Frigat Hamilton Class Cutter Filipina Dilengkapi Radar Saab Sea Giraffe AMB

Anda masih ingat dengan BRP Gregorio del Pilar, frigat Hamilton Class Cutter AL Filipina yang belum lama ini berpartisipasi dalam Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 di Perairan Lombok, Nusa Tenggara Barat? Kini ada kabar bahwa frigat tanpa peluru kendali yang eks milik US Coast Guard ini bakal segera dilengkapi dengan radar Saab AN/SPS-77 Sea Giraffe AMB surface & air search 3D radar.

Baca juga: Hamilton Class Cutter – ‘Reuni’ Dua Frigat dari Dua Negara Asal Satu Kelas di MNEK 2018

Meski kabar selintingan upgrade Hamilton Class Cutter Filipina telah terendus lama, namun kesepatan resmi pengadaan radar canggih lansiran Saab ini baru resmi terjadi beberapa hari lalu. Dikutip dari Janes.com (23/5/2018), Defense and Security USA telah mendapatkan kontrak dari US Naval Sea Systems Command untuk memasok dua unit sistem radar Sea Giraffe AMB untuk BRP Gregorio del Pilar (FF-15) dan BRP Ramon Alcar (FF-16). Karena obyek instalasi adalah alutsista yang berasal dari hibah Amerika Serikat, maka pola pengadaan yang dipilih lewat jalur Foreign Military Sales (FMS) yang mengikat perjanjian antara pemerintah AS dan Filipina.

Sea Giraffe AMB pertama kali digunakan pada korvet stealth AL Swedia, Visby Class. Kemudian masih di segmen kapal berdesan stealth, Sea Giraffe AMB juga digunakan pada Littoral Combat Ship (LCS) Independence class milik AL AS. Saat digunakan sebagai mata indra di kapal perang AS, Sea Giraffe AMB mendapat kode baru sebagai AN/SPS-77(V). Seperti di Independence class, versi AN/SPS 77 V(1) diadopsi pada LCS 2 dan 4, kemudian AN/SPS 77 V(2) untuk LCS 6 and seterusnya. Kapal perang lain yang mempercayakan Sea Giraffe AMB adalah Victory Class milik AL Singapura. Di Victory Class sistem radar ini dipercaya sebagai komponen upgrade pada kapal perang litoral tersebut.

BRP Gregorio del Pilar

Sekilas tentang Sea Giraffe AMB, ini merupakan varian Giraffe AMB yang ditempatkan pada permukaan (kendaraan) sebagai radar intai passive electronically scanned array yang mendukung sistem hanud rudal RBS-70 dan BAMSE. Singkat cerita, Sea Giraffe AMB digadang untuk misi pengawasan dan pelacakan pada obyek udara dan identifikasi sasaran untuk kesiapan persenjataan. Dengan sudut 70 derajat, radar asal Swedia mampu menangkap obyek yang terbang sampai ketinggian 20.000 meter.

Baca juga: Giraffe AMB – Generasi Penerus Radar Giraffe 40 Arhanud TNI AD 

Radar berkemampuan 3D phased array, digital beam forming ini beroperasi pada frekuensi C (G/H) band dengan kecepatan putaran antena mencapai 60 RPM. Radar yang dioperasikan dua operator ini secara simultan dapat mendeteksi 9 sasaran sekaligus. Tidak hanya obyek berupa pesawat yang dapat diendus, obyek kecil yang bergerak cepat dapat pula terpantau, termasuk pegerakan rudal anti kapal yang terbang di ketinggian rendah.

Bila Giraffe AMB land version punya jarak jangkau 120 km, maka Sea Giraffe punya jarak jangkau deteksi sampai 180 km. Selain pengadaan radar, Saab juga memasok 9LV system untuk radar control dan display untuk peningkatan kesadaran situasional.

Rencananya kedua frigat Filipina akan dipasangi rudal anti kapal RGM-84 Harpoon atau RIM-116 Rolling Airframe Missile. (Gilang Perdana)

2 Comments