Tag: Jerman

Proyek “Future Combat Air System” Resmi Diumumkan, Bakal Gantikan Rafale dan Typhoon di 2040

Bila Indonesia masih bermimpi untuk bisa memiliki jet tempur sekelas Dassault Rafale atau Eurofighter Typhoon, maka sebaliknya Perancis dan Jerman tengah mencanangkan program jet tempur masa depan sebagai pengganti Rafale dan Typhoon. Ini bukan sekedar obsesi dari dua negara kuat di Eropa Barat, melainkan Perancis dan Inggris sudah menjadwalkan untuk mengganti Rafale dan Typhoon pada tahun 2040. Dan guna memuluskan transformasi tersebut, kedua negara sudah mencangkan proyek yang diberi label sebagai “Future Combat Air System” (FCAS). (more…)

Pernah Digunakan Kriegsmarine dan Kapal Angkut Haji, Inilah Sejarah KRI Tanjung Pandan 971

Melanjutkan kisah tentang KRI Tanjung Oisina 972 yang dahulunya adalah kapal angkut Haji di dekade 60/70-an, maka pada periode yang sama, juga ada kapal perang TNI AL lain yang menyandang predikat eks kapal angkut Haji. Masih dengan awalan “Tanjung,” inilah KRI Tanjung Pandan, yang dalam pengabdiannya pernah diberi nomer lambung 931 dan 971. Tak kalah dengan KRI Tanjung Oisina 972, KRI Tanjung Pandan sebelumnya juga punya jejak sejarah yang panjang, melintasi rentang zaman. (more…)

Setelah Lama Dinanti, Kemhan Resmi Akuisisi 2 Kapal Pemburu Ranjau dari Jerman

Bahwa Indonesia akan mengakuisisi dua unit kapal penyapu ranjau, jelas bukan berita baru, bahkan jenis kapal penyapu ranjau yang dipilih pun telah diketahui sejak 2016 silam, yakni Frankenthal Class buatan Jerman. Pun anggaran yang digelontorkan Kementerian Pertahanan untuk dua Mine Countermeasures Vessels (MCMV) ini telah dipatok sebesar US$204 juta. Bila pembaca cermat, mockup Frankenthal Class sempat ditampillan dalam Indo Defence 2018. (more…)

Negosiasi Tengah Berlangsung, Nagapasa Class Punya Kans Terpilih (Lagi) Sebagai Kapal Selam TNI AL

Setelah melakukan sejumlah survei untuk pengadaan kapal selam untuk kebutuhan Korps Hiu Kencana, termasuk penjajakan serius dengan pihak Gölcük Naval Shipyard dari Turki yang menawarkan kapal selam Type 214 dan Naval Group dari Perancis yang menawarkan kapal selam litoral Scorpene Class 1000, namun informasi terakhir menyebutkan bahwa pilihan bakal (kembali) kepada pihak Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), Korea Selatan, yang sudah menjadi mitra PT PAL dalam pembuatan 3 unit kapal selam Type 209/1400 – Nagapasa Class. (more…)

Berdesain Lebih Kompak, Inilah Skuter Bawah Air Divejet 414 Andalan Kopaska TNI AL

Masih dari satu pabrikan, selain Seabob Black Shadow 730, Kopaska (Komando Pasukan Katak) TNI AL juga mengoperasikan wahana skuter bawah air Seabob Divejet 414 buatan Rotinor GmbH, Jerman. Dibanding Black Shadow 730, Divejet 414 yang banyak digunakan pasukan elite manca negara ini punya ukuran lebih kompak dan lebih kecil. Dua skuter asal Jerman ini, boleh dibilang menjadi benchmark rancangan Diver Propulsion Vehicles (DPV) yang dikembangkan Dislitbangal. (more…)

Tak Pernah Absen di RIMPAC, Dongkrak Pamor Kapal Selam Changbogo Class

Sebagai sekutu dekat Amerika Serikat, wajar bila Korea Selatan rajin turut dalam gelaran latihan tempur yang digelar Negeri Uwak Sam, terkhusus yang terkait kawasan Asia Pasifik. Dan dari beragam tajuk latihan perang, Multilateral RIMPAC (Rim Of The Pacific) yang diselenggarakan dua tahun sekali di Hawaii, tak pernah luput dari kesertaan Negeri Ginseng tersebut. Bila Indonesia baru di 2014 mengirimkan kapal perangnya, maka armada kapal perang Korea Selatan sudah sejak 2002 terlibat aktif di RIMPAC. (more…)

Persiapkan Awak Kapal Selam Type 218SG, AL Singapura Kembangkan Submarine Trainer Suite

Dari galangan ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS) di Jerman, rencananya kapal selam terbaru Singapura, Type 218SG akan meluncur perdana pada tahun 2020. Dilanjutkan dengan jadwal penyerahan pada tahun 2021. Sebagai kapal selam yang tergolong canggih dengan sokongan teknologi AIP (Air Independent Propulsion) dan double torpedo launcher type, pihak AL Singapura (RSN) merasa perlu untuk mempersiapkan awaknya sedari dini. (more…)

Mungkinkah Indonesia Pernah Mengoperasikan MLRS Nebelwerfer 41?

Punya sejarah adopsi persenjataan yang panjang, baik dari kubu AS/Eropa Barat dan Uni Soviet, menjadikan jejak arsenal alutsista TNI sangat beragam. Seperti di segmen MLRS (Multiple Launch Rocket System), di jaman Orde Lama tercatat ada BM-14/17 buatan Uni Soviet yang dioperasikan Artileri Korps Marinir dan M-51 130 mm buatan Cekoslovakia yang dioperasikan Armed Kostrad TNI AD. Keduanya masuk ke kelompok self propelled alias MLRS Swa Gerak yang dipasang pada platform truk. (more…)

KMW APVT: Ranpur APC Amfibi Revolusioner dengan Desain Dua ‘Muka’

Hampir empat dasawarsa LVTP (Landing Vehicle, Tracked, Personnel)-7 alias Assault Amphibious Vehicle merajai ‘pasar’ ranpur lapis baja amfibi di lingkup NATO dan negara-negara karib Amerika Serikat. Karena ceruk pasar yang kecil di segmen ini, boleh dikata tak terlalu banyak kompetsisi di kelas APC amfibi yang sekelas LVTP-7. Namun belakangan ada upaya untuk setidaknya memberi pilihan lain, seperti yang dilakukan Krauss-Maffei Wegmann (KMW) GmbH, manufaktur persenjataan dari Jerman, yang pada Eurosatory 2018 di Paris merilis prototipe apa yang disebut Amphibious Protected Vehicle Tracked (APVT). (more…)