
Korea Utara kembali menghentak kawasan dengan mengonfirmasi bahwa rangkaian uji coba senjata selama tiga hari terakhir melibatkan sistem mutakhir yang mematikan, termasuk rudal balistik berhulu ledak amunisi tandan (cluster bomb). Langkah ini dipandang sebagai upaya Pyongyang untuk memperluas jangkauan kekuatan berkemampuan nuklirnya guna mengimbangi kekuatan Korea Selatan. (more…)

Memasuki pekan ketiga Maret 2026, Teheran meluncurkan taktik baru yang membuat baterai Iron Dome dan Arrow bekerja ekstra keras, yaitu penggunaan rudal balistik dengan hulu ledak klaster (cluster munitions). Laporan terbaru menyebutkan bahwa hulu ledak ini berhasil menembus zona pemukiman padat di Tel Aviv hingga kawasan reaktor nuklir Dimona. (more…)

Gelombang penguatan militer besar-besaran oleh sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah terus berlanjut. Menyusul langkah Kuwait yang memborong radar canggih LTAMDS, kini giliran Uni Emirat Arab (UEA) yang mendapatkan lampu hijau untuk pengadaan paket persenjataan udara besar-besaran. (more…)

Komando Sentral Amerika Serikat (US CENTCOM) telah mengonfirmasi penggunaan perdana bom penghancur bunker (bunker buster) terbaru, GBU-72/B Advanced 5K, dalam serangkaian serangan udara yang ditargetkan ke wilayah Iran. Langkah ekstrem ini diambil sebagai respons langsung terhadap keberadaan “Kota Rudal”—jaringan fasilitas bawah tanah masif milik Teheran yang berfungsi sebagai pusat penyimpanan dan peluncuran rudal balistik serta drone serang. (more…)

Langit di atas pangkalan udara RAF Fairford, Inggris, mendadak terasa lebih “berat” dari biasanya. Bukan karena cuaca, melainkan karena aktivitas tak biasa yang dilakukan kru darat (ground crew) Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF). Di bawah pengamatan tajam lensa kamera para jurnalis dan pengamat militer, personel USAF terlihat sibuk membongkar sistem peluncur rudal jelajah dari perut pengebom strategis B-1B Lancer, lalu menggantinya dengan deretan bom pandu presisi GBU-31 JDAM seberat 2.000 pon. (more…)

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat secara resmi mengaktifkan ketentuan darurat dalam undang-undang Arms Export Control Act (AECA) untuk mempercepat penjualan 12.000 unit bom udara ke Israel. Kesepakatan senilai US$151,8 juta ini dilakukan dengan memangkas prosedur peninjauan standar Kongres guna merespons kebutuhan mendesak sekutu utamanya di Timur Tengah. (more…)

Sebuah insiden yang tidak biasa kini tengah menyita perhatian militer Belanda, persisnya Angkatan Udara Kerajaan Belanda (RNLAF) terpaksa mengerahkan tim ahli penjinak bahan peledak (EOD) untuk menyisir kawasan di sekitar Pangkalan Udara Volkel. Pencarian intensif ini dilakukan guna menemukan sebuah bom pintar aktif jenis GBU-49 Enhanced Paveway II yang dilaporkan hilang atau terlepas secara tidak sengaja dari jet tempur siluman F-35A pada tahun 2023 silam. (more…)

Masih dalam suasana musim dingin, ada kabar Rusia telah memecahkan rekor serangan udara bulanan sejak awal operasi militernya. Berdasarkan data pemantauan terbaru dari pihak Ukraina, militer Rusia disebut telah menjatuhkan sebanyak 5.717 bom udara hanya dalam kurun waktu satu bulan, yakni Januari 2026. (more…)

Ketegangan geopolitik di kawasan Amerika Latin mencapai titik baru setelah muncul laporan mengenai keterlibatan aset udara canggih Amerika Serikat dalam operasi militer di Venezuela. Fokus utamamnya adalah penggunaan amunisi presisi AGM-154C-1 Joint Standoff Weapon (JSOW), yang dikabarkan menjadi instrumen kunci dalam serangan terhadap target-target strategis bernilai tinggi. (more…)

Angkatan Udara Thailand (RTAF) telah mengonfirmasi penggunaan jet tempur F-16A Fighting Falcon dalam serangkaian serangan udara taktis terhadap sasaran militer Kamboja di dekat perbatasan pada 7 Desember 2025. Salah satu sasaran utama adalah kompleks Kasino Chong Arn Ma di seberang Distrik Nam Yuen, Provinsi Ubon Ratchathani. (more…)