Tag: TNI AL

The Croc – “Buaya” Kombatan dengan Kemampuan Hybrid Plus

Ir. Wisnu Wardhana (Foto: Istimewa)

Wahana infiltrasi laut banyak ragamnya, mulai dari kapal selam konvensional sampai kapal permukaan hybrid telah digunakan oleh satuan elite TNI, seperti Komondo Pasukan Katak (Kopaska) yang memang punya keahlian untuk misi tersebut. Namun dari Kota Buaya, tepatnya tim dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) punya rancangan baru yang termasuk revolusiner, yaitu tengah digarap prototipe kapal kombatan hybrid dengan kemampuan plus. (more…)

POLA Class – Kembaran Frigat Martadinata Class yang Identik dari Desain Namun Beda Persenjataan

Meski dibangun dari kelas yang sama, namun pemberian label oleh operator bisa berlainan dalam segmen kapal perang. Seperti belum lama ini, AL Meksiko resmi menerima ARM Reformador 101 dari Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS), galangan kapal kondang asal Belanda. Oleh AL Meksiko, ARM Reformador 101 disebut sebagai Long Range Ocean Patrol Vessels atau dalam bahasa Meksiko disebut POLA (Patrulla Oceánica de Largo Alcance) Class. (more…)

Type 054A – Intip Frigat Multirole Cina yang Sempat ‘Mampir’ di Laut Natuna Utara

Secara dimensi tak ada yang terlalu menarik dari kapal ini, maklum jenis kapal patroli Penjaga Pantai Cina (China Coast Guard/CCG) hampir rata-rata berukuran besar, layaknya sebuah korvet atau frigat. Namun ada yang berbeda dari pantauan pesawat intai maritim CN-235 MPA Puspenerbal TNI AL pada 3 Februari lalu. Dimana ada satu kapal ‘patroli’ yang catnya tak lazim diantara kapal penjaga pantai. (more…)

Setelah Uji Nominal Diving Depth, KRI Alugoro 405 Bersiap Jalani Uji Maximum Diving Depth

Foto: Medcom.id

Seolah menjawab keraguan dari beberapa pihak, kapal selam Nagapasa Class yang dibangun di fasilitas PT Pal Indonesia, yakni KRI Alugoro 405, diwartakan sukses menjalani uji Nominal Diving Depth (NDD) di Perairan Banyuwangi, Jawa Timur dan Perairan Bali. NDD adalah salah satu tahapan uji yang krusial bagi sebuah kapal selam dalam masa sea trial. Pada uji NDD yang dilakukan pada 20 Januari lalu, KRI Alugoro mampu menyelam sampai kedalaman 250 meter. (more…)

Thales DA05 – Radar Intai Udara Sekunder di KRI Karel Satsuit Tubun 356

Bagi Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional), keberadaan radar intai udara di armada kapal perang frigat dan korvet TNI AL juga berperan sebagai gap filler dan mendukung jangkauan radar intai eksisting yang ada di daratan. Seperti dalam operasi pengamanan di kawasan Natuna, selain ada Satuan Radar 212 di Ranai, pengintaian ruang udara TNI mendapat perkuatan dari radar-radar udara yang melekat di kapal kombatan TNI AL. (more…)

Sempat Ikut Tender di 2017, Korvet Gowind 2500 Class Kini Dilirik Menhan Prabowo

Kunjungan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Perancis beberapa waktu lalu rupanya menyertakan sejumlah harapan bagi modernisasi alutsista TNI. Terlepas dari realisasi yang butuh proses lebih lanjut, tersebut beberapa nama alutsista yang berpotensi diakuisisi Indonesia. Situs latribune.fr (17/1/2020) menyebut Indonesia tertarik dengan dengan 48 unit jet tempur Rafale, 4 unit kapal selam Scorpène dengan rudal SM39 Exocet dan dua unit korvet Gowind Class yang berbobot 2.500 ton. (more…)

Thales LW03 – Radar Intai Udara Utama di Frigat KRI Karel Satsuit Tubun 356

Diantara kapal kombatan TNI AL yang kini digelar di sekitaran Laut Natuna Utara, sebagian besar adalah dari jenis korvet, sementara yang menyandang predikat frigat baru satu unit, yakni KRI Karel Satsuit Tubun 356, yang kita kenal sebagai bagian dari Van Speijk Class (aka – Ahmad Yani Class). Kapal perang dengan kode KST 356 ini otomatis menjadi kapal kombatan bertonase terbesar TNI AL di Natuna, sekaligus juga menjadi yang paling ‘senior’ dari segi usia. (more…)

Ikuti Langkah Marinir Indonesia, Korps Marinir Filipina Juga Gunakan ATGL-L (RPG-7)

Seolah mengikuti langkah Korps Marinir TNI AL, Korps Marinir Filipina diwartakan dalam waktu dekat juga akan bergabung menggunakan senjata bantu infanteri jenis RPG (Rocket Propelled Grenade), persisnya adalah ATGL-L (Anti Tank Grenade Launcher-Light) kaliber 40 mm buatan Arsenal, manufaktur senjata dan amuisi asal Bulgaria. Di lingkungan Korps Marinir TNI AL, ATGL-L kerap disebut sebagai RPG-7, tentu dengan alasan efek psikologis yang lebih kuat. (more…)