Jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation memiliki kemampuan bertahan hidup yang tinggi di ruang udara modern meskipun statusnya bukan pesawat siluman murni (true stealth) seperti F-35 buatan Lockheed Martin. Karakteristik Rafale lebih tepat dijuluki sebagai pesawat dengan jejak radar rendah (discreet aircraft), di mana deteksi radar musuh terhadapnya dapat ditekan seminimal mungkin. (more…)
Dinamika industri pertahanan Eropa kembali diguncang oleh perselisihan antara dua raksasa dirgantara utamanya. CEO Dassault Aviation, Eric Trappier, secara terbuka mengonfirmasi adanya keretakan baru dengan Airbus terkait proyek pesawat tanpa awak multinasional, Eurodrone. (more…)
Direktorat Jenderal Persenjataan Perancis (DGA) secara resmi telah menyerahkan unit ke-50 sekaligus jet tempur terakhir yang menerima program modernisasi paruh waktu atau Mid-Life Upgrade (RMV) kepada Angkatan Udara dan Antariksa Perancis pada 16 Juni lalu. (more…)
Kabar mengejutkan datang dari industri pertahanan Eropa setelah proyek jet tempur generasi keenam Future Combat Air System (FCAS) resmi dibubarkan oleh Jerman dan Perancis. Kolapsnya megaproyek ini dipicu oleh perselisihan industri yang tak dapat ditahan antara Dassault Aviation selaku motor utama Perancis dan Airbus Defence and Space yang mewakili kepentingan Jerman dan Spanyol. (more…)
Netizen yang budiman tentu sering mendengar istilah jet tempur multirole atau multiperan. Istilah ini melekat erat pada jet tempur legendaris seperti F-16 Fighting Falcon besutan Amerika Serikat. Namun, saat pabrikan dirgantara Perancis, Dassault Aviation, merilis jet tempur andalan mereka, Rafale, mereka menolak label tersebut dan memperkenalkan kosakata baru yang terdengar asing bagi sebagian orang, yakni “Omnirole”. (more…)
Ambisi besar benua biru untuk melahirkan jet tempur generasi keenam secara mandiri akhirnya resmi menemui ajal. Setelah melewati drama perselisihan, ego politik, dan ketegangan industri yang berlarut-larut selama bertahun-tahun, Pemerintah Jerman dan Perancis dilaporkan telah sepakat untuk membatalkan proyek Future Combat Air System (FCAS). (more…)
Perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan terkemuka asal Perancis, Safran, mengumumkan rencana ambisius untuk memproduksi sebanyak 1.400 unit bom pintar terpandu dari keluarga AASM (Armement Air-Sol Modulaire – Air-to-Ground Armament) Hammer (Highly Agile Modular Munition Extended Range) sepanjang tahun 2026. (more…)
Dinamika proyek jet tempur generasi keenam di Eropa kini tengah memasuki babak yang sangat krusial sekaligus penuh drama politik. Krisis anggaran dan ketidakpastian politik yang membayangi proyek Global Combat Air Programme (GCAP) bentukan Inggris, Italia, dan Jepang—sebagaimana telah diulas dalam artikel indomiliter.com sebelum ini—ternyata memiliki kemiripan nasib yang sangat kental dengan proyek rivalnya di daratan Eropa, yaitu Future Combat Air System (FCAS) yang digarap oleh Perancis, Jerman, dan Spanyol. (more…)
Pemandangan di apron VVIP Lanud Halim Perdanakusuma pada Senin, 18 Mei 2026, menyajikan pembuktian kemitraan strategis antara Indonesia dan Perancis. Bersamaan dengan upacara penyerahan bersejarah enam unit jet tempur omnirole Dassault Rafale batch pertama oleh Presiden Prabowo Subianto untuk Skadron Udara 12, Kementerian Pertahanan dan TNI AU menampilkan perdana kekuatan baru armada angkut VVIP/Kodal (Komando Pengendalian), yaitu empat unit pesawat jet bisnis Dassault Falcon 8X. (more…)
Teka-teki mengenai paket persenjataan utama yang akan melengkapi jet tempur Rafale pesanan Indonesia akhirnya terjawab tuntas melalui sebuah kejutan besar pada hari ini, Senin 18 Mei 2026. Bertempat di apron VVIP Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyerahkan batch pertama yang terdiri dari enam unit jet tempur omnirole Rafale untuk memperkuat Skadron Udara 12. (more…)