DSA 2026: PT PAL Tawarkan Landing Platform Dock ke Malaysia, Usung Skema Kolaborasi Industri Maritim

Memanfaatkan momentum pameran pertahanan Defence Services Asia (DSA) 2026 di MITEC, Kuala Lumpur, PT PAL Indonesia kembali menegaskan taringnya di pasar regional. Kali ini, perusahaan galangan kapal kebanggaan nasional tersebut secara khusus menawarkan solusi armada Landing Platform Dock (LPD) untuk memperkuat kapasitas maritim Angkatan Laut Malaysia (TLDM).
Sebagai negara kepulauan dengan tantangan geografis yang menyerupai Indonesia, Malaysia dinilai membutuhkan platform serbaguna yang mampu menjalankan operasi militer selain perang (Military Operations Other Than War), seperti bantuan bencana, misi kemanusiaan, hingga evakuasi medis. Fokus PT PAL pada ajang ini adalah menawarkan varian LPD terbaru yang dioptimalkan untuk kebutuhan Multi-Role Support Ship (MRSS) Malaysia.
Salah satu “jagoan” yang dibawa PT PAL dalam promosi kali ini adalah desain LPD hasil pengembangan terbaru dengan dimensi yang jauh lebih besar dari kelas Makassar atau Banjarmasin. Desain MRSS ini memiliki panjang mencapai 163 meter dengan bobot perpindahan (displacement) sekitar 14.000 ton.
Peningkatan dimensi ini memberikan keunggulan kapasitas angkut yang signifikan. Kapal ini dirancang mampu mengoperasikan hingga tiga helikopter sekaligus di dek belakang, serta memiliki hangar yang luas untuk dukungan operasional udara berkelanjutan. Dengan kecepatan maksimal mencapai 18 knots dan daya jelajah yang luas, platform ini sangat ideal untuk mobilisasi pasukan dan logistik di wilayah kepulauan Malaysia yang luas.
Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia, Wiyono Komodjojo, menekankan bahwa tawaran Indonesia bukan sekadar transaksi pembelian kapal biasa. PT PAL membuka peluang kerja sama jangka panjang yang berfokus pada penguatan konten lokal (local content), pengembangan sumber daya manusia, hingga kolaborasi dengan industri maritim Malaysia.
“ASEAN merupakan kawasan maritim yang strategis. Penguatan industri maritim nasional di setiap negara ASEAN akan menjadi fondasi penting untuk membangun kawasan yang lebih mandiri dan resilien di tengah rivalitas global,” ujar Wiyono. Melalui skema ini, PT PAL berkomitmen mendukung pembangunan ekosistem maritim Malaysia secara keseluruhan, termasuk transfer teknologi yang dapat menciptakan lapangan kerja di Malaysia.
STM (Turki) Tawarkan Desain LPD (Multirole Support Ship/MRSS) ke Malaysia, Saingan Langsung PT PAL
Langkah strategis ini menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci dalam membangun kekuatan maritim ASEAN yang tangguh. Dengan rekam jejak ekspor LPD ke Filipina dan Uni Emirat Arab, PT PAL optimis bahwa solusi LPD 163 meter ini mampu memenuhi standar tinggi yang ditetapkan oleh Malaysia, sekaligus mempererat integrasi kapasitas pertahanan di kawasan Asia Tenggara. (Gilang Perdana)
Damen Enforcer 10000: Tawaran Belanda Untuk Landing Platform Dock Malaysia


