Category: Kapal Perang

Mungkinkah Korvet Fatahillah Class Dipasangi Kanon Reaksi Cepat dan Rudal Hanud?

Komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan kemampuan korvet Fatahillah Class telah dibuktikan, seperti upgrade sistem sensor dan radar Terma di KRI Fatahillah 361 dan program mid-life modernization (MLM) di korvet KRI Malahayati 362. Namun sayang, sistem senjata di korvet Fatahillah Class belum mendapat jatah modernisasi. Selain rudal anti kapal yang tidak dipasangkan (lagi) di korvet buatan Belanda tersebut, netizen bertanya bagaimana dengan sistem hanud modern di korvet berbobot 1.450 ton tersebut. (more…)

Inilah Alasan Korvet Fatahillah Class Belum Dipasangi Rudal Anti Kapal (Lagi)

Meski telah dilakukan sejumlah modernisasi, namun dirunut dari usia, ketiga korvet Fatahillah Class – KRI Fatahillah 361, KRI Malahayati 362 dan KRI Nala 363 sudah tak bisa dibilang muda lagi, pasalnya ketiga korvet buatan Wilton Fijenoord, Schiedam, Belanda ini sudah diterima Indonesia sejak 1979. Lewat perawatan yang baik dan modernisasi pada sistem sensor dan radar (di KRI Fatahillah 361 dan KRI Malahayati 362),  kapal kombatan ini masih mampu memberikan efek deterens. (more…)

PT PAL Resmi Awali Proyek Pembangunan LPD Plus “Kapal Rumah Sakit” Kedua

Foto: Liputan6.com

Pada Oktober 2021, TNI AL dijadwalkan akan menerima kapal rumah sakit kedua buatan PT PAL, Surabaya. Kapal yang nantinya akan diberi nomer lambung 59x ini bakal masuk sebagai kapal jenis Bantu Rumah Sakit (BRS) di bawah komando Satuan Kapal Amfibi (Satfib). Berlangsung pada 9 Juli lalu, proses pemotongan baja pertama atau first steel cutting yang menandai proses awal fabrikasi dilakukan dengan disaksikan Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Moelyanto. (more…)

Kini Giliran “Tenda Biru” Terpasang di Haluan Frigat KRI I Gusti Ngurah Rai 332

Kilas balik ke bulan Maret lalu, sebuah tenda biru di bagian haluan Perusak Kawal Rudal (frigat) KRI RE Martadinata 331 menjadi pusat perbincangan netizen, lantaran flagship kapal perang TNI AL tersebut tengah menjalani proses instalasi kanon CIWS (Close In Weapon Sysrtem) Oerlikon Millenium 35 mm dan rudal hanud jarak sedang Mica VLS. Dan kini selang empat bulan kemudian, PKR Martadinaa Class KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR) 332 terlihat telah berlabuh dengan tenda biru yang terpasang di haluannya. (more…)

Kongsberg Sea Protector MK50, Lengkapi Sistem Senjata di KMC 38M TNI AD

Melanjutkan program pengadaan Kapal Motor Cepat (KMC), TNI AD dikabarkan akan kembali mendapatkan kapal patroli terbaru buatan PT Tesco Indomaritim. Hal tersebut terlampir dalam video di YouTube yang memperliatkan kegiatan sea trial dan firing test dari kapal yang disebut sebagai KMC 38M. Desain Kapal dengan nomer lambung AD-64 ini nampak tak beda jauh dengan kapal patroli peronda Lantamal yang dikenal sebagai KAL. Namun justru perhatian netizen pemerhati dunia alutsista tertarik pada sosok senjata yang disematkan persis di depan anjungan. (more…)

PT DRU Luncurkan Kapal Keempat LST Bintuni Class, KRI Teluk Palu 523

Meski tengah menghadapi gonjang-ganjing kasus korupsi oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), nyatanya tak membuat perusahaan galangan kapal swasta nasional, PT Daya Radar Utama (DRU) menjadi kendor dalam target peluncuran pesanan kapal perang dari Kementerian Pertahanan (Kemhan). Persisnya pada 1 Juni 2019, PT DRU dari fasilitasnya galangan di Lampung telah meluncurkan kapal keempat dari Landing Ship Tank (LST) Bintuni Class, kapal keempat ini diberi label sebagai KRI Teluk Palu 523. (more…)

KRI Teluk Amboina 503: Dibeli dari Jepang, Inilah Landing Ship Tank ‘Retro’ Perang Dunia II

Pada akhirnya alutsista tua akan dipensiunkan secara bertahap, tapi karena dinilai masih mumpuni, tak semuanya masuk dalam daftar yang akan masuk masa purna tugas. Di lini armada TNI AL, ada dua kapal perang buatan Jepang yang usianya sudah tak muda, diluncurkan pada tahun yang sama dan sampai kini masih aktif digunakan dalam beragam operasi. Yang dimaksud adalah kapal markas KRI Multatuli 561 buatan galangan Ishikawajima Harima, Tokyo, dan kapal pendarat KRI Teluk Amboina 503 buatan Sasebo Heavy Industries. (more…)

Layari Rute Surabaya-Makassar, Bersama Taruna AAL KRI Dewa Ruci Masih Perkasa di Usia 66 Tahun!

Meski sudah hadir kapal latih tiang tinggi modern KRI Bima Suci pada akhir 2017 lalu, namun nyatanya KRI Dewa Ruci tak lantas pensiun begitu saja. Faktanya kapal latih tiang tinggi produksi H. C. Stülcken & Sohn Hamburg, Jerman tahun 1953 ini masih terus dioperasikan untuk melatih para Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL). Seperti ucapan, mantan KSAL Laksamana TNI Ade Supandi, KRI Dewa Ruci masih akan digunakan paling tidak sampai 5 – 10 tahun lagi, sebelum nantinya akan dijadikan monumen. (more…)

Setelah Dilepas, Peluncur Rudal C-705 Kembali Dipasang di KRI Sampari 628 dan KRI Tombak 629

Masih hangat tentang berita akuisisi Terma C-Series Combat Suite untuk empat unit Kapal Cepat Rudal (KCR)-60M, dari ajang IMDEX 2019 dilaporkan bahwa TNI AL berencana untuk ‘mengembalikan’ keberadaan rudal anti kapal di dua unit KCR-60M yang sejak akhir 2017 telah dilucuti peluncur rudalnya (C-705). Kedua kapal perang tersebut adalah KRI Sampari 628 dan KRI Tombak 629 yang pada bagian buritannya dipasangi kanon reaksi cepat NG-18 besutan Norinco, Cina. (more…)