Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Solusi ‘Anti Tekor’ Perancis: Kembangkan Roket Guided 68mm Anti Drone untuk Rafale dan Tiger

Pengalaman tempur Angkatan Udara Perancis di Uni Emirat Arab (UEA) awal tahun 2026 menjadi titik balik penting dalam strategi Counter-Unmanned Aerial Systems (C-UAS). Meski Rafale dan helikopter Tiger sukses merontokkan drone Shahed asal Iran, muncul dilema ekonomi yang nyata: penggunaan rudal MICA seharga €600 ribu hingga $1 juta untuk menjatuhkan drone senilai $20 ribu menciptakan rasio biaya (cost-exchange ratio) yang sangat tidak sehat, yakni mencapai 50:1.

Baca juga: Rafale Perancis Rontokkan 60 Drone di UEA: Menang Teknologi, Namun ‘Tekor’ Harga Rudal MICA

Menanggapi hal di atas, Direktorat Jenderal Persenjataan Perancis (DGA) pada 23 April 2026 resmi mengumumkan pengembangan roket berpemandu laser 68 mm sebagai solusi “anti-tekor”.

Langkah ini diambil untuk menutup celah engagement kritis yang selama ini terabaikan. Saat ini, sistem kanon 30 mm pada helikopter Tiger hanya efektif hingga jarak 2,5 km, sementara rudal MICA atau Mistral biasanya digunakan untuk sasaran di atas 10 km. Kondisi ini menyisakan zona intermediate antara 2 hingga 5 km yang kosong dari solusi berbiaya rendah.

Roket 68 mm baru, yang kemungkinan berbasis pada sistem Aculeus LG, dirancang khusus untuk mengisi celah tersebut, memungkinkan intersepsi dilakukan jauh sebelum drone memasuki zona pertahanan dalam (inner defense) pada jarak 6 km.

Secara teknis, roket Aculeus LG memiliki panjang 1,4 meter dengan berat 8,8 kg. Keunggulan utamanya terletak pada sistem Semi-Active Laser (SAL) yang dikembangkan Safran dan data link dari Thales. Berbeda dengan roket tanpa pemandu (SNEB) yang memerlukan berondongan banyak peluru untuk satu target, roket guided ini hanya membutuhkan satu shot untuk satu target.

Dengan akurasi terminal yang dikoreksi laser melalui targeting pod TALIOS pada Rafale, probabilitas penghancuran target meningkat hingga 35 kali lipat dibandingkan roket konvensional. Dari sisi ekonomi, harga per unit yang diestimasi antara $25.000 hingga $40.000 membuatnya sangat sepadan dengan nilai drone yang dihancurkan.

Rudal Mini Anti Drone SADM: Jerman Kucurkan 490 Juta Euro untuk Integrasi ke Skyranger 30

Integrasi alutsista ini dilakukan dengan kecepatan luar biasa melalui prosedur pengadaan yang dikompresi dari hitungan tahun menjadi bulan. Rafale nantinya akan membawa peluncur Telson 12 JF yang berisi 12 roket per pod, memungkinkan satu pesawat membawa 24 roket dan berpotensi menetralisir 24 drone dalam sekali sortie—meningkatkan efektivitas sortie hingga 800%.

Sementara pada helikopter Tiger, penggunaan teknologi induction-based ignition memungkinkan pemrogaman roket langsung melalui interface peluncur. Uji terbang perdana dijadwalkan pada Juni 2026, dengan ambisi pengerahan operasional hanya dalam hitungan bulan setelah uji coba selesai. (Bayu Pamungkas)

Roket 70mm dengan Kit Pemandu APKWS, Solusi Efektif dan Murah untuk Hancurkan Drone

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *