Category: Kapal Perang

Lebih Cepat dari Jadwal Semula, TNI AL Resmi Terima LST KRI Teluk Weda 526 dan KRI Teluk Wondama 527

(TNI AL)

Setelah diluncurkan pada 21 Februari 2021, dua LST (Landing Ship Tank) Bintuni Class – KRI Teluk Weda 526 dan KRI Teluk Wondama 527, akhirnya pada 26 Oktober 2021 telah diserahterimakan oleh Kementerian Pertahanan kepada penggunanya, yaitu Satuan Kapal Amfibi (Satfib) TNI AL. Berlokasi di fasilitas galangan PT Bandar Abadi Shipyard di Batam, kedua alutsista karya anak bangsa ini diserahterimakan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kepada KSAL Laksamana TNI Yudo Margono. (more…)

Signaal PHS 32 – Mengenal ‘Hull Mounted’ Sonar di Korvet Fatahillah Class

Belum lama ini, salah satu Fatahillah Class, yaitu KRI Malahayati 362 melaksanakan latihan penembakan torpedo MK46 dengan simulasi sasaran kapal selam lawan. Atas latihan yang berlangsung di Perairan Selat Bali tersebut, beberapa netizen lantas bertanya, dengan jenis sonar apakah korvet buatan Belanda yang didatangkan awal dekade 80-an ini dapat mendeteksi keberadaan kapal selam? (more…)

Terma Raih Kontrak Upgrade Sistem Tempur di Korvet Diponegoro Class dan KCR 60M

Terma, perusahaan solusi pertahanan asal Denmark, rupanya terus mendapat kepercayaan dari TNI AL untuk memasok beragam perangkat dan sistem aplikasi untuk dipasangkan pada kapal perang jenis korvet dan kapal cepat rudal (KCR). Seperti kabar terbaru menyebut, bahwa Terma baru saja mendapatkan dua kontrak sekaligus, yaitu untuk modernisasi kemapuan AKS pada korvet Sigma Diponegoro Class dan modernisasi ESM pada enam unit KCR 60M. (more…)

‘Kembaran’ KRI Irian Ternyata Pernah Dipasangi Varian Rudal Hanud SA-2 (M2 Volchov-M )

Tahukah Anda, dua alutsista terhebat pada zamannya pernah dimiliki oleh Indonesia, yaitu kapal penjelajah Sverdlov Class dan rudal hanud jarak sedang/jauh V-75 Dvina (kode NATO SA-2 Guideline). Kehadiran Sverdlov Class diwujudkan dalam legenda KRI Irian yang tak lekang oleh waktu, sementara rudal SA-2 pernah menjadi perisai ruang udara ibu kota Jakarta. Bahkan publik tahu betul prestasi rudal berukuran besar ini pernah menjatuhkan pesawat intai Lockheed U-2 Dragon Lady pada 1 Mei 1960. (more…)

Meriam Kapal (Cina) H/PJ26 76mm – Lawan Tanding Meriam (Barat) OTO Melara 76mm

Bagi kapal-kapal perang berstandar NATO, keberadaan OTO Melara 76 mm ibarat ‘meriam sejuta umat,’ lantaran begitu banyak dipasang di beragam jenis kapal perang, mulai dari kapal patroli, korvet, frigat sampai destroyer. Namun lain halnya dengan Angkatan Laut Sang Naga, berusaha mandiri dalam adopsi alutsistanya, AL Cina punya kebanggaan tersendiri untuk meriam pada haluan kapal perangnya. (more…)

Latma Eagle Indopura 2021: Jadi Cerminan Bahwa TNI AL Butuh Peningkatan ‘Kualitas’ Alutsista

(TNI AL)

Latma Eagle Indopura 2021 yang digelar dua tahun sekali antara TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Angkatan Laut Singapura (Republic of Singapore Navy/RSN) tengah berlangsung di perairan Batam, Selat Singapura, dan Laut Natuna, Kepulauan Riau. Dalam latihan tempur yang berlangsung 13 sampai 20 September 2021, kedua negara mengerahkan alutsista dengan kuantitas yang sama. (more…)

Dibangun dalam Waktu 69 Bulan, Inilah Alasan PT PAL Indonesia Pilih Desain Frigat Arrowhead 140 dari Babcock

(Humas PT PAL Indonesia)

Meski belum dijelaskan kapan waktu dimulainya pembangunan unit perdana frigat Arrowhead 140, namun pihak PT PAL Indonesia menyebut unit perdana frigat pesanan Kementerian Pertahanan untuk kebutuhan TNI AL itu akan dibangun dalam waktu 69 bulan. Dalam penandatangan Licence Agreement dengan Rosyth Royal Dockyard Ltd (Babcock), nantinya ada dua unit frigat Arrowhead 140 yang akan dibangun di fasilitas produksi PT PAL Indonesia di Surabaya. (more…)