PT Palindo Marine Luncurkan Kapal BHO “Ocean Going” Pesanan TNI AL, Selanjutnya Dibawa ke Jerman
|Setelah tahapan keel laying (peletakan lunas) perdana kapal BHO (Bantu Hidro Oceganografi) Ocean Going pesanan Kementerian Pertahanan untuk Pushidrosal TNI AL pada 14 Desember 2023, maka pada hari Selasa, 24 September 2024, galangan swasta nasional PT Palindo Marine di Batam, secara resmi meluncurkan kapal BHO dalam sebuah upacara yang dihadiri pejabat Kementerian Pertahanan RI.
Program pembangunan kapal BHO merupakan kerja sama antara Kementerian Pertahanan dengan Abeking & Rassmusen, Jerman. Kontrak pembangunan kapal BHO (Ocean Going) dilaksanakan oleh Abening & Rasmussen, sedangkan pembangunan platformnya dilakukan oleh PT Palindo Marine melalui program offset agreement antara Abeking & Rasmussen dengan Ditjen Pothan Kemhan.
Dalam sambutan Kabaranahan Kemhan, Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari yang dibacakan oleh Staf Ahli Menhan Bidang Ekonomi disampaikan, bahwa kontrak pembangunan kapal BHO ini merupakan wujud kontribusi Kementerian Pertahanan dalam mendukung kemandirian industri pertahanan dalam negeri.
“Setelah kegiatan launching ceremony ini kapal BHO (Ocean Going) akan menuju dibawa ke Jerman menggunakan transporter untuk menyelesaikan pemasangan seluruh peralatan oceanografi di galangan Abeking & Rasmussen,” kata Kabaranahan Kemhan. Kapal BHO memiliki fungsi utama untuk melaksanakan survei dan pemetaan di pesisir pantai, laut dangkal, hingga samudera.
Tentang Abeking & Rasmussen, manufaktur asal Jerman ini adalah peraih kontrak pembangunan dua unit kapal pemburu/sapu ranjau – Mine Countermeasures Vessels (MCMV) Frankenthal Class pesanan Kemhan untuk TNI AL – KRI Pulau Fani 731 dan KRI Pulau Fanildo 732.
Kapal BHO Ocean Going terbaru menjadi proyek berdurasi tiga tahun yang dimulai sejak Januari 2023 hingga Desember 2025. Tahapan proyek Kapal BHO Ocean Going mencakup berbagai kegiatan dan tahapan, seperti Main Ships Design Plan Review, Starting of Steel Cutting, Keel Laying, Launching, Ship Naming, Commissioning, Harbour Acceptance Test, Sea Acceptance Test, Crew Training, dan diakhiri penyerahan kepada pihak Kemhan RI di akhir 2025.
Kapal BHO Ocean Going memiliki panjang 105 meter, lebar 17,4 meter dan draft kapal 4,5 meter, serta kapasita mencapai 90 kru dan kecepatan 16 knot.
Bila merujuk pada spesifikasi yang dibutuhkan TNI AL, kapal hidro-oseanografi berukuran besar yang mampu mengarung di perairan samudra (ocean-going hydrographic vessel) memang diperlukan, tapi fungsinya akan digabungkan sebagai kapal penyelamat kapal selam yang membawa Submarine Rescue Vehicle System (SRVS). (Gilang Perdana)
Tampilan ‘Mothership’ TNI AL – Kapal Induk Khusus Pembawa Submarine Rescue Vehicle System SRV-F Mk.3
Peran A&R konsultan..😄
Proyek ini unik 🤷🏻
Main kontraktor nya A&R, desain kapalnya dari Fassmer-Jerman, subkon konstruksi kapalnya di Batam, trus peralatan sensor, submarine rescue, dan sensor roboticnya dari bbrp produsen lain spt Norwegia Dan Inggris…..crane, deck helikopternya mungkin juga dr vendor yg berbeda
Lantas peran A&R sendiri dalam hal apa ya 🤔
KALO PLATFORM KAPAL NYA SIH MENURUT KU HASIL DESAIN FASSMER-JERMAN (MUNGKIN DARI BASIS DESAIN OPV-2000)……BUKAN A&R 🤔
Disamping itu “dynamic PROPULSOR” terbuat dari bahan komposit yg diproduksi by order ….jadi nggak di stok nih barang, makane butuh skill khusus dan sudah punya lisensi utk meng-handling, install dan uji fungsi propeller ini, sekaligus mengurangi resiko misshandling saat ditransport jarak jauh.
Lebih dari itu ….siapa sih yg nggak mau perputaran duitnya ngucur di negara dia 😀
TANYA KENAPA……😆😆😆
SOALE KAPAL INI BELUM DIPASANG PROPULSINYA ☝️
NANTI DIJERMAN BARU DIINSTAL “DYNAMIC PROPULSION”…..ENTAH BUATAN VOITH-SCHENEIDER ATAU MEREK LAINNYA, TAPI YT PASTI GALANGAN DALAM NEGRI BLM ADA YG BERPENGALAMAN MENGINSTAL SEKALIGUS UJI FUNGSI TIPE PROPELER INI 🤷🏻
Kalo soal menginstal segala peralatan robotic nya mah mudah wong sifatnya modular dan palletizing
Ribet amat y…kapal dibawa ke Jerman buat dipasang sensor disana dah selesai dibawa lg ke Indo…kenapa ga dipasang di Indo aja..apa karna rahasia perusahaan jd pasang sensornya di Jerman..🤔
Wah, kenapa perakitannya tidak dilakukan di Indonesia ya?