Tag: pt dirgantara indonesia

Bukan Dua, Ternyata Malaysia Bakal Konversi Tiga Unit CN-235 ke Varian MPA di Bandung, Ini Spesifikasinya

Bila merujuk ke artikel kami sebelumnya, disebutkan AU Malaysia (TUDM) akan melakukan konversi pada dua unit CN-235 220 di fasilitas PT Dirgantara Indonesia (DI), yakni dari varian angkut multirole ke varian intai maritim – MPA (Maritime Patrol Aircraft). Namun, ada informasi lanjutan, ternyata bukan dua unit yang akan dikonversi, melainkan ada tiga unit. (more…)

Unit Perdana CN-235 Malaysia Mulai Jalani Konversi Menjadi Pesawat MPA di Bandung

Setelah diwartakan pada Februari 2020, kini Malaysia dikabarkan telah memulai tahapan konversi pada armada CN-235 220. Seperti diketahui, dari enam unit CN-235 220 milik AU Malaysia (TUDM), dua unit diantaranya akan dikonversi menjadi pesawat intai maritim – MPA (Maritime Patrol Aircraft). Kini unit perdana CN-235 220 AU Malaysia telah tiba di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, guna memulai proses konversi yang telah tertunda akibat pandemi Covid-19. (more…)

AS532UL Horizon – Bukti Keluarga Super Puma Bisa Jadi Helikopter Airborne Early Warning

Kemampuan multirole pada helikopter Super Puma sudah diketahui luas, maklum Super Puma adalah salah satu produk (rakitan) andalan dari PT Dirgantara Indonesia yang telah digunakan oleh TNI AU dan pernah digunakan oleh Puspenerbal TNI AL. Namun, dari sekian banyak kebisaan dan varian Super Puma, jarang ada yang tahu bila helikopter twin engine ini bisa mengemban peran sebagai helikopter Airborne Early Warning (AEW). (more…)

Saat Menhan ‘Lirak-Lirik’ Jet Tempur dari Eropa, Bagaimana Nasib Program KFX/IFX?

Sebagai pejabat yang punya tanggung jawab pada pengadaan alutsista, ‘manuver’ yang dilakukan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk memperkuat matra udara tergolong sangat aktif. Dengan masih memegang komitmen pada rencana pengadaan Sukhoi Su-35, Menhan Prabowo juga menujukkan ketertarikan pada Rafale saat kunjungan kerjanya ke Perancis. Malahan yang terbaru, Menhan Prabowo juga menyatakan tertarik untuk mengakuisisi Eurofighter Typhoon milik AU Austria. (more…)

Terdampak Covid-19, PT DI Tunda Negosiasi Pengadaan CN-235 220 MPA untuk Senegal

Pandemi Covid-19 rupanya berdampak langsung pada PT Dirgantara Indonesia (DI), dimana diskusi final pengadaan CN-235 MPA (Maritime Patrol Aircraft) pesanan AU Senegal terpaksa ditunda. Padahal serangkaian diskusi telah dicapai saat Singapore AirShow 2020 di bulan Februari lalu. Negosiasi terpaksa ditunda lantaran adanya larangan perjalanan (travel bans) sebagai dampak dari Covid-19. (more…)

Setelah Airbus, PT Dirgantara Indonesia Juga Siap Produksi Ventilator

Seperti halnya PT Pindad, BUMN Strategis PT Dirgantara Indonesia (PT DI) juga tengah bersiap untuk memproduksi ventilator. Ventilator portabel yang diberi label Ventilator Indonesia atau Vent-I telah dikonfirmasi lulus uji produk dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK), Kementerian Kesehatan RI. Vent-I merupakan produk kerja sama antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan PTDI. Setelah lulus uji produk dan uji klinis, Ventilator Vent-I akan diproduksi sebanyak 500 produk/minggu oleh PT DI. (more…)

Intip Livery Baru “Merah Putih” Helikopter Kepresidenan Republik Indonesia

Bila diperhatikan, ada kesan bahwa alur livery pada helikopter kepresidenan RI mengikuti gaya livery pada pesawat sayap tetap VVIP. Ambil contoh livery putih abu-abu pada NAS-332 Super Puma di Skadron Udara 45, mirip dengan garis livery pesawat-pesawat TNI AU di Skadron Udara 17 VVIP. Begitu juga saat hadir pesawat kepresidenan Boeing 737-800 di era Presiden SBY, sebagian NAS-332 Super Puma nampak menggunakan alur liver yang serupa, putih dengan kombinasi biru muda. Dan, masuk di era Pemerintahan Kedua Presiden Jokowi, nampak ada sentuhan baru dalam livery helikopter kepresidenan. (more…)

Dilirik TNI AL, PT DI Berpotensi Kembangkan N-219 Varian MPA

Sejak desain perdananya diperlihatkan ke publik, sudah muncul dugaan bahwa pesawat angkut ringan N-219 akan ideal bila dijadikan sebagai pesawat intai maritim. Rancangan N-219 yang mirip DHC-6 Twin Otter dengan desain sayap tinggi (high wing) tanpa ramp door, menjadikan desain N-219 punya peluang besar difungsikan sebagai maritime patrol aircraft (MPA), meneruskan tugas yang dahulu pernah diemban N22/N24 Nomad Puspenerbal TNI AL. (more…)