Seputar DSEI 2019Klik di Atas

Tag: Filipina

Ingin Punya Kapal Selam, Filipina Terobsesi Pada Scorpène Class

Dalam dua tahun belakangan, Filipina amat kentara dalam menggenjot ketertinggalannya di sektor alutsista, dimana tak sedikit yang mencibir bahwa kekuatan tempur Filipina sebagai yang paling paria di Asia Tenggara. Namun di bawah pemerintahan Presiden Duterte, serangkaian pengadaan dilakukan dengan pesat. Setelah untuk pertama kalinya AL Filipina mempunyai rudal anti kapal dan helikopter anti kapal selam, Negeri Pinoy tersebut kabarnya juga akan mengakuisisi kapal selam. (more…)

BRP Conrado Yap (Filipina): Korvet ‘Second’ dengan Bekal Senjata Maksimal

Melihat percepatan pembangunan armada laut Filipina saat ini, seolah mengingatkan pada pembangunan postur kekuatan TNI AL di dekade 80/90-an, dimana guna mendapatkam proyeksi armada laut yang relatif memadai, murah dengan proses cepat, maka akuisisi kapal perang bekas pakai menjadi pilihan yang paling mujarab. Seperti baru-baru ini AL Filipina resmi menerima kedatangan BRP Conrado Yap, yang tak lain adalah eks korvet AL Korea Selatan (ROKS Chungju). (more…)

Perkuat Kemampuan Intai dan Intelijen, Filipina Akuisisi Drone MALE Hermes 900/Hermes 450

Tak kunjung diputuskannya pengadaan drone intai berkualifikasi MALE (Medium Altitude Long Endurance) oleh Kementerian Pertahanan RI, berpotensi membuat Indonesia tertinggal dari Filipina dalam operasional drone MALE. Filipina yang ibarat pelan tapi pasti, dalam beberapa tahun ini terus menggenjot modernisasi di sektor alutsista. Di segmen drone, Filipina malahan sudah menerima enam unit drone intai maritim ScanEagle buatan Boeing Insitu. Jenis drone serupa yang akan diterima Indonesia, Vietnam dan Malaysia. Dan kini ada loncatan berupa rencana Filipina untuk mendapatkan drone Hermes 900 dan Hermes 450. (more…)

Thailand Upgrade 12 Unit T-50TH dengan Radar Warning Receiver dan Flare Dispenser

Sebagai pengguna T-50 Golden Eagle, Indonesia adalah yang paling senior di kawasan Asia Tenggara. Persisnya kontrak pengadaan 16 unit T-50i dilakukan pada Mei 2011 dengan nilai US$400 juta, yang kemudian gelombang pengiriman perdana tiba pada September 2013 dan tuntas pada Januari 2014. Baru setelah itu, dalam jumlah yang lebih sedikit, Filipina dan Thailand turut menjadi pengguna keluarga varian T-50. (more…)

Jose Rizal Class: Frigat Multirole Semi Stealth Kebanggaan AL Filipina

Belum lama ini AL Filipina telah menerima dua unit AW159 Wildcat, yakni salah satu helikopter anti kapal selam tercanggih besutan Leonardo. Namun yang menjadi pertanyaan, akan ditempatkan dimana kedua “Kucing Liar” tersebut? Mengingat kebanyakan kapal perang Filipina saat ini tergolong oldskul dengan tingkat kesiapan tempur rendah. Namun, ternyata AL Filipina dalam program modernisasi, telah mencanangkan penempatan kedua Wildcat sebagai bagian dari sistem senjata di frigat Jose Rizal Class. (more…)

Telat Pengiriman, Korps Marinir Filipina Akhirnya Terima Gelombang Pertama KAAV

Setelah mengalami keterlambatan pengiriman, pada April 2019 akhirnya Korps Marinir Filipina kedatangan gelombang perdana ranpur amfibi APC Korean Amphibious Assault Vehicles (KAAV) – atau yang lebih kondang dikenal sebagai LVTP-7. Gelombang perdana ini terdiri dari empat unit KAAV, total KAAV yang diakuisisi Filipina ada delapan unit. Kontrak pengadaan senilai US$52,6 juta ditandatangani di Manila pada tahun 2015. Lantas apa yang membuat pengiriman KAAV telat? (more…)

K745 Blue Shark, Inilah Torpedo pada Helikopter AW159 Wildcat AL Filipina

Menyambung berita sebelumnya tentang kedatangan dua helikopter anti kapal selam AL Filipina, AW154 Wildcat. Disebutkan bahwa paket pengadaan helikopter canggih tersebut sudah mencakup torpedo untuk melibas kapal selam. Yang unik, pilihan adopsi torpedo untuk Wildcat Filipina adalah K745 Blue Shark buatan LIGNex1, Korea Selatan. Padahal Leonardo sebagai manufaktur Wildcat juga punya produk torpedo ringan yang lebih kondang, yaitu A244S Mod 3, jenis torpedo yang diakuisisi TNI AL untuk helikopter AKS AS556 MBe Panther. (more…)

AL Filipina Terima AW159 Wildcat, Helikopter Anti Kapal Selam dengan Radar AESA

Bicara tentang helikopter dengan kemampuan anti kapal selam (AKS), rupanya ada sedikit persamaan antara Indonesia dan Filipina. Indonesia lewat Puspenerbal nantinya akan menerima dua unit helikopter AS565 Mbe Panther dengan kemampuan full AKS (dari 11 unit helikopter Panther yang dipesan). Sementara Filipina sejak Maret 2016 telah menandatangani kontrak pengadaan dua unit Leonardo (d/h AgustaWestland) AW159 Wildcat dengan nilai 100 juta euro. (more…)