Tag: Laut Cina Selatan

Antisipasi Konflik di Lautan, Kemhan Jepang Kembangkan Prototipe Self Propelled Mine System

Jepang sadar betul, bahwa setiap eskalasi yang terjadi di Laut Cina Timur dan Laut Cina Selatan, dapat berdampak langsung pada kedaulatan teritorinya, terlebih beberapa bagian wilayah (pulau) di Jepang memang disengketakan oleh Cina. Seperti kasus Pulau Senkaku di Laut Cina Timur, yang oleh Beijing diklaim sebagai Pulau Diaoyu. Dan tak jarang, kapal perang Cina bermanuver mendekat Perairan Jepang. Seperti pada 18 Juni lalu, diduga sebuah kapal selam Cina melintas di dekat Pulau Amami-Oshima di Prefektur Kagoshima. (more…)

Bukan Lewat Selat Malaka atau Selat Sunda, Kapal Selam Nuklir Cina Mungkin Pilih Lintasi Selat Lombok

Meski belum banyak penampakan kapal selam AL Cina di Samudera Hindia, namun, cepat atau lambat, munculnya armada kapal selam Sang Naga tinggal menunggu waktu saja. Indikasi tersebut sudah terlihat, semisal dari pembangunan pangkalan angkatan laut Cina di Gwadar, Pakistan dan aktvitas Lanal AL Cina di Djibouti, Afrika Timur. Bahkan, seperti memagari Samudera Hidia, Cina pun tengah membangun basis militer dari Pulau Feydhoo Finolhu di Maladewa yang disewa oleh Cina senilai US$4 miliar. (more…)

Untuk Pertama Kali, AL Australia Tampilkan Formasi Kekuatan Kapal Amfibi Terbesar

Dalam setiap operasi pendaratan amfibi, jamak kita lihat formasi kapal perang TNI AL dalam kelompok atau gugus tempur yang terdiri dari LST (Landing Ship Tank) atau LPD (Landing Platform Dock) dengan konvoi pelindung dari frigat atau korvet. Namun, bagi Australia, yang notabene adalah negara benua, formasi tempur seperti di atas agak tak lazim dilakukan, pun dalam sesi latihan. Di tengah ketegangan yang memuncak di Laut Cina Selatan, ditambah dukungan Australia pada Amerika Serikat, untuk pertama kalinya terlihat kelompok kapal amfibi terbesar AL Australia (Royal Australian Navy/RAN) terekam dalam bidikan kamera di Pantai Timur Australia. (more…)

Rebutan Pengaruh di Samudera Hinda dan Selat Malaka, India dan Cina Optimalkan Kehadiran Kapal Selam

Bila Nazi Jerman berani menghadapi beberapa front sekaligus di Perang Dunia II, pun demikian dengan Cina, meski belum tentu bakal merembet ke perang terbuka, potensi konflik yang dihadapi Cina bisa berlanjut bak serial. Bukan hanya di Laut Cina Timur dan Laut Cina Selatan, konflik yang terkait Cina juga punya potensi menjalar ke Samudera Hindia dan Selat Malaka. Dan ketika menyangkut Samudera Hindia, maka yang menjadi lawan Cina adalah India. (more…)

F/A-18F Super Hornet dari Kapal Induk USS Theodore Roosevelt Jatuh di Laut Filipina

Di tengah ketegangan antara Cina dan Amerika Serikat di kawasan Laut Cina Selatan, baru saja dikabarkan sebuah jet tempur tandem seat F/A-18F Super Hornet yang berpangkalan di kapal induk nuklir USS Theodore Roosevelt (CVN-71) telah jatuh di Laut Filipina. Jet tempur yang diketahui berasal dari Carrier Air Wing 11 tersebut jatuh pada hari Kamis, 18 Juni 2020. Dalan insiden ini, pilot dan weapon officer dapat menyelamatkan diri dengan kursi pelontar. Tak berselang lama, kedua awak Super Hornet langsung mendapat pertolongan dari helikopter MH-60 Seahawk. (more…)

Reunifikasi Sang Naga – ‘Satukan’ Cina Daratan, Makau, Hong Kong dan Taiwan di 2026

Secara pelan tapi pasti, negara Cina dibawah kepemimpinan tunggal Partai Komunis mencoba untuk menjadi penguasa dunia. Untuk dapat disegani lawan, maka Cina bukan saja mengembangkan rudal jarak jauh, namun juga telah memiliki hulu ledak nuklir. Dengan kemampuan spionase dan reverse engineering, kini militer Cina telah memiliki dua kapal induk dan juga pesawat tempur yang dibangun dari salinan Sukhoi Su-27/Su-30, F-35, Typhoon dan berbagai alat militer lainnya. Terinspirasi sejarah gemilang masa lalu atas penguasaan lautan oleh Laksamana Cheng Ho, Jalur Sutera yang melewati India bahkan wilayah Arab, maka kini disodorkan kepada dunia ide OBOR (One Belt One Road). (more…)

Thales GM403 – Pantau Pergerakan Udara di Laut Cina Selatan, Inilah Radar Intai Hanud di Pesisir Timur Malaysia

Bertetangga dengan Indonesia, maka Malaysia diprediksi juga bakal terimbas jika meletus konflik terbuka antara Amerika Serikat dan Cina. Dari serangkaian antisipasi yang dilakukan oleh pihak militer, maka kesiapan unsur satuan radar menjadi yang paling vital guna mendeteksi ancaman sedari dini dan meningkatkan kesadaran situasional. Dan dua wilayah Malaysia yang berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan, yaitu Negara Bagian Sabah dan Sarawak di Pulau Kalimantan, beberapa waktu ini telah mengoptimalkan kemampuan sistem radar intai hanud dan peringatan dini. (more…)

Antisipasi Dampak Konflik Antara AS dan Cina, Filipina Perkuat Pertahanan di Pulau Thitu

Hampir seluruh negara di Asia Tenggara kini tengah bersiap memghadapi imbas konflik bika pecah perang terbuka antara Cina dan Amerika Serikat. Seperti yang diungkapkan Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) I, Marsekal Pertama (Marsma) Tri Bowo Budi Santoso di detik.com (10/6/2020), yang mengatakan telah terjadi peningkatan eskalasi di Laut Cina Selatan akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan China. Dia mengatakan Indonesia harus siap menghadapi segala kemungkinan, seperti terdampak konflik tersebut. (more…)

Lawan Provokasi Jet Tempur Cina, Washington Terbangkan C-40A Clipper Melintasi Taiwan

Tensi ketegangan antara Cina Daratan dan Taiwan kini sedang mendidih, lantaran beberapa jet tempur AU Cina dilaporkan telah memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ/Air Defense Identification Zone) Taiwan pada 9 Juni kemarin. Seperti dilansir oleh beberapa media internasional, disebut jet tempur Sukhoi Su-30 dan Su-35 Cina telah menerobos ADIZ Taiwan, yang sudah barang tentu tak diakui oleh Beijing. Nah, terlepas dari tingkat kesiapan militer Taiwan yang mumpuni menghadapi Cina, rupanya Washington tak ingin tinggal diam atas provokasi Cina. (more…)