
Setelah diperkenalkan perdana pada Singapore Airshow 2024, belum lama berselang ST Engineering (STE) meluncurkan rantis (kendaraan taktis) lapis baja angut personel Next Generation Protected Vehicle (NGPV) 4×4 yang mengusung kemampuan mine-resistant ambush protected (MRAP). (more…)

Traktor dengan dozer yang memiliki kemampuan amfibi, sepertinya ideal digunakan oleh satuan zeni tempur di lingkup TNI AD maupun Korps Marinir. Namun, sejauh ini belum ada ransus (kendaraan khusus) jenis itu di Indonesia, mungkin saja karena belum dilihat kebutuhannya. Tapi tahukah Anda, bahwa justru Angkatan Darat Singapura yang menjadi satu-satunya pengguna traktor amfibi di Asia Tenggara. (more…)

Kilas balik ke tahun 2019, saat itu dikabarkan Angkatan Laut Singapura (RSN) memensiunkan armada kapal patroli Fearless Class, yang notabene usianya masih tergolong muda, dimana rata-rata dibangun pada dekade 90-an oleh ST (Singapore Techologies) Marine. Punya peralatan canggih yang setara dengan korvet, menjadikan apa yang dilakukan Singapura membuat “iri” beberapa negara tetangganya, yang mungkin saja berharap mendapat hibah Fearless Class. (more…)

Bicara tentang jet tempur tercanggih, frigat tercanggih sampai drone tercanggih di Asia Tenggara, maka semuanya melekat di militer Singapura. Selain itu, Singapura Negeri Pulau yang luas areanya hanya sebentangan DKI Jakarta, juga memiliki panser tempur tercanggih di kawasan ini. Hebatnya panser dengan nama “AV-81 Terrex 8×8” adalah produksi industri dalam negeri, ST Engineering yang memang reputasinya telah mengglobal. (more…)

Urusan daya jelajah menjadi penting bagi keberadaan jet tempur TNI AU, maklum wilayah udara yang harus di-cover terbilang ekstra luas. Meski ada beberapa pangkalan (Lanud) aju untuk mendukung operasi jarak jauh, tapi dalam prakteknya menyiapkan pangkalan aju belum tentu efektif dan dibutuhkan waktu untuk segala macam persiapan guna menerima kedatangan jet tempur dari pangkalan utama. (more…)

Memasuki tahun 2015 TNI AU sudah menyiapkan beragam program terkait alutsista, diantaranya perpanjangan usia struktur ”Falcon Star” dan peningkatan kemampuan avionik ”Mid-Life Upgrade” untuk armada pesawat F16 A/B Block 15 Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi. Perencanaan juga untuk akan memperbarui peralatan kamera dan radar surveillance untuk pesawat B-737 MPA (Patroli Intai Maritim). (more…)

Mengembalikan taring sebagai “Macan Asia” dalam tempo relatif singkat tentu bukan pekerjaan mudah, apalagi dengan kondisi pendanaan yang relatif memadai namun ngepas. Bila dicermati untuk pengadaan alutsista TNI AL, secara umum telah sesuai spesifikasi untuk membawa TNI AL ke arah green water navy. (more…)

Meski masih dipenuhi dilema seputar kemampuan pada kecepatan kapal, tapi pada hakekatnya armada kapal pada Satuan Kapal Cepat (Satkat) TNI AL mempunya peran pokok sebagai elemen pemukul (striking force) untuk menghancurkan atau melumpuhkan kapal permukaan lawan. Selain itu, juga memiliki fungsi sebagai pertahanan anti serangan udara, pengintaian dan pencarian sasaran operasi serta melaksanakan peperangan elektronika. Oleh karenanya, kapal ini didesain mempunyai karakteristik sebagai kapal cepat dengan tingkat kemampuan respon dan manuver tinggi. (more…)

Dengan bekal meriam Rheinmetall L/44 120 mm, plus bobot tempur 60 ton, menjadikan Leopard 2A4 Revolution milik TNI AD sebagai salah satu MBT (Main Battle Tank) yang paling perkasa di muka bumi. Namun, meski digadang dengan segudang kelebihan dan kecanggihan, tetap saja armada tank tempur asal Jerman ini membutuhkan wahana pendukung dalam operasional di medan tempur. Saat Leopard mengalami kerusakan berat, hingga terperosok ke parit, tentu tak bisa sembarang alat berat dapat menanganinya, untuk itulah dibutuhkan kehadiran ARV (Armoured Recovery Vehicle). (more…)

Bila dirunut dari sejarah, Indonesia punya pengalaman panjang dalam mengadopsi MLRS (Multiple Launch Rocket System), tentu jika dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara, jelas Indonesia paling senior dalam menggelar MLRS. Dipacu kebutuhan untuk persiapan operasi Trikora di tahun 60-an, Indonesia sudah mengenal self propelled MLRS, alias MLRS gerak sendiri dengan platform truk, seperti BM-14/17 milik Korps Marinir TNI AL dan M-51 130 mm kepunyaan Yon Armed TNI AD. (more…)