Seputar DSEI 2019Klik di Atas

Author: indomiliter

Torpedo Poseidon: Berhulu Ledak Nuklir dan Bisa Menjelajah Hingga 10.000 Kilometer!

Rusia boleh jadi tak rela bila nama Sang Dewa Laut “Poseidon” hanya menjadi identitas alutsista keluaran Amerika Serikat, yaitu pesawat intai maritim Boeing P-8A Poseidon. Alih-alih, Presiden Rusia Vladimir Putin pada 1 Maret 2018 mengumumkan jenis senjata bawah laut nan mematikan “Poseidon.” Dengan bangga Putin menyebut Poseidon sebagai satu dari enam senjata strategis terbaru Rusia. Resminya tak ada yang menyebut Poseidon sebagai sebuah torpedo, namun karena senjata bertenaga dan hulu ledak nuklir ini hanya diluncurkan dari kapal selam, maka jadilah publik menyebutnya sebagai torpedo nuklir. (more…)

Rusia Mulai Gelar “Harmony,” Modul Mata-mata di Dasar Lautan

Meski terus dikuyo-kuyo oleh Amerika Serikat, seperti pada penerapan Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) yang mengganjal penjualan alutsista, bukan berarti ambisi Rusia redup dalam gelora pengaruh politik dan militer global. Setelah menunjukan tajinya di Suriah, segmen dunia bawah air kabarnya mulai akan digeber oleh Negeri Beruang Merah tersebut. Selain memunculkan sosok kapal selam nuklir terpajang dan torpedo berhulu ledak nuklir, lini sistem penjejak bawah air dalam lingkup anti submarine warfare juga bakal digenjot, persisnya mulai 2020 Rusia bakal mulai menggelar hydro acoustic surveillance system. (more…)

Ternyata Kilo Class Milik India Pernah ‘Tenggelamkan” Kapal Selam Nuklir AS

Meski batal diakuisisi Indonesia, namun faktanya nama kapal selam diesel listrik buatan Rusia, Kilo Class, cukup mahsyur debutnya di Republik ini. Di 2011-2012 silam, bahkan Kilo Class menjadi alutsista yang paling dinanti oleh netizen, mirip dengan hasrat netizen yang kini ingin segera ‘menimang’ Sukhoi Su-35. Dan lama tak terdengar kabarnya, Kilo Class yang di Asia Tenggara telah dioperasikan Vietnam, muncul kembali sensasinya dalam sebuah postingan di situs nationalinterest.org, disebutkan bahwa Kilo Class ternyata pernah ‘menenggelamkan’ kapal selam nuklir milik AL AS. (more…)

Banshee NG: Target Drone dengan Kecepatan Transonik dan Manuver 9G

Nama Banshee sangat dikenal oleh satuan Artileri Pertahanan Udara, inilah target drone yang sudah cukup lama digunakan oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Target drone buatan Inggris ini seolah menjadi momok bagi pengawak senjata pertahanan udara (hanud), baik itu kanon maupun rudal. Pasalnya Banshee dikenal lincah dalam bermanuver, alhasil bukan perkara mudah untuk menembak jatuh drone dengan cat merah-oranye ini. Bahkan rudal hanud Starstreak milik TNI AD pernah gagal menembak jatuh target drone Meggit BTT-3 Banshee dalam suatu sesi latihan pada Agustus 2017. (more…)

F-16 eks Yordania Dijual Ke Publik dalam Kondisi Serviceable

Sebagai alutsista, prosedur penjualan jet tempur boleh dibilang cukup berliku, selain soal kesepakatan dan negosiasi harga, penjualan yang namanya jet tempur membutuhkan persetujuan beragam institusi. Seperti di Amerika Serikat, guna meloloskan penjualan jet tempur F-16 Fighting Falcon misalnya, Kementerian Pertahanan harus mendapat lampu hijau dari anggota senat di parlemen. Tapi kali ini ada yang sedikit unik di Florida, pasalnya ada satu unit F-16 A Block15 MLU (Mid-Life Upgrade) yang justru ditawarkan ke publik secara terbuka. (more…)

Type 071E Resmi Dipesan Thailand, Bakal Jadi Landing Platform Dock Terbesar di Asia Tenggara

Maret 2018, dalam sebuah konvoi yang melibatkan 43 kapal perang AL Cina di kawasan Laut Cina Selatan, perhatian dunia selain tertuju pada sosok kapal induk Liaoning, juga tercurahkan pada sebuah kapal kapal angkut amfibi jenis LPD (Landing Platform Dock). Tentu bukan sembarang LPD, yang dimaksud adalah LPD Type 071 buatan China State Shipbuilding Corporation (CSSC) yang diketahui menjadi kapal serbu amfibi terbesar yang berhasil dibangun Cina.

(more…)

Silent Arrow GD-2000: Punya Akurasi Tinggi, Inilah Penghantar Kargo Udara dengan Kemampuan Senyap

Bagi US Special Operations Command (SOCOM), mengirimkan bekal logistik dan amunisi kepada unit pasukan di lini terdepan membutuhkan beragam trik khusus. Dalam lingkup pengiriman kargo dari udara, jenis wahana yang digunakan sebagai penghantar muatan harus punya akurasi tinggi dan tentu saja sesenyap mungkin. Pilihan yang umum digunakan adalah Joint Precision Airdrop System (JPADS), berupa parasut dengan pemandu GPS (Global Positioning System). Namun, bagi militer sekelas Amerika Serikat, JPADS punya beberapa kelemahan, terutama dari kapasitas payload. (more…)

Program Arrowhead 140 – AL Inggris Pilih Frigat Type 31 dengan Desain Iver Huitfeldt Class

Pilihan Indonesia untuk program pengadaan frigat ‘kelas berat’ telah jatuh pada Iver Huitfeldt Class yang kini prosesnya tinggal menanti penandatanganan kontrak. Meski tak terkait langsung, rupanya AL Inggris (Royal Navy) juga terpikat pada desain Iver Huitfeldt Class asal Denmark. Persisnya pada ajang DSEI 2019 di London, Kementerian Pertahanan Inggris telah menandatangani kontrak pengadaan untuk lima unit frigat Type 31 dari Babcock International, perusahaan perkapalan asal Inggris. Yang menarik adalah, frigat Type 31 ini rancangannya mengambil desain dari Iver Huitfeldt Class. (more…)

Museum Dirgantara Mandala Tambah Koleksi, Kanon Gatling Gun Vulcan M61A1 dari Jet Tempur F-16

Koleksi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala di Yogyakarta kini bertambah lagi, dengan hadirnya satu pucuk kanon Gatling Gun Vulcan M61A1 enam laras yang menjadi senjata internal F-16. Senjata ‘organik’ jet tempur F-16 tersebut diserahkan oleh Depohar 60 Lanud Iswahyudi Madiun kepada Kepala Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala kolonel Sus Drs. Dede Nasrudin, Jumat (13/9/2019). Dalam paket kanon yang diserahkan mencakup receiver kanon Vulcan M61A1, enam laras serta 510 butir munisi kaliber 20 mm yang ditempatkan dalam drum magasin. (more…)