Badan Penegakan Hukum Narkoba Amerika Serikat (DEA) baru saja mengonfirmasi langkah strategis untuk memperkuat unit taktisnya melalui akuisisi drone terbaru, Skydio R10. Wahana tanpa awak ini bukan sekadar alat hobi, melainkan instrumen intelijen mutakhir yang dirancang khusus untuk menembus tantangan terbesar dalam pertempuran kota: operasi di dalam ruangan yang sempit, gelap, dan kompleks. (more…)
Rusia dilaporkan tengah mengembangkan platform multifungsi tanpa awak – drone (UAV) stratosfer yang diberi nama “Predator”. Drone yang masuk kategori HALE (High Altitude Long Endurance) ini, dirancang untuk menjalankan misi jangka panjang di ketinggian ekstrem dan diproyeksikan mampu menggantikan beberapa fungsi sistem satelit serta sistem berbasis darat. (more…)
Selain beragam jenis rudal, roket dan bom udara, ranjau darat (permukaan) adalah amunisi yang jumlahnya melimpah, khususnya yang berasal dari peninggalan era Soviet. Ranjau darat yang dimaksud adalah TM-62, yang oleh Rusia dan Ukraina diupayakan untuk dapat dilepaskan oleh drone. (more…)
Pada tanggal 21 Oktober 2025, Angkatan Udara AS (USAF) berhasil mencapai tonggak sejarah penting di Nevada Test and Training Range (NTTR) yang menandai titik balik dalam doktrin perang udara modern. Demonstrasi tersebut melibatkan pesawat tempur siluman generasi kelima, F-22 Raptor, yang secara efektif memerintah dan mengendalikan pesawat nirawak (UAS) canggih, MQ-20 Avenger. Peristiwa ini bukan sekadar uji terbang; ini adalah validasi kritis terhadap konsep Crewed-Uncrewed Teaming (CUT), sebuah pilar utama yang akan mendefinisikan dominasi udara di medan tempur masa depan.
Angkatan Darat AS baru-baru ini memperkuat kemampuannya dalam operasi multinasional dengan mengerahkan sistem pesawat tak berawak (UAS) C100 selama latihan Joint Pacific Multinational Readiness Center (JPMRC) 26-01). (more…)
Angkatan Darat AS (US Army) terus mendorong batas-batas integrasi teknologi komersial ke dalam operasi tempur melalui inisiatif “Transforming in Contact” (TiC). Dalam perkembangan terbaru yang signifikan, militer AS telah melaksanakan uji coba lapangan terhadap sistem tethered drone (drone tertambat) berdaya tahan lama yang dilengkapi dengan pod Perang Elektronik (EW) yang canggih.
Penerapan sistem robotik otonom melalui tabung torpedo kapal selam Angkatan Laut AS menandai lompatan luar biasa dalam peperangan bawah air (Undersea Warfare – USW). Tabung torpedo, yang secara historis hanya berfungsi sebagai peluncur senjata mematikan, kini telah bertransformasi menjadi gerbang peluncuran dan pemulihan bagi robot canggih.
Sebagai negara yang mendapat ancaman konflik bersenjata dari dalam dan luar negeri, maka menarik untuk mencermati dengan apa yang dilakukan oleh Filipina. Terkhusus untuk meladeni konflik bersenjata domestik yang dilakukan kelompok separatis, Pusat Penelitian dan Pengembangan – Air Force Research and Development Center (AFRDC) Angkatan Udara Filipina telah meluncurkan drone bersenjata buatan dalam negeri pertamanya. (more…)
Seorang DIY (Do It Yourself) maker asal Cina, membuat inovasi robot atau drone yang mampu membetot perhatian, dengan bermodalkan teknologi 3D printing. (more…)
Setelah belum lama ini memperlihatkan latihan tempur ofensif dengan robot anjing dan drone FPV (First Person View), kini ada kabar lanjutan seputar modernisasi perlengkapan untuk prajurit infanteri Cina. (more…)