
Angkatan Laut Korea Selatan (ROK Navy) bersiap melakukan lompatan besar dalam kemandirian teknologi pertahanan maritimnya. Persisnya, Seoul akan memensiunkan secara bertahap rudal pencegat pertahanan udara (hanud) buatan Amerika Serikat, Standard Missile-2 (SM-2), dan menggantikannya dengan rudal pertahanan udara buatan dalam negeri yang diklaim lebih superior, yakni Korean Ship-to-Air Missile-II (KSAM-II). (more…)

Turki dan Korea Selatan kerap dijuluki sebagai dua raksasa kekuatan menengah (middle powers) dengan pertumbuhan alutsista paling progresif abad ini. Menariknya, jika kita membedah cetak biru kekuatan udara kedua negara, terdapat sebuah kesamaan doktrin yang luar biasa presisi. (more…)

Langkah Korea Selatan dalam memodernisasi kemampuan peperangan asimetrisnya memasuki babak baru yang kian progresif. Maskapai nasional sekaligus raksasa dirgantara domestik, Korean Air, baru-baru ini meresmikan pembelian dua unit pesawat bisnis (business jet) Bombardier Global 6500. (more…)

Gelombang ekspansi industri pertahanan Korea Selatan di benua biru tampaknya belum menemui titik jenuh. Memanfaatkan momentum pameran pertahanan internasional Eurosatory 2026 di Paris, produsen rudal terkemuka asal Negeri Ginseng, LIG Nex1 (disebut sebagai LIG D&A dalam rilis internasional), resmi menandatangani perjanjian kemitraan strategis dengan raksasa militer Eropa, Rheinmetall Air Defence, pada Senin, 16 June 2026. (more…)

Langkah revolusioner baru saja diambil dalam dunia sistem drone VTOL (Vertical Take-off and Landing) melalui kolaborasi strategis antara perusahaan teknologi pertahanan Amerika Serikat, Shield AI, dan raksasa pertahanan Korea Selatan, LIG Nex1. (more…)

Selain integrasi dengan rudal udara ke udara jarak pendek IRIS-T, Korea Selatan rupanya punya rencana besar untuk melengkapi KF-21 Boramae dengan rudal udara ke udara jarak pendek (Short-Range Air-to-Air Missile/SRAAM).) produksi dalam negeri yang dirancang sesuai standar rudal udara ke udara generasi kelima. (more…)

Bersama dengan jet tempur Gripen, F-16 Fighting Falcon juga dikerahkan Angkatan Udara Thailand untuk melancarkan serangan presisi ke basis militer Kamboja di perbatasan. Dan terkait serangan udara dari F-16, kabar beredar mengindikasikan penggunaan bom pintar (smart bomb) buatan LIG Nex1, KGGB (Korean GPS-Guided Bomb). (more…)

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapabilitas nasional di bidang teknologi roket. Melalui penandatanganan sejumlah kerja sama strategis dengan mitra dari dalam dan luar negeri, PT DI mendorong kolaborasi untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional dan mempercepat penguasaan teknologi sistem senjata roket. (more…)

LIG Nex1, perusahaan sistem pertahanan kenamaan dari Korea Selatan diwartakan telah terpilih untuk menggarap program pengembangan kapal permukaan tanpa awak – unmanned surface vessel (USV) untuk kebutuhan operasi pengintaian dan peperangan Angkatan Laut Korea Selatan. (more…)

Dua negara Petro Dollar di Timur Tengah, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) ternyata punya kesamaan selera dalam pilihan sistem hanud rudal jarak sedang, yakni sama-sama telah menetapkan pilihan pada KM-SAM (Korean Medium-range Surface-to-Air Missile) Block II atau disebut Cheongung II. (more…)