Tag: AEW&C

Kamov Ka-31 AEW&C – Helikopter Intai Maritim Spesialis Peringatan Dini

Bicara tentang Airborne Early Warning and Control (AEW&C), maka di belahan Asia Selatan, nama India adalah yang paling mencuat. Betapa tidak, setelah memiliki radar terbang Netra yang menggunakan platform jet Embraer ERJ 145, Negeri Anak Benua ini masih merasa belum cukup, sebagai buktinya ada keinginan dari India untuk mengakuisisi Airbus A330 MRTT (Mulltirole Tanker Transport) AEW&C dengan kemampuan menggotong radar dengan rotodome. Tapi itu rupanya belum dirasa cukup untuk negara yang berkonflik dengan Pakistan ini. (more…)

AU India Inginkan Airbus A330 MRTT dengan Kemampuan AEW&C

Meski telah memiliki pesawat intai jenis AEW&C (Airborne Early Warning & Control), yaitu Netra yang mengusung platform jet ERJ 145 buatan Embraer dengan radar AESA (Active Electronically Scanned Array), rupanya itu masih dipandang belum cukup untuk melindungi ruang udara India. Sebagai buktinya, pada Januari 2018, AU India membuka tender untuk pengadaan pesawat tanker MRTT (Multirole Tanker Transport) yang punya kemampuan plus plus. (more…)

Dubai AirShow 2019 – Untuk Pertama Kali Saab GlobalEye Diperlihatkan ke Publik

Saab GlobalEye di Dubai AirShow 2019 (Foto: David Donald)

Dubai AirShow 2019 yang dihelat hingga 21 November, resmi dibuka Minggu 17 November ini, dan salah satu yang menarik dari pameran dirgantara dua tahunan ini adalah hadirnya untuk pertama kali Saab GlobalEye AEW&C (Airborne Early Warning & Control) di hadapan publik. Uni Emirat Arab yang notabene merupakan pemesan pesawat ini menjadikan GlobalEye sebagai kebanggaan dalam arsitektur militer negeri kaya di Timur Tengah ini. (more…)

Grumman E-2C Hawkeye: Pesawat Airborne Early Warning and Control (AEW&C) Pertama di Asia Tenggara

Di Asia Tenggara, Indonesia dikenal sebagai negara penggguna kapal selam dan kapal perang berpeluru kendali pertama, namun Singapura juga berhak mendapat label yang pertama di Asia Tenggara, yaitu dalam kepemilikan dan pengoperasian pesawat intai berkualifikasi Airborne Early Warning and Control (AEW&C). Persisnya 111 Squadron “Jaeger” yang berpangkalan di Lanud Tengah, sejak 1987 telah mengoperasikan empat unit “mini AWACS” E-2C Hawkeye produksi Northrop Grumman. Setelah itu, barulah Thailand yang ikutan menggunakan pesawat AEW&C dengan mengusung Saab 340 Erieye pada tahun 2012. (more…)

Rusia Canangkan Adopsi Radar AEW&C A-100 pada Tupolev Tu-214

Radar A-100 di Ilyushin Il-76MD-90A .

Debut radar terbang dengan fungsi airborne early warning and control (AEW&C) di Rusia memang tak semeriah rivalnya di Barat. Dari berbagai jenis radar AEW&C lansiran Negeri Beruang Merah, jenis radar A-100 disebut-sebut masih yang paling canggih. Radar dengan desain radome berupa ‘piringan’ yang berputar ini disematkan pada pesawat angkut berat Ilyushin Il-76MD-90A (Beriev A-100). Desain radome berupa piringan mengingatkan pada sosok pesawat AWACS Boeing E-3 Sentry yang legendaris.

(more…)

Dari Platform Bombardier Global 6000, Turki Kembangkan Stand-off Jammer

Bombardier Global 6000 sudah kondang sebagai pesawat jet eksekutif jarak jauh, namun di segmen militer, debut Global 6000 tak bisa dilepaskan dari GlobalEye, yaitu platform radar terbang AEW&C (Airborne Early Warning & Control) yang dirilis oleh Saab. Dimana GlobalEye mengadopsi Global 6000 sebagai wahananya. Dan terkait Global 6000, Turki diwartakan tengah mengembangkan Global 6000 sebagai stand-off jammer. (more…)

Australia Akuisisi MC-55A Peregrine, Sang “Konduktor” Peperangan Elektronika

Angkatan Udara Australia telah memiliki seabreg alutsista kelas atas, sebut  dari jet tempur F-35A Lightning II, pesawat intai AEW&C E-7A Wedgetail, EA-18G Growler, pesawat intai maritime P-8A Poseidons, dan  drone intai HALE (High Altitide Long Endurance) Northrop Grumman MQ-4C Triton. Yang disebut di atas adalah etalase utama AU Australia (RAAF), terkhusus dalam meladeni perang elektronika (electronic warfare), maka selain Amerika Serikat, nyaris di kawasan tiada yang sepadan menandingi kedigdayaan militer Negeri Kangguru tersebut. (more…)

Shenyang Divine Eagle: Drone AWACS Pertama di Dunia, Mampu Terbang di Ketinggian 25 Ribu Meter

Lama tak terdengar kabar beritanya, rencana pengadaan pesawat intai dengan kualifikasi AWACS (Airborne Warning and Control System) atau AEW&C (Airborne Early Warning and Control) untuk TNI AU kembali mencuat kepermukaan, setelah KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna belum lama ini di salah satu media menyebut bahwa Saab, Airbus dan Boeing telah masuk ke dalam daftar calon pemasok pesawat AWACS yang tengah dicari TNI AU. Menurut KSAU, pengadaan pesawat AEW&C digadang untuk memenuhi target di MEF III di periode 2020 – 2024. (more…)

Indonesia Akuisisi Pesawat AEW&C, Pilih Model Antena Rotodome atau Antena Tegak?

Cepat atau lambat, pada akhirnya Indonesia akan memiliki pesawat intai dengan kemampuan Airborne Early Warning and Control (AEW&C), paling tidak hal tersebut didasarkan atas cetak biru yang dituangkan dalam Minimum Essential Force II (2015 – 2019). Meski belum jelas jenis pesawat atau platform teknologi apa yang nantinya akan diakuisisi, namun menarik dibahas tentang pengadaan alutsista yang bernilai strategis ini. (more…)