TNI AL Terima KRI Canopus 936 di Jerman, Kapal Survei Tercanggih “Ocean Going” Penjaga Dasar Laut

Kamis (12/02/2026) menjadi momen bersejarah bagi penguatan alutsista maritim Indonesia seiring diserahterimakannya KRI Canopus 936 di Pelabuhan Bremen, Jerman. Kapal hidro-oseanografi mutakhir ini dijadwalkan segera bertolak ke tanah air untuk memperkuat jajaran Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal). Kehadirannya bukan sekadar penambahan armada, melainkan lompatan besar dalam kemampuan Indonesia memetakan kekayaan serta dinamika bawah laut dengan akurasi yang lebih tinggi.
Perjalanan Panjang dari Indonesia hingga Galangan Abeking & Rasmussen Proses pengembangan KRI Canopus 936 mengikuti garis waktu yang unik dan menunjukkan kerja sama teknis internasional yang intensif.
Sebagian komponen utama kapal ini awalnya disiapkan di Indonesia sebelum akhirnya dibawa menuju Jerman untuk memasuki fase integrasi teknologi tinggi.
Kilas balik ke September 2024, galangan swasta nasional PT Palindo Marine di Batam, meluncurkan kapal BHO. Program pembangunan kapal BHO (Bantu Hidro Oceganografi) Ocean Going merupakan kerja sama antara Kementerian Pertahanan dengan Abeking & Rassmusen, Jerman. Kontrak pembangunan kapal BHO (Ocean Going) dilaksanakan oleh Abening & Rasmussen, sedangkan pembangunan platformnya dilakukan oleh PT Palindo Marine melalui program offset agreement antara Abeking & Rasmussen dengan Ditjen Pothan Kemhan.
PT Palindo Marine Luncurkan Kapal BHO “Ocean Going” Pesanan TNI AL, Selanjutnya Dibawa ke Jerman
Setelah kegiatan launching ceremony di Batam, kapal BHO (Ocean Going) akan menuju dibawa ke Jerman menggunakan transporter untuk menyelesaikan pemasangan seluruh peralatan oceanografi di galangan Abeking & Rasmussen.
Setibanya di Eropa, kapal menjalani proses perakitan akhir dan sinkronisasi sistem sensor di galangan legendaris Abeking & Rasmussen, Bremen. Di sinilah seluruh teknologi “otak” kapal, mulai dari radar hingga sistem sonar tercanggih, dipasang dan diuji secara ketat.
KRI Canopus 936 dirancang khusus untuk operasi jangka panjang di laut lepas dengan profil yang gagah dan kokoh. Kapal ini memiliki dimensi panjang 105 meter dan lebar 17,4 meter, dengan bobot mati mencapai 3.419 ton.
SRV-F Mk.3, Kapal Selam Penyelamat yang Dinanti Korps Hiu Kencana Telah Resmi Diorder
Kekuatan strukturnya menjadi perhatian utama; bagian badan kapal di bawah garis air menggunakan baja AH36 yang dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap korosi dan tekanan, sementara bagian atas menggunakan baja A-36. Spesifikasi material ini memastikan kapal mampu beroperasi di perairan samudra yang ganas dengan tingkat keamanan yang sangat memadai.
Dengan kapasitas bahan bakar 610 meter kubik, KRI Canopus 936 diklaim mampu menempuh jarak hingga 10.000 mil laut tanpa henti, dengan kecepatan maksimum 16 knot dan daya tahan operasi mencapai 60 hari. Kemampuan tersebut memberi fleksibilitas bagi kapal ini untuk menjalankan misi di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia maupun perairan internasional, tanpa ketergantungan tinggi pada dukungan logistik darat.

Salah satu fitur paling strategis adalah adanya kapasitas tambahan sebesar 200 ton yang didedikasikan untuk mendukung operasional Submarine Rescue Vessel (SRV). Hal ini menjadikan KRI Canopus sebagai aset vital dalam misi penyelamatan kapal selam yang sangat berisiko.
Bila merujuk pada spesifikasi yang dibutuhkan TNI AL, kapal hidro-oseanografi berukuran besar ini mampu mengarung di perairan samudra (ocean-going hydrographic vessel). Kapal modern ini dilengkapi dengan sensor dan peralatan canggih seperti Autonomous Underwater Vehicle (AUV), Remotely Operated Vehicle (ROV), dan Unmanned Aerial Vehicle (UAV).
Untuk menunjang operasi, KRI Canopus 936 dilengkapi dengan dek helikopter, meski nampak tidak dibekali fasilitas hanggar. KRI Canopus 936 dilengkapi seperti crane besar yang terletak di bagian buritan (belakang kapal) dan digunakan untuk menurunkan atau mengambil kembali peralatan bawah air seperti ROV (Remotely Operated Vehicle), yang disebut A-Frame. Alat ini dinamai demikian karena bentuk strukturalnya yang menyerupai huruf ‘A’ besar.
Langkah modernisasi melalui KRI Canopus 936 mempertegas ambisi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Dengan armada yang mampu menggabungkan kekuatan baja dan kecanggihan sensor, Indonesia kini memiliki salah satu unit hidro-oseanografi paling modern dan multifungsi di kawasan Asia Tenggara. (Gilang Perdana)



Arya,
Ini kapal BHO (Bantu Hydro Oceanography) gunanya untuk riset, pemetaan alur laut, bisa digunakan untuk rescue juga.
Jadi nggak perlu ditempeli banyak senjata. Juga tidak perlu sampai puluhan unit.
Berharap Indonesia memiliki 24 unit kapal jenis ini bahkan diperlengkapi 2 senjata milenium oerlikon (di depan dan dibelakang), senjata peluncur rudal setara rim 116 samping kiri dan kanan masing-masing 2 unit dan RBU 6000 utk pertahanan diri meriam utama cal 75 mm di depan.
Kapal ini bahkan setara fregat martadinata tp bobotnya bahkan lebih berat dari fregat istif. lebar kapalnya lebih lebar drpd martadinata yg cuman 14m
Apakah nanti pejabat Konoha mengusulkan di kirim nya harus mampir ke negara paman xi jin ping (china) kaya pengiriman jet latih t-50 yang harusnya sudah tiba tahun kemarin yang akhirnya di tolak Korea selatan – lalu di bongkar Korea dan akan di kirim dengan di angkut ke pesawat angkut besar
Bercanda ini maapken
Begini donk baru mantap jiwa!! ngga cuma omon² peningkatan strategis peningkatan² blablabla, setelah SLT berusaha diamankan ada perkembangan di TNI AL