NH90 Block 2: Strategi Airbus Jaga Dominasi Helikopter Angkut NATO di Dekade Mendatang

Masa depan armada helikopter militer Eropa kini memasuki babak baru yang strategis. Pada 20 April 2026, NAHEMA (NATO Helicopter Management Agency) selaku badan NATO yang mengelola program NH90 secara resmi menandatangani kontrak studi arsitektur NH90 Block 2 dengan konsorsium NHIndustries.
Baca juga: NH90 Sea Tiger Terbang Perdana – Helikopter Anti Kapal Selam Terbaru AL Jerman
Konsorsium yang terdiri dari Airbus Helicopters, Leonardo, dan GKN Aerospace ini ditugaskan untuk merancang evolusi jangka panjang bagi platform NH90 guna menghadapi dinamika medan tempur modern yang semakin kompleks. Langkah ini merupakan kelanjutan dari pencapaian program Block 1 yang sudah berjalan sebelumnya.
Pengembangan NH90 standar Block 2 akan mencakup sejumlah peningkatan struktural dan teknologi yang krusial bagi kesiapan tempur masa depan. Fokus utama dalam studi ini meliputi integrasi sistem avionik modular dan peningkatan kesamaan konfigurasi antar armada guna menyederhanakan rantai logistik.
Selain itu, NH90 Block 2 akan dibekali dengan kemampuan konektivitas yang lebih canggih untuk mendukung skema pertempuran kolaboratif (collaborative combat). Salah satu fitur paling signifikan yang akan dikembangkan adalah kemampuan crewed-uncrewed teaming (MUM-T), yang memungkinkan kru helikopter untuk beroperasi bersama sistem pesawat tanpa awak dalam satu jaringan terpadu.
CEO Airbus Helicopters, Matthieu Louvot, menyatakan bahwa penandatanganan kontrak ini merupakan tonggak penting mengingat NH90 baru saja melampaui angka 500.000 jam terbang secara global. Pencapaian tersebut menjadi bukti nyata kematangan dan relevansi operasional platform ini di berbagai medan. Menurutnya, varian modern seperti Sea Tiger dan NH90 Standard 2 telah menjadi tolok ukur utama dalam operasi angkut taktis dan naval saat ini.
Dengan dimulainya studi Block 2, Airbus berkomitmen untuk memastikan bahwa NH90 tetap menjadi ujung tombak pertahanan negara-negara NATO hingga beberapa dekade mendatang.
Prototipe NH90 Standard 2 untuk Pasukan Khusus Angkatan Darat Perancis Memulai Uji Terbang
Studi arsitektur ini direncanakan akan berlangsung selama dua tahun dan berjalan beriringan dengan inisiatif European Next Generation Rotorcraft Technologies (ENGRT). Melalui riset yang mendalam ini, para mitra industri akan memberikan output teknis yang dibutuhkan oleh NAHEMA dan negara-negara pengguna untuk menentukan opsi desain yang paling optimal.
Tujuan akhirnya adalah memastikan bahwa setiap pilihan modifikasi selaras dengan kebutuhan kedaulatan jangka panjang serta mampu menjawab tantangan lingkungan operasional pada tahun 2040 ke atas melalui platform yang teruji dan terus berevolusi. (Bayu Pamungkas)
Helikopter NH90 RNZAF Selanda Baru Pecahkan Rekor Penerbangan Terjauh di Atas Lautan Lepas


