilai kontrak atas pengadaan satu baterai rudal jelajah Brahmos dengan nilai US$374 juta. Sebagai rudal jelajah anti kapal supersonik, keberadaan Brahmos dipersiapkan Filipina untuk ‘memagari’ wilayah teritorialnya dari masuknya armada kapal perang asing, yang tak bisa dipungkiri bahwa agresi militer Cina menjadi momok tersendiri bagi Manila. (more…)
Bersaing dengan Korea Selatan sebagai pemasok alutsista terbesar untuk Filipina, Israel terus meningkatkan porsi penjualan alat-alat perangnya ke Negeri Pinoy. Masih dalam paket modernisasi alat perang untuk matra darat, setelah kedatangan batch pertama tank ringan Sabrah dan self propelled howitzer Atmos 2000, rupanya masih dari Israel, Angkatan Darat Filipina telah kedatangan paket senjata untuk satuan infanteri mekanis. (more…)
Angkatan Darat Filipina kini tengah menggenjot modernisasi alutsistanya, seperti di lini kavaleri, AD Filipina telah menerima batch perdana tank ringan Sabrah dari Israel yang mengusung meriam kaliber 105 mm. Dan masih terkait kavaleri, ada kabar bahwa AD Filipina juga sudah menerima kedatangan simulator tank gunnery. (more…)
Hyundai Heavy Industries (HHI) mendapatkan proyek lanjutan untuk modernisasi armada kapal perang Angkatan Laut Filipina. Setelah sukses mengirimkan dua frigat semi stealth Jose Rizal Class, Departemen Pertahanan Fiipina pada 28 Desember 2021 telah meneken kontrak untuk pengadaan dua unit korvet yang akan dikirimkan untuk AL Filipina pada tahun 2026. (more…)
Yang dinanti-nanti satuan artileri medan Angkatan Darat Filipina akhirnya tiba juga, untuk pertama kalinya AD Filipina menerima alutsista jenis self propelled howitzer beroda ban. Dikutip dari armyrecognition.com (31/12/2021), disebutkan batch pertama Atmos 2000 dikabarkan telah diterima Filipina. Dari foto yang diunggah di media sosial, Atmos 2000 tiba pada 31 Desember 2021. (more…)
Ada kabar unik datang dari negara tetangga di utara Indonesia, dimana pada 28 Desember 2021 lalu, Angkatan Laut Filipina kembali mengaktifkan salah satu kapal perangnya yang belum lama ini dipensiunkan. Yang dimaksud adalah BRP Magat Salamat (PS-20) yang telah ‘dihidupkan’ kembali sebagai pos komando sementara untuk durasi operasi bantuan di Kepulauan Dinagat. (more…)
Setelah menyisihkan medium tank Harimau dari PT Pindad dan K-21 dari Doosan DST, Kementerian Pertahanan Filipina pada Januari 2021 telah menandatangani kesepatakan dengan Israel untuk memasok tank ringan (light tank) Sabrah. Sebagai wujud realiasi, kabarnya pada Desember 2021 ini, 20 unit Sabrah telah diterima oleh Filipina. (more…)
Lantaran anggaran pertahanan yang ngepas, Filipina akhirnya menolak tawaran dari Washington untuk paket pembelian helikopter serang. Kala itu, AS mengajukan dua pilihan, antara Boeing AH-64E Apache Guardian atau Bell AH-1Z Viper. Namun apa daya, Negeri Pinoy harus memantapkan pilihan pada helikopter serang dari negara lain. Dan pilihan itu akhirnya tertuju pada T129 Tactical Reconnaissance and Attack Helicopter (ATAK) produksi Turkish Aerospace Industries (TAI). (more…)
Rupanya 16 unit helikopter serang/serbaguna S-70i Black Hawk belum dirasa cukup oleh Angkatan Udara Filipina. Tak kapok atas jatuhnya satu unit S-70i pada penerbangan malam di dekat Capas, Tarlac pada 24 Juni lalu, ada kabar bahwa Pemerintah Filipina telah menyiapkan kocek PHP32 miliar untuk pengadaan tambahan S-70i Black Hawk sebanyak 32 unit dari PZL Mielec, Polandia. (more…)
Rupanya lumayan lama bagi Filipina untuk mengakuisisi helikopter serang AH-1S Cobra. Meski jumlahnya hanya dua unit, sejak tahun 2018 perjanjian hibah dari Yordania sudah dijalankan, namun baru pada 19 November 2021, unit perdana helikopter battle proven ini resmi diterima Angkatan Udara Filipina. (more…)