Malaysia Resmi Pilih Rudal Hanud Haegung (K-SAAM) Senilai US$94 Juta untuk Kapal Patroli LMS Batch 2

Dari ajang Defense Services Asia (DSA) 2026 di Kuala Lumpur, LIG D&A (sebelumnya dikenal sebagai LIG Nex1) secara resmi mengumumkan penandatanganan kontrak ekspor perdana rudal pertahanan udara (hanud) kapal perang, Haegung (K-SAAM), kepada Kementerian Pertahanan Malaysia.
Baca juga: Malaysia Adopsi K-SAAM (Haegung) untuk Rudal Hanud VLS di LMS Batch 2 (Korvet Ada Class)
Kontrak senilai US$94 juta ini menandai tonggak sejarah baru, di mana untuk pertama kalinya rudal hanud laut hasil pengembangan mandiri Korea Selatan berhasil menembus pasar internasional.
Mengutip laporan dari The Chosun Daily, Haegung merupakan rudal permukaan-ke-udara jarak menengah yang dirancang khusus untuk menghadapi ancaman rudal anti-kapal dan pesawat tempur yang menyerang kapal perang. Dari sisi spesifikasi teknis, Haegung memiliki keunggulan pada sistem kendali canggih yang menggunakan teknologi dual-mode seeker.
Rudal ini menggabungkan pencari radar frekuensi ultra-tinggi (Radio Frequency) dengan pencari inframerah (Imaging Infrared), yang memungkinkannya bekerja secara efektif dalam segala cuaca serta memiliki ketahanan tinggi terhadap gangguan peperangan elektronik (electronic countermeasures).

Rudal ini memiliki jangkauan tembak efektif hingga 20 kilometer dan mampu melesat hingga kecepatan supersonik untuk mencegat target yang bergerak lincah. Haegung mengandalkan sistem peluncuran tegak (Vertical Launching System/VLS) dengan teknologi cold launch, di mana rudal didorong keluar dari tabung menggunakan tekanan gas sebelum mesin roket utama menyala di udara. Mekanisme ini tidak hanya melindungi struktur kapal dari panas api roket, tetapi juga memungkinkan rudal untuk segera berbelok ke arah target secara instan sesaat setelah diluncurkan.
Untuk memastikan penetrasi yang mematikan, Haegung dibekali hulu ledak high-explosive fragmentation yang dirancang untuk meledak tepat di dekat sasaran melalui proximity fuze. Kemampuan ini sangat krusial dalam menghancurkan rudal anti-kapal yang terbang rendah di atas permukaan laut (sea-skimming).

해궁 SAAM or K-SAAM ship to air missile. one of my favorite AA missile. pic.twitter.com/GYWsJSoH6Z
— Mason ヨンハク (@mason_8718) May 28, 2023
;
Jika dibandingkan dengan sistem pertahanan udara jarak dekat (Close In Weapon System/CIWS) konvensional, Haegung memberikan lapisan perlindungan yang lebih luas dan responsif, sehingga mampu menetralisir ancaman sebelum mendekati zona berbahaya kapal.
Ekspor perdana ke Malaysia ini rencananya akan dipasang pada tiga unit kapal patroli pesisir (Littoral Mission Ship/LMS Batch 2)- Ada class, yang dibangun oleh galangan kapal asal Turki, STM. Pihak LIG D&A menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan langkah awal yang bermakna dalam memperkenalkan solusi pertahanan udara terintegrasi berlapis ke pasar Asia Tenggara dan global. Dengan rekam jejak operasional di Angkatan Laut Korea Selatan sejak 2021, Haegung kini siap bersaing sebagai platform pertahanan maritim utama di kawasan Pasifik. (Bayu Pamungkas)


