Saab GlobalEye di Dubai AirShow 2019 (Foto: David Donald)
Setelah melalui proses evaluasi yang panjang dan ketat, Pemerintah Perancis secara resmi mengumumkan keputusan untuk memesan dua unit pesawat Airborne Early Warning & Control (AEW&C) GlobalEye buatan perusahaan pertahanan Swedia, Saab. Kesepakatan ini juga mencakup opsi tambahan untuk dua unit lagi di masa depan, yang bertujuan untuk menggantikan armada legendaris namun menua, Boeing E-3F Sentry (AWACS). (more…)
Operasional kapal induk Type 003 Fujian yang berkemampuan EMALS telah membawa kemajuan signifikan, terutama dengan kehadiran pesawat peringatan dini dan kontrol udara (AEW&C) Xian KJ-600. Laporan dan citra terbaru mengonfirmasi bahwa unit KJ-600 yang beroperasi di Fujian kini dilengkapi dengan modul antena di bawah fuselage (badan pesawat) yang secara luas diidentifikasi sebagai sistem setara Cooperative Engagement Capability (CEC). (more…)
Peta persaingan militer di Asia kembali mencuri perhatian dunia. Berdasarkan laporan terbaru dari World Directory of Modern Military Aircraft (WDMMA) tahun 2025, Angkatan Udara India (IAF) berhasil menyalip Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat Cina (PLAAF) dalam hal kekuatan tempur. India melonjak ke peringkat ketiga dunia, tepat di belakang Amerika Serikat dan Rusia, sebuah hasil yang memicu perdebatan sengit dan menegaskan bahwa kualitas telah mengalahkan kuantitas.
Untuk pertama kali dari kapal induk Type 003 Fujian, beredar rekaman video yang memperlihatkan secara jelas uji coba lepas landas dan pendaratan (take-off and landing) lewat sistem EMALS (Electromagnetic Aircraft Launch System) yang dilakukan pesawat peringatan dini AEW&C Xian KJ-600, jet tempur Shenyang J-15T dan jet tempur stealth Shenyang J-35B. (more…)
Keputusan Angkatan Udara AS (USAF) pada 26 Juni 2025, ibarat pukulan bagi Boeing Defense, Space & Security di segmen pesawat peringatan dini atau Airborne Warning and Control System (AWACS), pasalnya USAF telah menolak proposal Boeing untuk memasok E-7 Wedgetail sebagai pengganti E-3 Sentry yang akan dipensiunkan bertahap. (more…)
Pada tahun 2023, tiga vendor pertahanan papan atas bersatu dalam satu proyek, yakni Northrop Grumman, Lockheed Martin Skunk Works dan Raytheon Intelligence and Space, guna menawarkan pesawat komando dan kendali masa depan (next command and control aircraft) untuk Angkatan Laut AS (US Navy), yang akan digunakan sebagai “Doomsday Plane” jika pecah perang nuklir. (more…)
Uji terbang E-4C Survivable Airborne Operations Control (SAOC) “New Doomsday Plane” mulai dijalankan oleh Sierra Nevada Corporation (SNC) di Aviation Innovation and Technology Center di Dayton, Ohio. Sierra Nevada melakukan penerbangan perdana SAOC pada 7 Agustus 2025, sebagai bagian dari proses pengembangan rekayasa dan manufaktur program. (more…)
Entah pada akhirnya sukses dipasaran atau sebaliknya, manufaktur dirgantara harus mencoba peluang baru untuk mengembangkan produknya. Seperti Airbus Defence and Space (ADS), bila dahulu bersama Angkatan Laut Spanyol pernah mengembangkan A400M varian intai maritim dengan pemasangan rudal anti kapal, maka dari Paris Airshow 2025 (16 – 22 Juni) di Le Bourget, ada kabar bahwaAirbus punya harapan untuk menambahkan kemampuan A400M menjadi pesawat peperangan elektronik (electronic warfare/EW).
Meski tertinggal dari Cina, Amerika Serikat dan Swedia kini berkolaborasi dalam pengembangan drone dengan kemampuan intai peringatan dini – Unmanned Airborne Early Warning (UAEW) and Control. Dalam Paris Airshow 2025, dua perusahaan ternama, Saab dari Swedia dan General Atomics Aeronautical Systems, Inc. (GA-ASI) dari AS mengumumkan kemitraan strategis untuk mengembangkan solusi UAEW. (more…)
Ketika pertama kali debutnya diketahui pada tahun 2007, Shaanxi Aircraft Corporation (SAIC) KJ-200 langsung membetot perhatian dunia, pasalnya Cina telah membuktikan mampu menciptakan pesawat peringatan dini dan kontrol udara – Airborne Early Warning and Control (AEW&C) dengan desain antena tegak, yang sebelumnya populer digunakan oleh pesawat AEW&C buatan Swedia, Saab Erieye. (more…)