Drone Bayraktar Akinci Sukses Terbang dengan Muatan Senjata di Sembilan Hardpoint

Baykar Technologies terus menyempurkan uji coba pada drone kombatan bermesin dua (propeller) Bayraktar Akinci. Setelah pada 9 Juli 2021 sukses melakukan uji terbang dengan payload maksimum, yakni Akinci membawa NEB aircraft bomb yang bobotnya mencapai 870 kg dan muatan lain dengan total 1.360 kg, dengan terbang selama 13 jam 24 menit. Kini ada kabar terbaru dari Baykar Technologies, yang menyatakan bahwa Akinci telah menuntaskan fase uji terbang dengan membawa semua persenjataan pada pylon atau hardpoint.

Baca juga: Drone Bayraktar Akinci Sukses Terbang 13,5 Jam dengan Beban Tempur Penuh

Di akun Twitter resmi Baykar @BaykatTech, perusahaan memposting video yang menunjukkan Akinci B melalukan penerbangan dengan sembilan armed payload stations. Drone ini mampu melakukan penerbangan dengan beberapa amunisi. Dalam video singkat tersebut diperlihatkan Akinci membawa amunisi Teber-82 yang dirancang secara lokal dan amunisi mini MAM-T, serta amunisi mini MAM-L dan MAM-C pada multiple launcher station dan HGK-82 pada medium weapon station.

Drone Akinci telah diuji dengan Teber-82 guidance kit yang diproduksi oleh Roketsan, sebuah perusahaan pertahanan Turki. Roketsan memproduksi MAM (laser-guided smart micro munitions), sistem berpemandu laser untuk drone bersenjata, pesawat serang ringan, dan pesawat tempur. MAM-C adalah varian munisi degan ledakan tinggi, sedangkan MAM-L adalah varian termobarik. Anggota terbaru dari keluarga produk Smart Micro Munition (MAM) Roketsan adalah varian jarak jauh yang dikenal sebagai MAM-T.

Sementara HGK-82 adalah GPS/INS guidance kit yang mengubah bom serba guna MK82 menjadi senjata bom pintar udara ke permukaan. HGK-82 dikembangkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Industri Pertahanan Dewan Riset Ilmiah dan Teknologi Türkiye (TÜBITAK).

Selama penerbangan uji terbaru ini, drone Akinci membawa tiga Teber-82, satu HGK-82, dua MAM-L, MAM-C, dan MAM-T. Berat keseluruhan payload selama penerbangan uji adalah sekitar 1.230 kilogram. Selanjutnya, pekerjaan integrasi senjata baru untuk Akinci masih akan berlangsung.

Sementara itu, pada 24 Agustus 2022, Ismail Demir, kepala Kepresidenan Industri Pertahanan (SSB), mengumumkan bahwa Angkatan Udara Turki telah menerima tiga unit drone kombatan Akinci. Terkaitnya banyaknya pesanan yang ditangani, Baykar baru-baru ini mengungkapkan bahwa mereka dapat memproduksi 20 unit drone setiap bulan dan memiliki backlog tiga tahun. Perusahaan itu saat ini sedang dalam proses membangun fasilitas baru di Ukraina, khususnya untuk memproduksi drone kombatan Bayraktar TB2.

Akinci, yang mengacu pada “Raider” dalam bahasa Turki, adalah drone dengan kualifikasi HALE (High Altitude Long Endurance). Drone ini dapat melakukan operasi serangan udara-ke-darat dan udara-ke-udara. Akinci memiliki panjang 12,2 meter, tinggi 4,1 meter, dan memiliki lebar sayap 20 meter. Berat lepas landasnya adalah 5.500 kilogram, dengan muatan maksimum 1.350 kilogram, dan dapat terbang pada ketinggian 40.000 kaki (12.192 meter).

Baca juga: Warganet Turki Bangga, Drone Akinci Jadi Lawan Tanding Sukhoi Su-75 Checkmate

Drone ini dilengkapi dengan sensor electro-optic/infrared/laser designation (EO/IR/LD), radar multi-mode active electronically scaned array (AESA), dan sistem signal intelligence (SIGINT). Drone Akinci engumpulkan dan memproses data dari sensor dan kamera onboard menggunakan fitur kecerdasan buatan yang kuat. (Gilang Perdana)

5 Comments