Tampil Beda! FA-50M Malaysia Resmi Menampakkan Diri, Adopsi IFF ‘Bird Slicer’ dan Probe Refueling Unik

Bertepatan dengan momentum gelaran Defence Services Asia (DSA) 2026 di Kuala Lumpur, sebuah kabar datang dari fasilitas Korea Aerospace Industries (KAI) di Sacheon, Korea Selatan. Panglima Angkatan Udara Diraja Malaysia (TUDM), Jenderal Dato’ Sri Muhamad Norazlan, melakukan kunjungan resmi ke markas KAI untuk menyaksikan secara langsung unit pertama pesawat tempur ringan (Light Combat Aircraft) FA-50M Block 20 pesanan Malaysia yang telah rampung diproduksi.
Baca juga: Malaysia Persiapkan Kontrak Akuisisi Tahap Kedua 18 Unit FA-50 Block 20 Fighting Eagle
Berdasarkan unggahan terbaru di media sosial X, unit perdana dengan nomor registrasi M58-01 ini telah resmi diperlihatkan ke publik. Munculnya pesawat yang diberi kode khusus FA-50M (Malaysia) ini menandai dimulainya babak baru modernisasi kekuatan udara TUDM, di mana Malaysia menjadi salah satu pengguna varian FA-50 paling canggih yang pernah diproduksi oleh KAI.
Selain sistem pengisian bahan bakar, detail lain yang sangat mencolok pada bagian hidung pesawat adalah keberadaan empat antena kecil berjajar tepat di depan kaca kokpit (di belakang kubah radar). Perangkat ini dikenal sebagai IFF “Bird Slicer” (Identification Friend or Foe). Model antena ini sangat identik dengan yang digunakan pada jet tempur F-16 Fighting Falcon dan KF-21 Boramae.
The Royal Malaysian Air Force’s newest addition, the FA-50M LCA/FLIT aircraft, was officially unveiled during Malaysian Chief of Air Force General Dato’ Sri Muhamad Norazlan’s visit to Korea Aerospace Industries (KAI). pic.twitter.com/dKpTinwXNt
— Global Defense Insight (@Defense_Talks) April 22, 2026
Secara teknis, FA-50M diyakini mengusung sistem IFF tipe AN/APX-126 atau varian terbaru yang mendukung Mode 5. Kehadiran “Bird Slicer” ini memastikan FA-50M memiliki kemampuan identifikasi kawan atau lawan yang jauh lebih presisi dan aman dalam skenario pertempuran udara yang padat, sekaligus meningkatkan interoperabilitas TUDM saat berlatih bersama angkatan udara negara lain yang menggunakan standar NATO.
Biar Tak Salah Tembak, Jet Tempur KF-21 Boramae Kini Berbekal Teknologi IFF Terbaru dari BAE Systems
Desain Probe Unik
Satu hal yang paling menarik perhatian dari foto-foto yang beredar adalah keberadaan sistem pengisian bahan bakar di udara (air refueling probe). Berbeda dengan jet tempur Dassault Rafale yang menggunakan model fixed probe (menonjol permanen), FA-50M Malaysia tampak mengusung model retractable air refueling probe.
Sistem ini ditempatkan pada sisi kanan fuselage (samping kokpit). Meskipun disebut retractable, ujung probe masih terlihat sedikit menonjol meski bagian batangnya “terbenam” atau masuk ke dalam struktur badan pesawat. Desain ini memberikan keuntungan aerodinamis yang lebih baik dibandingkan model permanen.

Dipasangi Air Refueling Probe, Inilah Tampilan FA-50 Fighting Eagle
FA-50M Malaysia dibangun berdasarkan standar Block 20, yang berarti pesawat ini memiliki kapabilitas tempur yang jauh lebih tinggi dibanding versi sebelumnya. Selain kemampuan air-to-air refueling (AAR) dan sistem IFF mutakhir, varian ini juga dibekali dengan radar AESA canggih dan kemampuan untuk menggotong berbagai persenjataan pintar jarak jauh.
Integrasi sistem AAR merupakan kebutuhan vital bagi Malaysia untuk melakukan patroli jarak jauh, terutama di wilayah kedaulatan laut yang luas. Dengan selesainya unit pertama ini, proses uji coba terbang dan sertifikasi diharapkan akan segera menyusul sebelum pengiriman bertahap dilakukan ke pangkalan udara TUDM. (Gilang Perdana)
Dibalik Veto AS: Mengapa FA-50 Malaysia Terancam ‘Ompong’ Tanpa Rudal AIM-120 AMRAAM?


