F-5 Tiger II Iran Dikabarkan Tembus Pertahanan Udara AS, Bukti Ketangguhan Jet Tempur Tua ‘Menolak Punah’

Sebuah laporan mengejutkan baru-baru ini mencuat ke permukaan melalui laporan media internasional, NBC News, yang menyebutkan bahwa kerusakan instalasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah akibat serangan Iran jauh lebih besar daripada yang selama ini dipublikasikan secara resmi.
Namun, poin yang paling mencuri perhatian para analis militer adalah klaim mengenai keterlibatan sebuah jet tempur legendaris, F-5 Tiger II, milik Angkatan Udara Iran (IRIAF). Pesawat era Perang Dingin tersebut dikabarkan berhasil menyusup dan menembus sistem pertahanan udara AS yang dikenal sangat canggih, memicu kerugian material yang diprediksi mencapai miliaran dollar AS. Salah satunya dikabarkan F-5 Tiger telah mengambil peran dalam babak awal serangan ke basis militer AS di Kuwait.
Kehadiran F-5 dalam palagan modern ini seolah menjadi antitesis bagi dominasi jet tempur siluman generasi kelima. Iran sendiri mulai mendatangkan armada F-5 Tiger pada era 1960-an dan 1970-an di bawah pemerintahan Shah Iran. Saat itu, Teheran menerima sekitar 166 unit varian F-5A/B Freedom Fighter dan kemudian versi yang lebih canggih, F-5E/F Tiger II.
Meskipun sempat diprediksi akan lumpuh akibat embargo suku cadang pasca-Revolusi 1979, industri dirgantara Iran justru membuktikan kemampuannya untuk bertahan. Hingga saat ini, diperkirakan masih ada sekitar 30 hingga 50 unit F-5 yang tetap operasional di bawah panji IRIAF, menjadikannya salah satu operator F-5 paling gigih di dunia selain Taiwan dan Swiss.
Iran has inflicted significantly more damage on U.S. military bases in the Middle East than publicly disclosed.
U.S. installations and equipment in Gulf countries were repeatedly attacked, including by an Iranian F-5 fighter that penetrated American air defenses.
The damage is… pic.twitter.com/cSFU1GlcrT
— Clash Report (@clashreport) April 25, 2026
Kemampuan F-5 Iran untuk tetap “menggigit” di tengah agresi adalah buah dari kemandirian industri pertahanan lokal melalui skema reverse engineering. Iran telah melakukan pemutakhiran besar-besaran terhadap sistem avionik, radar, dan persenjataan pada platform F-5.
Tidak hanya sekadar merawat, Iran bahkan berhasil mengembangkan varian “kloning” yang lebih canggih seperti HESA Saeqeh yang memiliki ciri khas twin tail (sirip tegak ganda) untuk meningkatkan manuverabilitas, serta HESA Kowsar yang merupakan versi F-5 dengan sistem avionik digital sepenuhnya dan kokpit modern (glass cockpit). Kowsar diklaim sebagai jet tempur generasi keempat hasil karya mandiri yang mampu membawa rudal udara-ke-udara jarak pendek hingga menengah buatan domestik.
Kowsar: Bukti ‘Kecintaan’ Iran pada Rancang Bangun Northrop F-5
Momen keberhasilan F-5 yang menembus pertahanan udara AS ini menunjukkan bahwa dalam perang asimetris, taktik dan integrasi sistem senjata lokal seringkali lebih menentukan daripada sekadar kecanggihan teknologi di atas kertas. Penggunaan profil terbang rendah (low level flight) yang dipadukan dengan penguasaan medan lokal diduga menjadi kunci keberhasilan
“Si Macan” tua ini untuk menghindari radar musuh. Bagi industri pertahanan global, kasus Iran ini menjadi pengingat bahwa dengan dukungan riset domestik yang kuat, platform alutsista lama masih bisa menjadi ancaman serius bagi kekuatan militer yang jauh lebih modern di abad ke-21. (Gilang Perdana)
Terkuak! Label Identitas ‘Asli’ Amerika Serikat di Jet Tempur Kowsar Iran


