Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Hanya 22 Hari Setelah Rollout, KF-21 Boramae Produksi Massal Pertama Sukses Terbang Perdana

Industri pertahanan udara global kembali tertuju pada Korea Selatan setelah jet tempur KF-21 Boramae produksi massal seri pertama (ROKAF 001) berhasil menyelesaikan penerbangan perdananya pada 15 April 2026. Pencapaian ini menjadi sangat istimewa karena penerbangan tersebut dilakukan hanya berselang 22 hari setelah pesawat keluar dari lini perakitan atau rollout pada 25 Maret 2026.

Baca juga: ROKAF 001 Meluncur: Unit Produksi Massal Pertama KF-21 Resmi Masuk Jalur Operasional

Keberhasilan yang berlangsung di Wing Pelatihan ke-3 Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF) di Sacheon ini menandai transisi yang sangat cepat dari tahap penyelesaian produksi menuju pengujian operasional udara, sekaligus mempertegas kematangan teknologi yang telah dikembangkan oleh Korea Aerospace Industries (KAI).

Kecepatan transisi selama 22 hari ini mencerminkan kemajuan signifikan jika dibandingkan dengan fase purwarupa sebelumnya. Sebagai perbandingan, prototipe pertama KF-21 membutuhkan waktu sekitar 15 bulan atau 466 hari antara saat rollout pada April 2021 hingga penerbangan perdana pada Juli 2022.

Durasi yang sangat singkat pada unit produksi massal ini dimungkinkan berkat basis data yang solid dari sekitar 1.600 penerbangan uji coba yang dilakukan oleh enam unit prototipe antara tahun 2022 hingga awal 2026. Dengan validasi hukum kendali terbang dan sistem avionik yang sudah matang dari fase purwarupa, unit produksi pertama ini dapat beroperasi dalam profil penerbangan yang sudah teruji, sehingga risiko teknis pada sorti pertama dapat diminimalisir secara signifikan.

Mulai di Versi Block III, KF-21 Boramae Bakal Menjadi Jet Tempur Generasi Kelima dengan Kemampuan Stealth

Unit yang baru saja terbang ini merupakan konfigurasi Block 1, yang dirancang khusus untuk misi tempur udara ke udara guna menggantikan armada jet tempur lawas seperti F-4E dan F-5E. Pesawat ini dilengkapi dengan radar Active Electronically Scanned Array (AESA) APY-016K buatan Hanwha Systems yang memiliki jangkauan deteksi hingga 200 km dan mampu melacak 20 target secara bersamaan.

Meskipun pada tahap Block 1 senjata masih dibawa pada gantungan eksternal, pesawat ini memiliki performa yang tangguh dengan ditenagai dua mesin F414-GE-400K yang mampu mendorong pesawat hingga kecepatan Mach 1.8. Keberhasilan terbang perdana tanpa kendala teknis ini memberikan sinyal positif bahwa pengiriman unit pertama kepada ROKAF dapat berjalan sesuai jadwal pada tahun 2026.

KAI Rilis Desain KF-21EX – Varian Steatlh Boramae dengan Internal Weapon Bay dan Integrasi Loyal Wingman

Ke depan, program KF-21 akan terus berkembang menuju konfigurasi Block 2 yang direncanakan memiliki kemampuan multiperan penuh, termasuk sertifikasi untuk misi serangan darat dan permukaan pada tahun 2027. Korea Selatan juga telah memproyeksikan pengembangan varian yang lebih canggih, termasuk KF-21EX yang akan mengintegrasikan ruang senjata internal (internal weapons bay) untuk meningkatkan karakteristik siluman, serta varian peperangan elektronik KF-21EJ.

Dengan target produksi total mencapai 150 hingga 200 unit hingga tahun 2032, keberhasilan penerbangan perdana unit produksi massal pertama ini menjadi tonggak sejarah yang mengukuhkan posisi Korea Selatan sebagai salah satu kekuatan utama dalam pengembangan jet tempur generasi 4.5 di dunia. (Bayu Pamungkas)

Korea Selatan Pastikan Penyerahan Prototipe KF-21 Boramae Senilai $398 Juta ke Indonesia

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *