Punya bobot ringan dengan kemampuan manuver tinggi, ditambah berpemandu infrared yang menjadikan dapat dilepaskan secara fire and forget, beberapa rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) kini sukses dikonversi menjadi rudal udara ke udara. Sebut saja yang cukup terkenal FIM-92 Stinger besutan General Dynamics, rudal yang kondang ditangan pejuang Mujahidin ini berhasil dikonversi menjadi rudal udara ke udara sejak 1995. (more…)
Sebelum dua frigat – Perusak Kawal Rudal (PKR) RE Martadinata Class tuntas dalam proses dipersenjatai, maka predikat kapal perang dengan kemampuan sensor dan persenjataan tercanggih di Satuan Kapal Eskorta TNI AL masih disandang korvet Diponegoro Class (Sigma 9113) buatan Damen Schelde Naval Shipbuilding, Belanda. Dan diantara persenjataan yang ada di korvet tersebut, keberadaan peluncur rudal Mistral Tetral adalah yang menjadi ciri khas tersendiri. (more…)
Meski telah dilakukan sejumlah modernisasi, namun dirunut dari usia, ketiga korvet Fatahillah Class – KRI Fatahillah 361, KRI Malahayati 362 dan KRI Nala 363 sudah tak bisa dibilang muda lagi, pasalnya ketiga korvet buatan Wilton Fijenoord, Schiedam, Belanda ini sudah diterima Indonesia sejak 1979. Lewat perawatan yang baik dan modernisasi pada sistem sensor dan radar (di KRI Fatahillah 361 dan KRI Malahayati 362), kapal kombatan ini masih mampu memberikan efek deterens. (more…)
Foto Perusak Kawal Rudal KRI RE Martadinata 331 dengan tenda biru pada bagian haluan telah beredar luas di media sosial. Dengan posisi tenda yang menutupi area peluncur rudal hanud VLS (Vertical Launch System) dan area dudukan kanon reaksi cepat di depan anjungan, membuat publik menduga bahwa kapal kombatan andalan Satuan Kapal Eskorta (Satkor) ini tengah dalam proses instalasi kanon CIWS (Close In Weapon Sysrtem) Oerlikon Millenium 35 mm dan rudal hanud jarak sedang Mica VLS. Tapi benarkah dugaan warganet tersebut? (more…)
Selain digunakan oleh Arhanud TNI AD, rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) MBDA Mistral juga sudah cukup lama dioperasikan oleh TNI AL, khususnya pada kapal perang jenis korvet dan frigat. Sebagai MANPADS, sudah barang tentu kodrat rudal ini untuk menggasak sasaran di udara. Namun, ada kabar terbaru datang dari Perancis, bahwa pihak MBDA belum lama ini telah memvalidasi kemapuan rudal Mistral dalam dual role capability.(more…)
Meski proses yang dilalui terbilang panjang, namun ada kabar baik seputar pengadaan alutsista untuk flagship TNI AL, yaitu PKR (Perusak Kawal Rudal) RE Martadinata Class. Di Indo Defence 2018, telah ada titik lebih terang perihal rudal hanud Mica VLS (Vertical Launching System) yang bakal melengkapi kapal perang andalan di kelas frigat tersebut. (more…)
Ini bukan pertama kali rudal Mistral diuji tembak, namun pada ajang Latihan Menembak Senjata Berat (Latbakjatrat) yang berlangsung Rabu (26/9/2018) di Ambal, Kebumen, Jawa Tengah, untuk pertama kalinya dua rudal Mistral yang diluncurkan dari dua platform berbeda ditembakkan. Seperti diketahui, Arhanud TNI AD mengoperasikan Mistral dalam kendaraan Pindad Komodo 4×4 Missile Launcher dan Mistral pada Multi Purpose Combat Vehicle (MPCV) yang diluncurkan dengan RCWS (Remote Control Weapon Station). (more…)
Karena merupakan hajatan besar berskala internasional, urusan pengamanan dalam Asian Games 2018 menjadi perhatian utama dari pemerintah. Dan diantara elemen pengamanan yang melekat pada event yang berlangsung dari 18 Agustus sampai 2 September tersebut adalah keterlibatan elemen Artileri Pertahanan Udara (Arhanud). (more…)
Mistral Coordination Post (MCP) dikenal sebagai sistem mobile radar bagi satuan tembak (satbak) rudal Mistral. MCP punya peran sebagai wahana surveillance, command dan control dari baterai Mistral yang tersebar di sekitaran obyek pengamanan. Meski wujudnya hanya berupa kontainer kecil dalam platform truk Unimog, namun MCP dilengkapi radar X band yang mampu melakukan target detection, identification dan tracking pada sasaran sejauh 30.000 meter dengan ketinggian 4.000 meter. (more…)
Pasca pensiunnya rudal hanud Sea Cat di frigat Van Speijk Class TNI AL, maka untuk mengisi kekosongan arsenal pertahanan udara di frigat buatan Belanda tersebut dipilihkan rudal Mistral buatan MBDA, Perancis. Persisnya rudal Mistral di Van Speijk mengusung platform (firing post) Simbad, yang terdiri dari dua peluncur. Di setiap frigat Van Speijk Class setidaknya ada dua pucuk platform Simbad yang ada di atas area hanggar. (more…)