Ada kabar baik terkait alutsista Pusat Penerangan Angkatan Laut (Puspenerbal), yakni pesawat intai maritim CN-235 220 Maritme Patrol Aircraft (MPA) TNI AL akan mendapatkan paket upgrade kemampuan dengan dukungan pendanaan lewat Foreign Military Sales (FMS) yang digulirkan Washington. (more…)
Meski konkritnya belum begitu jelas, lawatan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ikut membawa angin segar bagi perkembangan industri pertahanan di Indonesia. Terkait tawaran dari Havelsan, perusahaan teknologi pertahanan Turki untuk kerja sama airborne early warning and control system (AWACS) bersama PT Dirgantara Indonesia (PT DI), maka ada update terbaru yang dapat disampaikan. (more…)
Sampai saat ini beragam pesawat dengan tanda panggil Indonesia One, atau RI-001 terus melayani pemimpin Indonesia terbang ke berbagai belahan penjuru dunia. Namun dengan kondisi Indonesia yang berpulau-pulau dan bahkan beberapa tidak memiliki lanud, penggunaan pesawat terbang biasa tidak akan mencukupi. Untuk itu diperlukan helikopter kepresidenan dalam membantu mengemban tugas-tugas kenegaraan. (more…)
Program Korean Fighter Experimental (KFX) adalah harapan Tentara Nasional Indonesia dalam mempunyai pesawat tempur siluman sekelas F-22 dan F-35. Pesawat tempur ini adalah hasil kerja sama Indonesia dan Korea Selatan. Dalam proyek ini Korea Selatan akan menyokong 80% dari biaya yang berkaitan pengembangan teknologi dan mesin, sementara Indonesia membayar 20% sisanya. PT DI (Dirgantara Indonesia) telah mengirimkan sebanyak 30 orang tenaga injiner ke Korsel untuk terlibat dalam pengembangan proyek pesawat tempur versi Indonesia dan Korsel ini. (more…)
Dari segi update teknologi, boleh jadi torpedo ini sudah agak ketinggalan saat ini. Tapi harus diakui bahwa torpedo SUT (Surface and Underwater Target) 533 mm yang pernah diproduksi PT Dirgantara Indonesia (d/h PT IPTN) adalah pencapaian penting dalam ranah perkembangan alutsista di dalam negeri. Pasalnya kali itulah, Indonesia mampu memproduksi torpedo secara lisensi dari AEG (Allgemeine Elektrizitäts-Gesellschaft), Telefunken, Jerman. Ini tak lain buah dari kebijakan strategis untuk menangani aspek peperangan bawah laut.
Dari segi payload, Wulung UAV (Unmanned Aerial Vehicle) besutan PT. Dirgantara Indonesia, LEN (Lembaga Elektronik Nasional), dan BPPT, lebih unggul ketimbang UAV atau drone lain yang juga buatan dalam negeri. Maklum saja, Wulung yang jadi maskot UAV nasional bisa memuat payload sampai 25 kg. Tapi, dengan ukuran dan payload yang lebih kecil, ada penanding Wulung yang punya kemampuan jarak terbang lebih jauh. (more…)
Su-35 paling di favoritkan oleh masyarakat sebagai pengganti F-5E/F TNI AU.
Gara-gara sering disebut pelit untuk urusan ToT (transfer of technology), membuat pemerintah Rusia harus mengambil strategi lain agar pemasaran produk alutsista yang ditawarkan ke Indonesia bisa terus mulus, tak tergerus oleh kompetisi keras dari pemasok asal Korea Selatan, Eropa Barat dan AS yang rajin menawarkan skema ToT ke Indonesia. ToT menjadi isu yang krusial, mengingat pemerintah Indonesia telah mensyaratkan harus adanya ToT dalam tiap produk alutsista yang di impor. (more…)
Urusan daya jelajah menjadi penting bagi keberadaan jet tempur TNI AU, maklum wilayah udara yang harus di-cover terbilang ekstra luas. Meski ada beberapa pangkalan (Lanud) aju untuk mendukung operasi jarak jauh, tapi dalam prakteknya menyiapkan pangkalan aju belum tentu efektif dan dibutuhkan waktu untuk segala macam persiapan guna menerima kedatangan jet tempur dari pangkalan utama. (more…)
Rangkaian aksi pencarian dan evakuasi korban penumpang pesawat Air Asia QZ8501 secara langsung juga menampilkan performa armada pesawat angkut taktis milik TNI AU. Selain yang utama pesawat angkut berat C-130 Hercules Skadron Udara 31, misi SAR dan transportasi udara selama operasi terkait Air Asia QZ8501 juga menghadirkan keluarga baru TNI AU, yakni C-295M, pesawat taktis angkut sedang dari Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma. (more…)
Badan SAR Nasional (BASARNAS) kini tengah menjadi perhatian publik berkat jasa mereka dalam pencarian korban kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501. Dibalik jasa besar dari tim personel BASARNAS, harus diakui bahwa salah satu bintang dalam misi evakuasi adalah sosok helikopter berwarna orange jenis AS-365 N3+ Dauphin yang ikut diturunkan dalam misi SAR Air Asia QZ8501. (more…)