Serangan Israel Ke Pekerja World Central Kitchen di Gaza Gunakan Drone Hermes 450 dengan Rudal Spike

Serangan udara Israel yang menewaskan tujuh pekerja World Central Kitchen (WCK) di Deir al-Balah, Palestina, telah menuai kecaman keras, tak terkecuali dari Amerika Serikat, Inggris, Polandia dan Australia, yang warganya turut menjadi korban dalam serangan udara berpresisi tinggi. Pihak Israel telah mengakui adanya kesalahan dalam penentuan target serangan yang ironisnya WCK sebenarnya telah berkoodinasi dengan militer Israel untuk jalur yang akan dilalui, ditambah dua kendaraan yang mendapat serangan telah dibekali logo WCK pada bagian atapnya.

Baca juga: Hizbullah Tembak Jatuh Drone Hermes 450 Israel dengan Rudal Hanud 358

Guna merespon insiden yang membuat murka negara-negara sekutunya, investigasi secara menyeluruh saat ini tengah dilakukan militer zionis. Nah, sembari menanti apa hasil investigasi, temuan awal sudah dapat dipastikan bahwa serangan udara tersebut dilancarkan oleh drone yang menggunakan rudal udara ke permukaan. Lebih detail lagi, ada dugaan kuat bahwa sang algojo serangan brutal tersebut adalah drone Hermes 450 dengan rudal Spike.

Hermes 450 produksi Elbit Systems dan rudal Spike produksi Rafael Advanced Defense Systems, namanya sudah tak asing lagi, keduanya tersohor lantaran banyak dioperasikan banyak negara, termasuk Hermes 450 yang di Asia Tenggara digunakan Singapuran dan Filipina.

Chris Lincoln-Jones, mantan perwira pengadaan militer Inggris yang mengetahui tentang drone Israel, mengatakan kepada surat kabar The Times di London, bahwa kemungkinan besar tiga rudal Spike ditembakkan secara berurutan dan mengenai kendaraan konvoi dengan presisi tinggi. “Jika Anda membidik sisi pengemudi, maka Anda akan mengenai pengemudi sepenuhnya,” kata Lincoln-Jones, yang pernah bekerja dengan Pasukan Pertahanan Israel – Israel Defense Forces (IDF) saat menjadi tentara. Ia menambahkan, “jika Anda berada di seberang jalan dari mobil, Anda akan terguncang, dan Anda mungkin terkena beberapa serpihan, tetapi Anda akan selamat.”

Skuadron Black Snake mengoperasikan drone Hermes 450 diyakini sedang mengejar konvoi bantuan tersebut di Gaza sebelum insiden serangan. Lincoln-Jones menghabiskan lima tahun mempelajari perangkat keras militer IDF di Haifa dan Tel Aviv, di mana ia terlibat dalam pengadaan drone Watchkeeper WK450, yakni drone yang didasarkan pada Hermes 450 dan dilengkapi dengan rudal Spike.

AD Inggris Perpanjang Masa Operasional Watchkeeper WK450, Drone Intai dari Basis Hermes 450

“Ini adalah satu-satunya rudal yang saya tahu ada di arsenal drone Israel, yang menurut pengalaman saya, hanya menimbulkan sedikit kerusakan. Itu hanya akan membunuh orang-orang di dalam mobil,” kata Lincoln-Jones.

Sebelum serangan, Hermes 450 akan memiliki memindai gambar yang jelas dari logo badan amal tersebut, katanya, dan karena rute yang diambil oleh WCK telah disetujui oleh otoritas militer, Israel bahkan mungkin telah mengetahui nama-nama orang di dalam kendaraan tersebut.

Hermes 450 dengan empat rudal Spike jatuh di Lebanon.

Israel mengatakan sedang menyelidiki insiden mematikan itu. World Central Kitchen adalah organisasi nirlaba yang didirikan oleh koki selebriti Jose Andres. Ia mengatakan bahwa timnya sedang “berjalan di zona bebas konflik dengan dua mobil lapis baja berlogo WCK dan sebuah kendaraan berbahan soft skin” di tengah Gaza pada hari Senin ketika mereka diserang, yang mengakibatkan tewasnya pekerja WCK dari negara-negara yang notabene bemitra baik dengan Israel.

Israel sejauh ini membantah menargetkan warga sipil dan mengatakan serangan yang menewaskan pekerja WCK dilakukan secara tidak sengaja. World Central Kitchen telah meminta pemerintah beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, untuk menuntut penyelidikan pihak ketiga atas serangan tersebut dan telah meminta pemerintah Israel untuk menyimpan semua dokumen, komunikasi, video, rekaman audio, dan materi lainnya yang mungkin relevan.

Buntut dari serangan ke pekerja WCK, organisasi nirlaba tersebut mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka menghentikan semua operasinya di Gaza.

Hermes 450 sejatinya drone MALE (Medium Altitude Long Endurance) lebih dominan untuk menjalankan misi Intelligence, Surveillance, Target Acquisition, and Reconnaissance (ISTAR), dan jarang terlihat Hermes 450 dipersenjatai. Namun, fakta dari puing Hermes 450 yang jatuh di Lebanon, terungkap bahwa Hermes 450 dalam sekali terbang dapat membawa sampai empat rudal Spike.

Tentang rudal Spike, kodratnya adalah rudal anti tank, seperti Spike-NLoS yang digunakan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sejak tahun 1981. Versi terbarunya, versi generasi kelima, menawarkan jangkauan yang lebih jauh hingga 32 km, dibandingkan 25 km pada versi sebelumnya.

Fitur menonjol dari sistem Spike-NLoS adalah sistem panduannya, yang menawarkan serangan sasaran tetap pada koordinat yang ditentukan dan mode “man-in-the-loop” untuk menghancurkan Main Battle Tank. Operator dapat melakukan penyesuaian secara real-time selama fase terminal rudal melalui umpan video dari kamera inframerah di hidung senjata, sehingga memberikan fleksibilitas operasional.

Spike-NLoS mulai diproduksi sejak 1997 dengan bobot rudal adalah 71 kg. Rudal ini dapat diluncurkan dari permukaan dan helikopter. Saat pertama meluncur, Spike-NLoS menggunakan pemandu serat optik, namun setelah 8 km sistem pemandu rudal akan berganti ke radio data link. (Gilang Perdana)

Serang Basis Hamas di Pesisir Jalur Gaza, Angkatan Laut Israel Gunakan Rudal Naval Spike NLoS

2 Comments