Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Strategi Diskon Berhasil! Peru Resmi Pilih F-16 Block 70 Viper, Lockheed Martin Singkirkan Rafale dan Gripen

Teka-teki mengenai pemenang tender jet tempur baru Angkatan Udara Peru (FAP) akhirnya terjawab secara resmi. Lockheed Martin menyambut gembira pengumuman Pemerintah Peru yang telah memutuskan untuk mengakuisisi 12 unit F-16 Block 70 Viper baru.

Baca juga: Diskon 50%! Strategi F-16 Viper Lockheed Martin Depak Rafale dan Gripen dari Peru

Keputusan ini menandai babak baru dalam modernisasi kekuatan udara Peru sekaligus mengonfirmasi keberhasilan strategi “agresif” Amerika Serikat untuk mendominasi pasar jet tempur di Amerika Latin.

Melansir siaran pers resmi Lockheed Martin pada 23 April 2026, pemilihan F-16 Block 70 ini disebut sebagai langkah strategis Peru untuk memperkuat kedaulatan udara dan keamanan regional. Sebagai varian tercanggih dari keluarga Fighting Falcon, Block 70 menawarkan teknologi radar AESA APG-83 yang memberikan kesadaran situasional tingkat tinggi bagi pilot, serta sistem persenjataan modern yang telah teruji di berbagai medan tempur. Selain itu, Block 70 memiliki masa pakai struktural terlama dan biaya siklus hidup terendah di kelasnya.

“Pilihan Peru terhadap F-16 menggarisbawahi kinerja operasional dan rekam jejak tempur pesawat yang tak tertandingi,” ujar Mike Shoemaker, Vice President of Integrated Fighter Group di Lockheed Martin. Ia juga menambahkan bahwa akuisisi ini akan memperkuat kemitraan strategis jangka panjang antara Peru dan Amerika Serikat, termasuk peluang kolaborasi industri pertahanan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi bagi kedua negara.

Angkatan Udara Venezuela – Transformasi dari Jet Tempur F-16 Fighting Falcon ke Sukhoi Su-30MK2

Sebelumnya, persaingan di Peru sempat memanas karena kehadiran Dassault Rafale dari Perancis dan Saab Gripen dari Swedia yang menawarkan paket teknologi canggih. Namun, strategi Amerika Serikat yang dikabarkan menawarkan “diskon hingga 50%” melalui skema pendanaan luar negeri dan dukungan operasional total, tampaknya menjadi faktor penentu yang tidak bisa ditolak oleh Lima. Dengan bergabungnya Peru, kini terdapat 30 negara di dunia yang mengoperasikan armada F-5 yang totalnya mencapai lebih dari 2.800 unit secara global.

Seluruh 12 unit F-16 Block 70 pesanan Peru ini nantinya akan diproduksi di fasilitas manufaktur Lockheed Martin di Greenville, South Carolina. Bagi Peru, kehadiran Viper bukan sekadar penambahan alutsista, melainkan transformasi total dari armada tempur mereka menuju standar interoperabilitas NATO yang lebih tinggi.

Kemenangan Lockheed Martin di Peru ini sekaligus mengirimkan pesan kuat kepada para kompetitornya bahwa dominasi F-16 di pasar jet tempur mesin tunggal masih sangat sulit untuk digoyahkan. (Gilang Perdana)

Sempat Tertunda, Lockheed Martin Akhirnya Luncurkan Unit Perdana F-16 Viper Produksi Baru ke Taiwan

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *