Tag: radar

Antisipasi Serangan Rudal Jelajah dan Balistik Hipersonik, Iran Punya Radar OTH Ghadir

Dengan tekanan dari Amerika Serikat dan Israel, Iran menyadari, bahwa cepat atau lambat bakal menghadapi serangan udara, dalam konteks kekinian, serangan yang berpotensi diterima Iran yaitu lewat penggunaan rudal jelajah dan rudal balistik, termasuk dalam kategori ini adalah rudal dengan kecepatan hipersonik. Menghadapi potensi ancaman yang setiap saat bisa terjadi, maka elemen kekuatan radar menjadi perhatian serius. (more…)

Perkuat Sinergitas, Amerika Serikat Tawarkan Hibah Radar Canggih AN/TPS-77 untuk Indonesia dan Malaysia

Kilas balik ke tahun 2016, saat itu tersiar kabar bahwa Lockheed Martin akan menawarkan paket radar intai untuk Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional). Bahkan, sejak tahun 2010 Radar Surveillance System Lockheed Martin Corporation telah melakukan beberapa pembicaraan dengan TNI AU, termasuk dengan KKIP (Komite Kebijakan Industri Pertahanan) mengenai kemungkinan alih teknologi. Sehingga radar intai hanud yang ditawarkan Lockheed Martin nantinya dapat dibangun sendiri oleh Industri Pertahanan di dalam negeri. Tentang jenis radar yang ditawarkan untuk Kohanudnas saat itu adalah tipe AN/TPS-77 (AN/FPS-117), yaitu radar yang punya peran sebagai long range air surveillance. (more…)

Vera-NG: Surveillance Tracking Pengendus Keberadaan Pesawat Tempur Stealth

Meski punya peran seperti halnya radar, namun cara kerja perangkat intai ini tak seperti radar konvensional, bahkan pihak manufaktur menyebut solusinya sebagai next generation surveillance and flight tracking. Beberapa orang menyebutnya sebagai radar anti pesawat, inilah Vera-NG, sistem intai udara besutan Era (Omnipol Group) dari Republik Ceko. Apa yang khas dari Si Vera? Dengan pola kerja layaknya radar pasif, Vera-NG digadang mampu mengendus keberadaan pesawat tempur/pembom dengan kemampuan stealth. (more…)

Posko Dahanud Mobile: Sistem Kendali dan Komando Meriam PSU S-60 Arhanud TNI AD

slide3-litbang

Umumnya setiap satuan tembak (satbak) pada alutsista Arhanud (Artileri Pertahanan Udara) sudah memiliki unit command and control. Sebut saja pada kanon CIWS (Close In Weapon System) Rheinmetall Oerlikon Skyshield, Kobra Air Defence System pada rudal Grom, rudal QW-3, rudal Mistral, sampai kanon PSU (Penangkis Serangan Udara) twin gun Giant Bow 23 mm. Namun bagaimana dengan meriam PSU legendaris S-60 kaliber 57 mm? Meski usianya sudah lanjut, sampai saat ini alutsista dari era Uni Soviet ini masih jadi andalan pada elemen hanud titik. Bahkan S-60 sudah mengalami retrofit.

(more…)

Mengenal Lebih Dekat Fire Control Unit Oerlikon Skyshield

14681827_318842598474259_4728629934123387579_n

Arsenal Arhanud (Artileri Pertahanan Udara) milik TNI banyak ragamnya, tapi tak semua mendapat mandat untuk melindungi area ring satu, yakni wilayah Istana Negara. Seperti pada HUT RI ke-71 bulan Agustus lalu, Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) Paskhas TNI AU mendapat kepercayaan untuk menempatkan baterai kanon CIWS (Close In Weapon System) Oerlikon Skyshield 35 mm di Lapangan Tugu Monas. Baterai Skyshield disiapkan dalam posisi siaga penuh, berikut sistem Skyshield Fire Control Unit yang di dalamnya terdapat unit sensor dan radar. (more…)

Cina Sempat Tawarkan Radar Intai Over The Horizon SLR-66 ke Indonesia

ceic-radar

Sebagai pemasok radar untuk TNI, Cina jelas kalah kondang dari Belanda, Perancis, Amerika serikat, Inggris dan Denmark. Namun jangan salah kira, Cina juga punya rekam jejak sebagai pemasok sistem radar militer di Indonesia. Jika dirunut ke belalang, sistem teknologi radar buatan Cina yang telah eksis seperti radar pemandu rudal QW-3, TH-5711 Smart Hunter Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) Paskhas dan SR-74 Arhanud TNI AD. Ada lagi yang paling baru, MLAAD-SR (Mobile Low Altitude Air Defence-Surveillance Radar) yang dioperasikan Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas). (more…)

Thales Lirod MK2: Radar Pengendali Tembakan di Korvet Diponegoro Class dan FPB-57 Nav V

1

Dalam dua bulan belakangan, nama KRI Diponegoro 365 lumayan banyak disebut, pasalnya korvet dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmatim ini dipercaya mewakili kekuatan TNI AL di ajang latma RIMPAC (Rim of the Pacific) 2016. Sebagai kapal kombatan, KRI Diponegoro 365 yang masuk ke SIGMA Class 9113 punya bekal beberapa andalan, diantaranya berupa kanon reaksi cepat Oto Melara 76 mm dan rudal anti serangan udara berbasis SHORADS (Short Range Air Defence System) MBDA Mistral dengan peluncur Tetral. (more…)