Tag: Korea Selatan

Jose Rizal Class: Frigat Multirole Semi Stealth Kebanggaan AL Filipina

Belum lama ini AL Filipina telah menerima dua unit AW159 Wildcat, yakni salah satu helikopter anti kapal selam tercanggih besutan Leonardo. Namun yang menjadi pertanyaan, akan ditempatkan dimana kedua “Kucing Liar” tersebut? Mengingat kebanyakan kapal perang Filipina saat ini tergolong oldskul dengan tingkat kesiapan tempur rendah. Namun, ternyata AL Filipina dalam program modernisasi, telah mencanangkan penempatan kedua Wildcat sebagai bagian dari sistem senjata di frigat Jose Rizal Class. (more…)

Telat Pengiriman, Korps Marinir Filipina Akhirnya Terima Gelombang Pertama KAAV

Setelah mengalami keterlambatan pengiriman, pada April 2019 akhirnya Korps Marinir Filipina kedatangan gelombang perdana ranpur amfibi APC Korean Amphibious Assault Vehicles (KAAV) – atau yang lebih kondang dikenal sebagai LVTP-7. Gelombang perdana ini terdiri dari empat unit KAAV, total KAAV yang diakuisisi Filipina ada delapan unit. Kontrak pengadaan senilai US$52,6 juta ditandatangani di Manila pada tahun 2015. Lantas apa yang membuat pengiriman KAAV telat? (more…)

K745 Blue Shark, Inilah Torpedo pada Helikopter AW159 Wildcat AL Filipina

Menyambung berita sebelumnya tentang kedatangan dua helikopter anti kapal selam AL Filipina, AW154 Wildcat. Disebutkan bahwa paket pengadaan helikopter canggih tersebut sudah mencakup torpedo untuk melibas kapal selam. Yang unik, pilihan adopsi torpedo untuk Wildcat Filipina adalah K745 Blue Shark buatan LIGNex1, Korea Selatan. Padahal Leonardo sebagai manufaktur Wildcat juga punya produk torpedo ringan yang lebih kondang, yaitu A244S Mod 3, jenis torpedo yang diakuisisi TNI AL untuk helikopter AKS AS556 MBe Panther. (more…)

Dalam Operasi Amfibi, LVTP-7A1 “Jodohnya” Bersama Landing Platform Dock

Sebagian besar ranpur milik Korps Marinir punya kemampuan amfibi, dimana ranpur tersebut diproyeksikan untuk melakukan pendaratan dari pintu rampa kapal LST (Landing Ship Tank) untuk menuju pantai tumpuan. Namun dari sekian jenis ranpur amfibi Korps Marinir, ada jenis ranpur yang tidak dapat diluncurkan dari LST. Padahal jenis ranpur yang diamaksud terbilang kondang dengan kemampuan atransi “stupid crazy”-nya. Bahkan ranpur amfibi ini kerap digunakan untuk membawa rombongan VIP/VVIP. (more…)

Negosiasi Tengah Berlangsung, Nagapasa Class Punya Kans Terpilih (Lagi) Sebagai Kapal Selam TNI AL

Setelah melakukan sejumlah survei untuk pengadaan kapal selam untuk kebutuhan Korps Hiu Kencana, termasuk penjajakan serius dengan pihak Gölcük Naval Shipyard dari Turki yang menawarkan kapal selam Type 214 dan Naval Group dari Perancis yang menawarkan kapal selam litoral Scorpene Class 1000, namun informasi terakhir menyebutkan bahwa pilihan bakal (kembali) kepada pihak Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), Korea Selatan, yang sudah menjadi mitra PT PAL dalam pembuatan 3 unit kapal selam Type 209/1400 – Nagapasa Class. (more…)

Insopack Acro-V: Radio Taktis UHF dengan Jeroan OS Android

Gadget dibawa ke medan tempur, nampaknya bukan sesuatu yang asing. Dengan dukungan operating system seperti iOS dan Android, gadget berupa smartphone dapat berdaya guna untuk prajurit, mulai pada fungsi kalkulasi sasaran, sampai komunikasi dalam lingkup Battlefield Management System (BMS) dapat diolah dari smartphone. Dari pabrikan pun, standar ketahanan IP67 untuk water dan dust proof sudah berhasil diwujudkan sejak lama. (more…)

Guna Kembali Ke Formasi Awal, TNI AU Akuisisi Tiga Unit KT-1B Wong Bee

Dalam formasi awal, armada pesawat latih dasar KT-1B Wong Bee Skadron Pendidikan (Skadik) 102 TNI AU berjumlah 19 unit. Namun, seiring waktu berjalan, 3 unit KT-1B mengalami total lost. Musibah pertama terjadi pada 24 Juni 2010 di Lanud Ngurah Rai, Denpasar Bali, yang merupakan kecelakaan tunggal. Kemudian musibah kedua terjadi saat persiapan LIMA (Langkawi International Maritime & Aerospace) Exhibition 2015 di Malaysia pada 15 Maret 2015. Musibah yang kedua ini melibatkan dua KT-1B yang bertabrakan di udara. (more…)

Indonesia Berpotensi Mengakuisisi (lagi) Rudal Hanud Chiron

Chiron di ajang Indo Defence 2012.

Meski harus dikonfirmasi lebih lanjut, ada kabar usai gelaran Indo Defence 2018, bahwa ada kemungkinan Indonesia mengakuisisi kembali sistem rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) Chiron dari Korea Selatan. Selama ini, rudal pemburu panas ini telah menjadi kelengkapan alutsista pada Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) Paskhas TNI AU, dimana deployment rudal besutan LIG Nex1 ini menjadi komposit bersama kanon Oerlikon Skyshield 35 mm. (more…)