Category: Berita Matra Laut

Akhirnya! Uji Coba Sistem Senjata di Frigat KRI RE Martadinata 331 Telah Tuntas

Dalam sebuah upacara kecil di PT PAL Surabaya, pada 4 Desember 2019 telah berlangsung re-delivery frigat KRI RE Martadinata 331 yang dilakukan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) dan PT PAL kepada TNI AL, re-delivery ini merupakan tanda bahwa proses integrasi sebagian besar sistem senjata dan Combat Management System (CMS) Tacticos di kapal perang tercanggih di TNI AL telah tuntas dilakukan. Seperti diketahui, KRI RE Martadinata 331 resmi dikukuhkan sebagai bagian dari arsenal armada kapal perang TNI AL pada 7 April 2017. (more…)

Indonesia Mau Bangun Kapal Selam Mini? Lihat Dulu yang Dilakukan Vietnam

Debut kapal selam mini punya tempat tersendri dalam porsi peperangan di lautan, seperti yang dilakukan Korea Utara dan Iran menjadi contoh aplikasi nyata kapal selam mini modern dalam kegiatan penyusupan dan serangan terbatas. Bahkan, desain kapal selam mini dikemudian hari menjadi inspirasi bagi gembong narkotika untuk membangun narco submarine. Bicara soal kapal selam mini, maka di Asia Tenggara nama Vietnam tak bisa dilupakan. (more…)

Untuk Pertama Kali, Cina Sukses Instalasi Rudal Hanud VLS di Kapal Perusak Luhai Class

Bila diibaratkan orang dalam berdagang, Cina pas menyandang gelar Palugada (Apa Loe Mau Gue Ada-red). Dalam arsenal industri pertahanan, palugada seolah menjadi ciri yang melekat pada Negeri Tirai Bambu ini, tak peduli bahwa itu merupakan murni hasil riset sendiri atau mungkin meng-copy produk teknologi dari negara lain. Dan dari lini senjata di kapal perang, belum lama ini ada kabar baru, bawah Cina telah berhasil menginstall sistem rudal dengan VLS (Vertical Launch System). (more…)

Militer Cina Gunakan Aerostat, Jadi Bukti Kehadiran HAPS di Laut Cina Selatan

Meski secara implementasi masih jauh, namun HAPS (High Altitude Platform Station) telah masuk dalam kajian oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam). Oleh Kemenko Polhukam HAPS digadang kelak sebagai bagian dari rangka pertahanan dan keamanan di daerah terluar, terpencil dan perbatasan. Dan, terkait HAPS, belum lama ini ada kabar ‘penampakan’ HAPS dari wilayah Laut Cina Selatan.

(more…)

Mirip “Sotong” BPPT, Jepang Kembangkan Drone Bawah Laut Pendeteksi Ranjau

Mirip dengan Sotong yang pernah dikembangkan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) dan ITB (Institut Teknologi Bandung), pada ajang DSEI 2019 di Chiba, jepang, Ishikawajima-Harima Heavy Industries (IHI) belum lama inin memperkalkan prototipe drone bawah laut atau akrab disebut autonomus underwater vehicle (AUV) berwarna kuning untuk misi mendeteksi keberadaan ranjau di bawah laut. (more…)

Oto Melara 76mm Eks KRI Slamet Riyadi 352 Uji Tembak Perdana di Paiton

Setelah resmi dipensiunkan pada 16 Agustus 2019, arsenal persenjataan yang menjadi ‘kenang-kenangan’ dari KRI Slamet Riyadi 352, yakni meriam reaksi cepat Oto Melara 76 mm pada haluan frigat Van Speijk Class tersebut, kini telah tepasang pada simulator sistem senjata kapal perang yang berada di Paiton, Jawa Timur. Dan ada kabar bahwa untuk pertama kalinya, pada 21 November lalu telah dilakukan uji penembakan untuk pertama kalinya Oto Melara sebagai senjata pertahanan pantai. (more…)

Helikopter AS565 MBe Panther ‘Tantang’ Kemampuan Radar Terma SCANTER di Korvet KRI Malahayati 362

Korvet KRI Malahayati 362 setelah upgrade (foto : Septian Adi)

Setelah menuntaskan proyek mid-life modernization (MLM) dari Indra dan Navantia, yaitu dengan instalasi enam perangkat canggih yang ditanam di korvet KRI Malahayati 362, kini korvet Fatahillah Class buatan Wilton-Fijenoord, Belanda ini telah beroperasi mengawal kedaulatan NKRI. Dan guna menguji kemampuan dari sistem terbaru yang dipasang di korvet tersebut, belum lama ini dilakukan uji fungsi radar di KRI Malahayati 362, yaitu dengan cara mendeteksi obyek sasaran yang terbang di ketinggian rendah. (more…)

Mulai 2021, AL Perancis Terima Rudal Anti Kapal Exocet MM40 Block 3c

Bagi banyak negara, termasuk Indonesia, rudal anti kapal Exocet MM40 Block 3 dengan segala kecanggihannya masih diandalkan sebagai senjata pemukul garis depan. Debut rudal anti kapal yang meluncur perdana pada 18 Maret 2010 ini, setidaknya telah digunakan oleh sembilan negara. Dan seolah berpacu dengan dinamika potensi peperangan di masa depan, AL Perancis belum lama ini diwartakan akan menerima varian baru dari rudal anti kapal Exocet, yaitu MM40 Block 3c. (more…)