Gantikan E-3F Sentry, Perancis Kaji Akuisisi Saab GlobalEye untuk Next Generation AEW&C

Dioperasikan lebih dari 30 tahun, Angkatan Udara dan Luar Angkasa Perancis kini tengah mempersiapkan pesawat pengganti Boeing E-3 Sentry Airborne Early Warning and Control (AEW&C). Alih-alih mengarahkan pilihan pada platform pesawat komuter narrow body sekelas Boeing 737, Perancis kini tengah melakukan kajian untuk mengadopsi Saab GlobalEye yang mengadopsi platform pesawat jet bisnis Bombardier Global 6000.

Baca juga: AU Swedia Kirim Unit Perdana Bombardier Global 6000 yang Akan Dikoversi Jadi GlobalEye AEW&C

Dikutip meta-defense.fr, Perancis akan mempelajari Saab GlobalEye sebagai calon pengganti Boeing E-3 Sentry sebagai bagian dari pembaruan hubungan strategisnya dengan Swedia. Kedua negara menandatangani deklarasi pada 31Januari 2024 untuk meninjau kerja sama masa depan dalam pengawasan udara dan pertahanan.

Kemungkinan akuisisi Saab GlobalEye Swedia oleh Perancis, dipercaya akan menjadi salah satu topik utama yang dibahas oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron, pada kesempatan pidatonya dalam kunjungan resminya ke Swedia, yang dimulai pada tanggal 30 Januari, ketika Paris dan Stockholm akan memperdalam kerja sama industri mereka di bidang pertahanan.

Pada bulan Februari 1987 Inggris dan Perancis memesan pesawat E-3 dalam proyek bersama yang pengirimannya dimulai pada tahun 1991.Perancis mengoperasikan pesawat E-3F secara independen dari NATO.Perancis mengoperasikan empat pesawat, yang semuanya dilengkapi dengan mesin CFM56-2 yang lebih baru.

E-3F Sentry mengadopsi rotating radar dome (rotodome) jenis AN/APY-2, yakni jenis passive electronically scanned array radar system buatan Northrop Grumman. Sistem radar tiga dimensi ini dapat mengukur azimuth, jangkauan, dan ketinggian secara bersamaan.

E-3A AWACS US Air Force

Radar AN/APY-2 dari jenis Pulse-Doppler dapat menentukan kecepatan target yang dilacak. Sistem pengawasan ini mencakup radar multi-mode yang fleksibel, yang memungkinkan AWACS memisahkan target maritim dan udara. Radar ini memiliki pandangan 360 derajat, dan pada ketinggian operasi dapat mendeteksi target dari jarak 320 kilometer.

Antena radar AN/APY-2 ditempatkan pada rotodome berdiameter sekitar 9,14 meter dan tebal 1,83 meter di tengahnya. Rotodome pada radar ini berputar sekitar enam rpm selama operasi dan 0,25 rpm untuk melumasi mekanisme rotasi ketika radar tidak digunakan.

Ketimbang E-3F Sentry yang menggunakan plafform Boeing 707 dengan empat mesin, maka Saab GlobalEye dengan Bombardier Global 6000 (dua mesin jet) tampil lebih efisien – bukan radar dengan antena putar, namun dengan kinerja radar yang lebih unggul.

Bergenre airborne radar, sistem radar punuk GlobalEye mengadopsi teknologi AESA (Active Electronically Scanned Array) dapat mendeteksi obyek di permukaan laut dan daratan.

GlobalEye disebut juga Erieye ER (Extended Range), menawarkan keunggulan jangkauan deteksi lebih jauh dan waktu reaksi lebih cepat terhadap ancaman. GlobalEye punya low level coverage 10 kali lebih besar dari Erieye, dan early warning time yang meningkat hingga 20 menit.

KJ-2000 Mainring – AWACS Terbesar Cina yang Lahir Akibat Tekanan dan Embargo

GlobalEye dapat mengendus sasaran dalam jarak 200 – 400 km. Fitur baru yang ditawarkan di GlobalEye juga mencakup wide-area ground moving target indication (GMTI) radar modes. Dengan fitur GMTI, GlobalEye sanggup men-track laju kapal (boat) kecil yang melaju kencang, jetski, rudal jelajah, pesawat berkemampuan steatlh, dan periskop kapal selam yang muncul sedikit di permukaan saja dapat diketahui.

GlobalEye yang menggunakan basis pesawat Bombardier Global 6000 hanya membutuhkan waktu 45 menit untuk transit time pengisian logistik dan bahan bakar. Sementara startup system radar hanya butuh waktu kurang dari 15 menit. GlobalEye sanggup mengudara selama lebih dari 11 jam non stop. Pesawat ini juga sanggup lepas landas dan mendarat di bandara kecil, hanya dibutuhkan landas pacu kurang dari 2 km. (Gilang Perdana)

6 Comments