Rencana TNI AL untuk membentuk Batalyon Sniper di lingkungan Korps Marinir memunculkan niat baik guna meningkatkan kemampuan tempur dan ketepatan operasi, mengingat tidak ada yang meragukan nilai seorang penembak runduk yang terlatih. Namun demikian, setiap pembentukan satuan baru harus mampu menjawab satu pertanyaan dasar mengenai tugas pokok yang melatarbelakanginya. (more…)
Korps Marinir TNI AL kembali memperkuat kesiapan operasional prajuritnya melalui penambahan dan pengujian material tempur terbaru dalam jajaran Senjata Bantu Infanteri (Senbanfi). Komandan Brigif 2 Marinir, Kolonel Marinir Eko Budi Prasetyo Adi Saputro, mendampingi Kepala Staf Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) Suherlan, secara langsung memimpin kegiatan uji fungsi muatan amunisi Granat Anti-Tank Type 69-1 40 mm High Explosive Anti-Tank (HEAT) produksi Norinco, Cina, yang digelar di lapangan tembak Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 3 Grati, Pasuruan, Jawa Timur. (more…)
Sebuah kebetulan sejarah alutsista yang sangat unik terjadi pada tanggal 28 September 2026, ketika dua negara dari belahan dunia berbeda—Indonesia dan Rumania—sama-sama meresmikan pengoperasian batch pertama kendaraan khusus pendarat amfibi AAV-7A1 hibah/pengadaan eks Korps Marinir Amerika Serikat (USMC). (more…)
Kemunculan kendaraan tempur (ranpur) amfibi AAV-7A1 dalam jajaran alutsista Resimen Kavaleri Korps Marinir TNI AL telah mencuri perhatian berkat bentuk fisik luarnya yang terbilang unik dan garang. Ciri khas paling menonjol dari ranpur amfibi legendaris ini terletak pada susunan panel pelindung tambahan berbentuk gelombang (corrugated) yang terpasang rapat mengelilingi lambung samping, palka atas, hingga bagian hidung kendaraan. (more…)
Ranpur amfibi angkut personel LVTP-7 dikenal sebagai andalan Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi (Yonranratfib) Korps Marinir. Sebagai APC, bekal persenjataan ranpur ini lazimnya berupa senapan mesin berat atau pelontar granat otomatis yang disematkan pada kubah. (more…)
Alutsista Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi (Yonranratfib) Korps Marinir akhirnya mendapat penyegaran, seiring tibanya armada kendaraan tempur lapis baja anyar untuk menunjang kesiapan operasional di wilayah kepulauan. Sebanyak 12 unit kendaraan tempur (ranpur) Amfibi AAV (Assault Amphibious Vehicle) gelombang pertama resmi tiba di Tanah Air dan menjalani proses pembongkaran di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa (22/9/2026). (more…)
Dunia pertahanan nasional belakangan diramaikan rumor mengenai rencana pengadaan sekitar 35 unit kendaraan tempur (ranpur) amfibi AAV7-A1 eks-USMC melalui skema Government-to-Government (G2G) antara Indonesia dan Amerika Serikat. (more…)
Tuntutan taktis akan hadirnya sistem pertahanan udara jarak pendek (Short-Range Air Defense/SHORAD) yang lincah dan berdaya hancur tinggi di garis depan akhirnya terjawab. Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) baru-baru ini mengonfirmasi akuisisi awal platform counter-UAS (C-UAS) teranyar, V2X Tempest, melalui penandatanganan kontrak bernilai US$19,06 juta untuk 10 unit kendaraan. (more…)
Kunjungan resmi Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul ke Indonesia dan pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto membawa angin segar dalam dinamika kerja sama pertahanan kawasan. Salah satu poin menarik yang menjadi sorotan dalam pertemuan diplomasi tingkat tinggi tersebut adalah tawaran konkret dari Pemerintah Thailand untuk memasok 36 unit kendaraan tempur (ranpur) amfibi lapis baja guna memperkuat jajaran Korps Marinir TNI AL. (more…)
Militer Amerika Serikat secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima setidaknya enam unit jet tempur F-35 Lightning II untuk Korps Marinir AS (USMC) dalam kondisi tanpa radar. Kondisi yang terdengar ironis untuk jet tempur siluman generasi kelima ini merupakan imbas langsung dari keterlambatan pengembangan radar generasi terbaru, AN/APG-85, yang menjadi bagian dari rentetan masalah teknis di dalam program modernisasi jet tempur tersebut. (more…)