Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Rahasia Logistik Iran: Produksi Drone Kamikaze Melonjak 10 Kali Lipat Pasca Perang Juni 2025

Shahed-136.

Dunia intelijen internasional sempat dibuat terheran-heran oleh daya tahan logistik militer Teheran yang seolah tidak ada habisnya. Meski Amerika Serikat dan Israel mengklaim telah menghancurkan sejumlah basis militer serta pusat komando melalui serangan udara presisi, Iran secara mengejutkan terus mampu melanjutkan gelombang serangan drone kamikaze dalam intensitas tinggi.

Baca juga: Menguak Harga Asli Shahed-136: Drone Kamikaze Iran yang Mengguncang Dunia

Keberadaan stok yang melimpah ini memicu pertanyaan besar mengenai di mana dan bagaimana Iran menyembunyikan serta memproduksi alutsista tersebut di tengah gempuran hebat. Jawaban atas teka-teki ini mulai terkuak setelah Deputi Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Alireza Sheikh, mengungkapkan bahwa Iran telah berhasil meningkatkan kapasitas produksi drone penyerang (one-way attack drone) hingga sepuluh kali lipat sejak berakhirnya perang Juni 2025 lalu.

Lonjakan drastis produksi hingga 1000 persen ini merupakan hasil dari transformasi industri pertahanan Iran ke mode “ekonomi perang” yang sangat tertutup. Sejak konflik 12 hari dengan Israel pada pertengahan tahun lalu, Teheran mengalihkan fokusnya pada produksi massal alutsista yang murah namun mematikan.

Dengan strategi tersebut, mereka mampu menciptakan surplus persenjataan yang tidak hanya menggantikan unit yang hancur, tetapi juga memperbesar arsenal serangan mereka. Brigjen Alireza Sheikh menekankan bahwa kemampuan produksi ini telah mengacaukan kalkulasi pertahanan musuh, karena kini jumlah drone yang diluncurkan jauh melampaui kemampuan sistem intersepsi lawan untuk menangkis semuanya secara simultan.

Bukan dari Israel, ‘Nenek Moyang’ Drone Kamikaze Shahed-136 Ternyata dari Jerman

Kunci dari ketangguhan logistik ini terletak pada penggunaan fasilitas bawah tanah yang sangat terproteksi dan tersebar di berbagai titik rahasia. Kemampuan teknisi Iran untuk melakukan manufaktur mandiri tanpa bergantung pada komponen impor yang mudah terlacak sanksi, membuat rantai pasok mereka sangat sulit untuk diputus secara permanen.

Bahkan, laporan intelijen menunjukkan bahwa fasilitas produksi mereka memiliki protokol pemulihan yang sangat cepat, di mana operasional dapat kembali berjalan hanya dalam hitungan jam setelah terjadi serangan fisik. Hal ini membuktikan bahwa doktrin “Perang Paksaan Ketiga” yang mereka anut telah matang dalam mengantisipasi skenario agresi udara besar-besaran dari pihak asing.

Jerman ‘Kloning’ Shahed-136: Drone Kamikaze Anubis Berbasis AI Siap Beraksi di Medan Tempur Ukraina 

Pada akhirnya, melimpahnya stok drone kamikaze ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan instrumen penekan strategis yang nyata di kawasan Timur Tengah, khususnya di jalur vital seperti Selat Hormuz. Dengan ketersediaan arsenal yang kini sepuluh kali lebih besar, Iran memegang kendali atas inisiatif serangan dan mampu memaksakan perang atrisi yang melelahkan bagi lawan.

Keberhasilan menjaga aliran logistik drone ini di tengah klaim kehancuran basis-basis militer oleh pihak Barat menunjukkan bahwa Teheran telah mencapai level baru dalam kemandirian industri pertahanan dan ketahanan operasional yang sangat sulit untuk ditaklukkan hanya dengan serangan udara konvensional. (Gilang Perdana)

Shahed-147 – Iran Jadi Negara Keempat di Dunia yang Mampu Produksi Drone HALE

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *