Tag: PT PAL

PT PAL Resmi Awali Proyek Pembangunan LPD Plus “Kapal Rumah Sakit” Kedua

Foto: Liputan6.com

Pada Oktober 2021, TNI AL dijadwalkan akan menerima kapal rumah sakit kedua buatan PT PAL, Surabaya. Kapal yang nantinya akan diberi nomer lambung 59x ini bakal masuk sebagai kapal jenis Bantu Rumah Sakit (BRS) di bawah komando Satuan Kapal Amfibi (Satfib). Berlangsung pada 9 Juli lalu, proses pemotongan baja pertama atau first steel cutting yang menandai proses awal fabrikasi dilakukan dengan disaksikan Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Moelyanto. (more…)

Kini Giliran “Tenda Biru” Terpasang di Haluan Frigat KRI I Gusti Ngurah Rai 332

Kilas balik ke bulan Maret lalu, sebuah tenda biru di bagian haluan Perusak Kawal Rudal (frigat) KRI RE Martadinata 331 menjadi pusat perbincangan netizen, lantaran flagship kapal perang TNI AL tersebut tengah menjalani proses instalasi kanon CIWS (Close In Weapon Sysrtem) Oerlikon Millenium 35 mm dan rudal hanud jarak sedang Mica VLS. Dan kini selang empat bulan kemudian, PKR Martadinaa Class KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR) 332 terlihat telah berlabuh dengan tenda biru yang terpasang di haluannya. (more…)

Setelah Dilepas, Peluncur Rudal C-705 Kembali Dipasang di KRI Sampari 628 dan KRI Tombak 629

Masih hangat tentang berita akuisisi Terma C-Series Combat Suite untuk empat unit Kapal Cepat Rudal (KCR)-60M, dari ajang IMDEX 2019 dilaporkan bahwa TNI AL berencana untuk ‘mengembalikan’ keberadaan rudal anti kapal di dua unit KCR-60M yang sejak akhir 2017 telah dilucuti peluncur rudalnya (C-705). Kedua kapal perang tersebut adalah KRI Sampari 628 dan KRI Tombak 629 yang pada bagian buritannya dipasangi kanon reaksi cepat NG-18 besutan Norinco, Cina. (more…)

Terma Pasok C-Series Combat Suite untuk Empat Unit KCR-60M (Sampari Class)

KRI Tombak 629

Setelah sukses memasok radar dua dimensi SCANTER 4100 di korvet KRI Fatahillah 361, dan radar SCANTER 6000 untuk kapal patroli KPLP (Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai Indonesia). Terma, perusahaan penyedia solusi pertahanan dan antariksa asal Denmark, diwartakan kembali mendapatkan order dari Kementerian Pertahanan RI. Kali ini Terma mendapat kepercayaan untuk memasok C-Series Combat Suite untuk empat kapal perang KCR (Kapal Cepat Rudal)/KCR-60M atau KCR Sampari Class produksi PT PAL. (more…)

‘Reborn,’ Hari Ini Kapal Selam KRI Alugoro 405 Resmi Diluncurkan

KRI Alugoro 405 (Foto: Tribunnews.com)

Lebih cepat sehari dari jadwal yang telah diwartakan sebelumnya, Kamis siang ini (11/4) bertempat di Dermaga Fasilitas Kapal Selam PT PAL Surabaya, kapal selam ketiga dari Nagapasa Class yaitu KRI Alugoro 405 diluncurkan. Peluncuran dihadiri Menteri Pertahanan RI Jendral TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Siwi Sukma Adji. Pengukuhan nama KRI Alugoro 405, secara simbolis akan diberikan oleh Ibu Nora Ryamizard Ryacudu. (more…)

12 April, Kapal Selam KRI Alugoro 405 Akan Diluncurkan

Setelah melewati beberapa kali penundaan, unit ketiga dari kapal selam Nagapasa Class yang disebut dengan identitas KRI Alugoro 405, kabar terakhir diwartakan bahwa kapal selam Type 209/1400 tersebut akan diluncurkan secara resmi pada 12 April mendatang. Molornya jadwal peluncuran dikarenakan adanya pendangkalan berat pada area dermaga utama PT PAL di Surabaya. (more…)

Pilihan Indonesia ke Iver Huitfeldt Class, Pengadaan Frigat ‘Kelas Berat’ Tunggu Kesepakatan

Setelah beberapa kali mendapat kunjungan dari pejabat pertahanan Indonesia, akhirnya rencana pengadaan frigat ‘kelas berat’ Iver Huitfeldt Class mulai mendapatkan titik terang. Diantara beberapa kandidat yang selama ini dipertimbangkan Indonesia, Iver Huitfeldt Class dari Denmark muncul sebagai nama terdepan dalam program akuisisi dua frigat untuk TNI AL dengan nilai kontrak US$720 juta. (more…)

Terjadi Pendangkalan di Dermaga PT PAL, Peluncuran Kapal Selam KRI Alugoro 405 Alami Penundaan

Pendangkalan menjadi momok tersendiri dalam pengelolaan jasa dermaga, maklum pendangkalan menjadikan pergerakan kapal, terutama kapal dengan tonase besar menjadi terhambat. Peningkatan sedimentasi perairan karena faktor alam dan dampak industri mengharuskan upaya pengerukan perlu dilakukan secara periodik. Dan ternyata soal pendangkalan pada area pelabuhan ini langsung berdampak pada lalu lintas kapal selam.

(more…)