
Rencana Amerika Serikat memulihkan akses Turki ke program jet tempur siluman F-35 Lightning II memicu dinamika geopolitik militer yang kian memanas. Langkah Washington di bawah Kepemimpinan Presiden Donald Trump mendapat penolakan keras dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang khawatir keberadaan jet generasi kelima di tangan Ankara akan merusak keunggulan militer kualitatif (Qualitative Military Edge) Israel di kawasan Timur Tengah. (more…)

Dinamika hubungan politik dan pertahanan antara Amerika Serikat dan Turki menunjukkan sinyal pemulihan yang signifikan pasca diselenggarakannya KTT NATO di Ankara. Setelah sempat memicu polemik terkait kepemilikan sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia—yang berujung pada dikeluarkannya Turki dari program F-35—pemerintahan Donald Trump kini memberikan lampu hijau atas penjualan lisensi ekspor mesin jet turbofan General Electric (GE) F110. (more…)

Turki dan Korea Selatan kerap dijuluki sebagai dua raksasa kekuatan menengah (middle powers) dengan pertumbuhan alutsista paling progresif abad ini. Menariknya, jika kita membedah cetak biru kekuatan udara kedua negara, terdapat sebuah kesamaan doktrin yang luar biasa presisi. (more…)

Bagi publik Indonesia, nama CN-235 selalu memicu kebanggaan mendalam. Pesawat legendaris hasil kerja sama jenius antara IPTN (kini PT Dirgantara Indonesia) dan CASA Spanyol (kini Airbus Defense and Space) ini telah menjelma menjadi salah satu platform angkutan taktis dan pengintai paling sukses di dunia. (more…)

Industri pertahanan Turki kembali menorehkan tinta emas dalam lompatan teknologi militer udara global dengan memvalidasi arsitektur serang dalam tanpa awak (unmanned deep-strike architecture) miliknya. Baykar Technologies secara resmi mengumumkan keberhasilan uji coba penembakan langsung (live-fire) rudal supersonik air-to-surface Jet-230 buatan Roketsan menggunakan drone tempur (UCAV), Bayraktar Kizilema. (more…)

Pasar pesawat tanpa awak (drone) global saat ini sedang menyaksikan persaingan sengit antara dua raksasa Asia, yaitu Cina dan Turki. Secara umum, industri dirgantara Cina memang merajai pasar drone komersial maupun pengintai berkat kapasitas produksi massal dan efisiensi biaya yang masif. (more…)

Rencana spekulatif Turki untuk menjual sistem rudal pertahanan udara (hanud) jarak jauh S-400 buatan Rusia ke salah satu negara di Timur Tengah telah memicu riak kontroversi besar di panggung geopolitik global. Langkah nekat Ankara ini disinyalir sebagai upaya pragmatis untuk mencairkan hubungannya dengan Washington, sekaligus membuka kembali pintu akses yang sempat terkunci menuju program jet tempur siluman F-35 Lightning II. (more…)

Keberhasilan Turki dalam mengekspor teknologi pertahanan tingkat tinggi kembali mencatat sejarah baru. Pada 7 Juli 2026, perusahaan pertahanan asal Turki, Havelsan, secara resmi mengumumkan bahwa Combat Management System (CMS) Advent telah memasuki masa dinas operasional bersama Angkatan Laut Rumania. (more…)

Aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) secara resmi mengambil langkah besar untuk memperkuat kedaulatan udara dan mobilitas strategis kawasan Eropa. Dalam forum pertahanan KTT NATO (NATO Summit Defence Forum) di Ankara, pemerintah dari tujuh negara anggota—yaitu Turki, Inggris, Perancis, Spanyol, Polandia, Belgia, dan Kroasia—meluncurkan Proyek Visibilitas Tinggi (High Visibility Project) guna membentuk Armada Airbus A400M Multinational. (more…)

Industri pertahanan Turki kembali mencatatkan tinta emas setelah rudal balistik hipersonik domestik terbaru mereka, Tayfun Block-3, sukses mencetak sejarah dengan menghantam target bergerak di laut untuk pertama kalinya. (more…)