Resmi! Gandeng Saab, Perancis Perkuat Mata Udara Lewat GlobalEye Gantikan Armada AWACS

Setelah melalui proses evaluasi yang panjang dan ketat, Pemerintah Perancis secara resmi mengumumkan keputusan untuk memesan dua unit pesawat Airborne Early Warning & Control (AEW&C) GlobalEye buatan perusahaan pertahanan Swedia, Saab. Kesepakatan ini juga mencakup opsi tambahan untuk dua unit lagi di masa depan, yang bertujuan untuk menggantikan armada legendaris namun menua, Boeing E-3F Sentry (AWACS).
Baca juga: Gantikan E-3F Sentry, Perancis Kaji Akuisisi Saab GlobalEye untuk Next Generation AEW&C
Angkatan Udara dan Antariksa Perancis (Armée de l’Air et de l’Espace) telah lama mengandalkan empat unit E-3F Sentry yang dibeli pada era 1990-an. Namun, dengan meningkatnya ketegangan di sayap timur Eropa dan kebutuhan untuk mendeteksi ancaman modern seperti rudal hipersonik serta pesawat siluman, teknologi radar mekanik pada E-3F dianggap sudah usang. Perancis membutuhkan “laboratorium terbang” yang mampu memproses data masif secara real-time dan terintegrasi dengan jet tempur Rafale mereka.
Pemerintah Perancis mengalokasikan dana sekitar 1,5 miliar Euro (sekitar US$1,6 miliar) untuk fase awal pengadaan ini. Nilai tersebut tidak hanya mencakup harga dua unit fisik pesawat GlobalEye, tetapi juga paket lengkap yang meliputi penyediaan suku cadang dan dukungan logistik awal selama beberapa tahun, sistem pelatihan untuk kru darat dan operator radar, dan integrasi khusus sistem komunikasi terenkripsi milik militer Perancis agar dapat terhubung langsung secara real-time dengan jet tempur Rafale.
Proses pemilihan ini berlangsung sangat kompetitif. Sebelum menjatuhkan pilihan pada GlobalEye, Perancis mempertimbangkan beberapa opsi:
Boeing E-7 Wedgetail
Kandidat terkuat dari AS yang sudah diadopsi oleh Inggris, NATO, dan Australia. Meskipun sangat mumpuni, E-7 dianggap terlalu mahal secara operasional dan memiliki ketergantungan teknologi yang sangat tinggi pada Amerika Serikat.
Upgrade E-3F Sentry
Opsi untuk memodernisasi armada lama sempat dibahas, namun biaya perbaikan struktur pesawat dan penggantian radar dianggap tidak efisien untuk jangka panjang.
Saab Kirim Unit Kelima (Terakhir) Pesawat Intai AEW&C GlobalEye Pesanan Uni Emirat Arab
Evaluasi Perancis menunjukkan bahwa GlobalEye menawarkan keseimbangan sempurna antara performa radar canggih dengan biaya operasional yang jauh lebih rendah karena menggunakan platform jet bisnis Bombardier Global 6000/6500. Selain itu, Saab menawarkan fleksibilitas integrasi sistem misi yang memungkinkan Perancis memasukkan algoritma dan teknologi enkripsi lokal, sehingga tetap menjaga kedaulatan data militer mereka.
Sebagai negara dengan industri kedirgantaraan raksasa melalui Dassault dan Airbus, banyak yang bertanya mengapa Perancis tidak membangun pesawat AEW&C sendiri. Jawabannya adalah Waktu dan Biaya.
Membangun radar Active Electronically Scanned Array (AESA) raksasa dan mengintegrasikannya ke platform baru membutuhkan riset miliaran Euro dan waktu lebih dari satu dekade. Selain itu, mengembangkan sistem AEW&C dari nol memiliki risiko kegagalan teknis yang tinggi. Dengan memilih GlobalEye, Perancis mendapatkan produk yang sudah teruji (off-the-shelf) namun tetap bisa disesuaikan dengan kebutuhan nasional mereka.
Pilihan Perancis diperkuat oleh rekam jejak GlobalEye di tangan Uni Emirat Arab (UEA) sebagai operator pertama di dunia. GlobalEye bukan sekadar pesawat radar biasa; ia adalah solusi “Multi-Domain”.
Radar Erieye ER pada GlobalEye menggunakan teknologi Gallium Nitride (GaN), radar ini mampu mendeteksi target sekecil drone atau jet siluman dari jarak lebih dari 550 km. Berbeda dengan AWACS tradisional yang fokus pada udara, GlobalEye dapat melakukan pengawasan udara, darat, dan laut secara simultan. Ia bisa melacak kapal di samudera dan pergerakan tank di darat dalam satu waktu.
Indonesia Akuisisi Pesawat AEW&C, Pilih Model Antena Rotodome atau Antena Tegak?
Berbasis jet bisnis jarak jauh, pesawat ini mampu terbang hingga 11 jam nonstop, memberikan cakupan pengawasan yang luas tanpa sering melakukan pengisian bahan bakar di udara.
Keputusan Perancis membeli GlobalEye adalah langkah pragmatis namun visioner. Dengan menggandeng Saab, Perancis tidak hanya mendapatkan teknologi radar terbaik di kelasnya, tetapi juga memastikan bahwa mereka tetap memiliki kendali penuh atas sistem pertahanan mereka sendiri tanpa sepenuhnya bergantung pada teknologi Amerika Serikat.
Mengingat proses integrasi sistem nasional Perancis yang cukup kompleks pada platform jet bisnis Bombardier Global 6500, penyerahan unit pertama dijadwalkan akan dilakukan pada tahun 2030, dan unit kedua menyusul pada tahun 2031. (Gilang Perdana)
Pengganti AWACS E-3 Sentry: Mengapa USAF Pilih E-2D Hawkeye, Bukan Boeing E-7 Wedgetail?
Related Posts
-
Meski Punya Kinerja Bagus dengan Reputasi Gemilang, Ini Alasan Boeing Hentikan Produksi C-17 Globemaster III
No Comments | Aug 8, 2024 -
LH-10 Guardian Surveillance: Pesawat Intai Ringan dengan Bobot 300 Kg!
14 Comments | Feb 14, 2016 -
Top Speed 55 Knots: USV Kraken K3 Masuk Jalur Produksi, Jawaban Rheinmetall untuk Perang Masa Depan
No Comments | Apr 22, 2026 -
Pantau Perbatasan, India Kembangkan Balon Udara Pengintai dengan Radar AESA, 100% Produksi Dalam Negeri
No Comments | Sep 7, 2025



Gak aneh, lihat tuh kasus Kawasaki Heavy Industries, berarti ada something disitu dengan alasan transfer of technology
Kalo disini pilih pesawaf AEW buatan turki yg bahkan belum eksis, hanya satu kata……ANEH 🤞