Tag: AEW&C

Grumman E-2C Hawkeye: Pesawat Airborne Early Warning and Control (AEW&C) Pertama di Asia Tenggara

Di Asia Tenggara, Indonesia dikenal sebagai negara penggguna kapal selam dan kapal perang berpeluru kendali pertama, namun Singapura juga berhak mendapat label yang pertama di Asia Tenggara, yaitu dalam kepemilikan dan pengoperasian pesawat intai berkualifikasi Airborne Early Warning and Control (AEW&C). Persisnya 111 Squadron “Jaeger” yang berpangkalan di Lanud Tengah, sejak 1987 telah mengoperasikan empat unit “mini AWACS” E-2C Hawkeye produksi Northrop Grumman. Setelah itu, barulah Thailand yang ikutan menggunakan pesawat AEW&C dengan mengusung Saab 340 Erieye pada tahun 2012. (more…)

Rusia Canangkan Adopsi Radar AEW&C A-100 pada Tupolev Tu-214

Radar A-100 di Ilyushin Il-76MD-90A .

Debut radar terbang dengan fungsi airborne early warning and control (AEW&C) di Rusia memang tak semeriah rivalnya di Barat. Dari berbagai jenis radar AEW&C lansiran Negeri Beruang Merah, jenis radar A-100 disebut-sebut masih yang paling canggih. Radar dengan desain radome berupa ‘piringan’ yang berputar ini disematkan pada pesawat angkut berat Ilyushin Il-76MD-90A (Beriev A-100). Desain radome berupa piringan mengingatkan pada sosok pesawat AWACS Boeing E-3 Sentry yang legendaris.

(more…)

Dari Platform Bombardier Global 6000, Turki Kembangkan Stand-off Jammer

Bombardier Global 6000 sudah kondang sebagai pesawat jet eksekutif jarak jauh, namun di segmen militer, debut Global 6000 tak bisa dilepaskan dari GlobalEye, yaitu platform radar terbang AEW&C (Airborne Early Warning & Control) yang dirilis oleh Saab. Dimana GlobalEye mengadopsi Global 6000 sebagai wahananya. Dan terkait Global 6000, Turki diwartakan tengah mengembangkan Global 6000 sebagai stand-off jammer. (more…)

Australia Akuisisi MC-55A Peregrine, Sang “Konduktor” Peperangan Elektronika

Angkatan Udara Australia telah memiliki seabreg alutsista kelas atas, sebut  dari jet tempur F-35A Lightning II, pesawat intai AEW&C E-7A Wedgetail, EA-18G Growler, pesawat intai maritime P-8A Poseidons, dan  drone intai HALE (High Altitide Long Endurance) Northrop Grumman MQ-4C Triton. Yang disebut di atas adalah etalase utama AU Australia (RAAF), terkhusus dalam meladeni perang elektronika (electronic warfare), maka selain Amerika Serikat, nyaris di kawasan tiada yang sepadan menandingi kedigdayaan militer Negeri Kangguru tersebut. (more…)

Shenyang Divine Eagle: Drone AWACS Pertama di Dunia, Mampu Terbang di Ketinggian 25 Ribu Meter

Lama tak terdengar kabar beritanya, rencana pengadaan pesawat intai dengan kualifikasi AWACS (Airborne Warning and Control System) atau AEW&C (Airborne Early Warning and Control) untuk TNI AU kembali mencuat kepermukaan, setelah KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna belum lama ini di salah satu media menyebut bahwa Saab, Airbus dan Boeing telah masuk ke dalam daftar calon pemasok pesawat AWACS yang tengah dicari TNI AU. Menurut KSAU, pengadaan pesawat AEW&C digadang untuk memenuhi target di MEF III di periode 2020 – 2024. (more…)

Indonesia Akuisisi Pesawat AEW&C, Pilih Model Antena Rotodome atau Antena Tegak?

Cepat atau lambat, pada akhirnya Indonesia akan memiliki pesawat intai dengan kemampuan Airborne Early Warning and Control (AEW&C), paling tidak hal tersebut didasarkan atas cetak biru yang dituangkan dalam Minimum Essential Force II (2015 – 2019). Meski belum jelas jenis pesawat atau platform teknologi apa yang nantinya akan diakuisisi, namun menarik dibahas tentang pengadaan alutsista yang bernilai strategis ini. (more…)

Saling Intip Dalam Pengembangan Teknologi Radar AEW&C AESA Antena Tegak

Kemandirian alutsista sudah barang tentu menjadi hak setiap negara, meski terkadang lompatan teknologi yang dihasilkan membuat sebagian dari kita menjadi tercengang. Seperti Cina yang merilis pesawat Airborne Early Warning and Control (AEW&C) terbaru, KJ-200. Dibangun dari platform Shaanxi Y-8 yang ditenagai empat mesin turbo propeller, KJ-200 membetot perhatian lantaran mengadopsi radar airborne model tegak dengan teknologi Active Electronically Scanned Array (AESA). (more…)

Saab Resmi Perlihatkan Pesawat AEW&C GlobalEye Pesanan Uni Emirat Arab

Setelah menanti sejak 2015, untuk pertama kalinya hari ini (23/2/2018), Saab resmi memperlihatkan sosok pesawat intai terbaru dengan teknologi AEW&C (Airborne Early Warning & Control), GlobalEye di Linköping, Swedia. Sebelum ini desain Saab GlobalEye memang telah banyak dipublikasikan dalam wujud grafis. Seperti yanhg terlihat dalam foto di atas, GlobalEye yang diperlihatkan adalah pesanan Uni Emirat Arab. (more…)

DRDO Netra AEW&C Tidak Terkait Teknologi Radar AESA dari Saab

Jelang berakhirnya periode MEF (Minimum Essential Force) II di tahun 2019, hingga kini Kementerian Pertahanan (Kemhan) belum juga diputuskan jenis pesawat AEW&C (Airborne Early Warning & Control) yang bakal diakuisisi, padahal waktu yang dibutuhkan untuk membangun platform pesawat baru AEW&C tidak bisa singkat. Dan belum lama berselang, muncul kabar bahwa Indonesia menyatakan minat pada salah satu pesawat AEW&C. Di luar prediksi, ternyata yang diminati Indonesia justru pesawat AEW&C DRDO Netra buatan India.

(more…)