Duet Maut Eurofighter Typhoon: Airbus Racik Valkyrie Jadi ‘Loyal Wingman’ Pintar Berotak AI Eropa

Airbus Defence and Space kini tengah tancap gas untuk mengubah peta kekuatan udara Jerman. Di fasilitas Manching, Munchen, dua unit jet tempur tanpa awak XQ-58A Valkyrie buatan Kratos tengah “disekolahkan” oleh Airbus. Bukan sekadar drone biasa, kedua pesawat ini sedang diintegrasikan dengan sistem misi berdaulat Eropa untuk menjadi pendamping tempur setia (Loyal Wingman) bagi armada Eurofighter Typhoon pada tahun 2029.
Targetnya jelas: memberikan daya gempur tambahan bagi Luftwaffe (AU Jerman) melalui konsep UCCA (Uncrewed Collaborative Combat Aircraft) tanpa harus memulai pengembangan dari nol yang memakan waktu dan biaya selangit.
Yang membuat Valkyrie versi Airbus ini mengerikan bukan hanya kemampuannya terbang, melainkan sistem misinya yang disebut MARS (Multiplatform Autonomous Reconfigurable and Secure). Di dalamnya, terdapat perangkat lunak berbasis AI bernama MindShare.
Teknologi ini bertindak sebagai otak digital yang tidak hanya menggantikan peran pilot, tapi sanggup mengoordinasikan kawanan drone tempur untuk bekerja secara kolektif. Dengan MindShare, Valkyrie dapat berbagi beban kerja dengan Eurofighter, menjalankan perintah secara otonom, dan merespons ancaman di medan tempur secepat kilat.
Airbus Pamer Konsep Loyal Wingman Baru untuk Eurofighter Typhoon, Digadang Terbang di Tahun 2030
Dalam skenario tempur masa depan, Eurofighter Typhoon tidak lagi bertarung sendirian. Pesawat ini akan bertindak sebagai “pesawat komando” atau konduktor yang mengendalikan kawanan Valkyrie di garis depan. Untuk mewujudkan hal ini, Airbus dan Rafael meningkatkan kemampuan Litening 5 Advanced Targeting Pod milik Eurofighter agar memiliki konektivitas lintas platform yang super cepat.
Valkyrie akan mengambil peran “ujung tombak” dalam misi-misi paling berbahaya yang terlalu berisiko bagi pilot manusia—seperti menembus zona pertahanan udara musuh atau menjalankan misi kinetik dan non kinetik di wilayah lawan.
Dari lembar spesifikasi, Valkyrie punya jangkauan operasional fenomenal lebih dari 5.000 kilometer, memungkinkan operasi jarak jauh, serta mampu terbang hingga 45.000 kaki untuk menghindari deteksi dini. Valkyrie mengusung konsep affordable mass, dibangun untuk diproduksi dalam jumlah besar dengan harga terjangkau, memberikan keunggulan kuantitas yang mematikan di medan perang modern.
Dengan panjang 9,1 meter dan bobot lepas landas 3 ton, Valkyrie adalah perpaduan antara kecepatan, daya tahan, dan kecerdasan buatan. Airbus menjadwalkan penerbangan perdana varian Eropa ini pada akhir 2026, menandai era baru di mana pilot Eurofighter akan memiliki “pengawal” tanpa awak yang siap bertempur hingga titik darah penghabisan di samping mereka. (Bayu Pamungkas)
Saab dan Airbus Jajaki Kerja Sama Pengembangan Loyal Wingman untuk Gripen E dan Eurofighter Typhoon


