Misteri Kedatangan Helikopter Serang Ka-52 Cina: Benarkah Pengiriman Dimulai atau Sekadar Rekayasa Digital?

Kabar mengenai pengiriman helikopter serang Kamov Ka-52M “Alligator” dari Rusia ke Cina kembali mencuat ke permukaan setelah sejumlah foto yang memperlihatkan helikopter tersebut dalam balutan atribut livery Tentara Pembebasan Rakyat Cina (PLA) beredar luas di internet.
Baca juga: Bocoran Dokumen: Cina Incar 48 Unit Ka-52M Rusia, Ancaman bagi Industri Moskow?
Spekulasi ini segera menghubungkan visual tersebut dengan kontrak tahun 2021, di mana Beijing dilaporkan memesan 36 unit varian Ka-52K “Katran” yang dikhususkan untuk operasi di kapal induk dan kapal serbu amfibi.
Minat Cina terhadap platform helikopter serang ini didorong oleh fitur-fitur teknis yang belum mampu diproduksi secara massal oleh industri domestik mereka, seperti sistem kursi lontar (ejection seat) yang menjamin keselamatan pilot di tengah pertempuran intensitas tinggi, serta desain rotor koaksial yang memberikan stabilitas mumpuni untuk operasi di dek kapal.
Selain itu, performa mesin yang kuat dan keberhasilan operasionalnya dalam konflik di Ukraina menjadikan Ka-52 sebagai aset yang sangat diinginkan untuk memperkuat proyeksi kekuatan amfibi Cina di kawasan Pasifik.

Namun, antusiasme terhadap foto-foto tersebut segera disambut dengan skeptisisme tajam dari para analis pertahanan. Setelah dilakukan verifikasi mendalam, muncul indikasi kuat bahwa bukti visual yang beredar merupakan hasil rekayasa digital. Salah satu kejanggalan utama terlihat pada unit dengan nomor lambung LH96101, di mana posisi marka dan simbol militernya tidak konsisten pada beberapa sudut pengambilan gambar.
Terlebih lagi, identitas nomor lambung tersebut diketahui telah digunakan oleh helikopter serang domestik Cina, WZ-10. Kejanggalan lain muncul pada foto helikopter dengan nomor LH5854 yang kualitas gambarnya sangat rendah dan penuh sensor. Secara teknis, kode “LH” merujuk pada unit penerbangan Angkatan Darat (Army Aviation), sedangkan pesanan Ka-52K secara logis seharusnya dialokasikan untuk Angkatan Laut dengan pola penomoran yang berbeda.
First image of Ka-52 in chinese colours? pic.twitter.com/XEKe4Vdu7W
— mack8 (@Mack8miltech) April 28, 2026
Melihat banyaknya anomali tersebut, besar kemungkinan bahwa foto-foto yang viral di media sosial tersebut adalah hasil manipulasi perangkat lunak penyunting foto atau dihasilkan oleh teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dirancang agar terlihat masuk akal.
Meski kebutuhan Cina untuk memproduksi model serupa atau mengintegrasikan teknologi Ka-52 ke dalam proyek masa depan mereka tetap menjadi agenda strategis, hingga saat ini belum ada bukti otentik yang mengonfirmasi bahwa pengiriman fisik helikopter tersebut telah dilakukan. Dengan demikian, status pengiriman unit Ka-52 di bawah kesepakatan tahun 2021 tetap belum terverifikasi secara resmi. (Gilang Perdana)
Inilah К-37-800М – Kursi Pelontar di Helikopter Serang Kamov Ka-50/Ka-52


