Jerman ‘Kloning’ Shahed-136: Drone Kamikaze Anubis Berbasis AI Siap Beraksi di Medan Tempur Ukraina

Langkah strategis diambil oleh Jerman dalam memperkuat kapabilitas tempur Ukraina sekaligus memperkokoh pertahanan NATO melalui kehadiran drone kamikaze terbaru bernama Anubis. Proyek ini merupakan hasil kerja sama joint venture antara perusahaan teknologi Jerman, Auterion, dan manufaktur drone Ukraina, Airlogix.
Dalam sebuah demonstrasi yang dihadiri langsung oleh otoritas tertinggi Jerman, drone Anubis menarik perhatian besar karena mengusung desain sayap delta (delta-wing) yang sangat identik dengan drone kamikaze ikonik asal Iran, Shahed-136. Langkah ini menandakan pergeseran doktrin militer Jerman yang kini mulai merangkul produksi massal drone otonom berbiaya rendah namun memiliki efektivitas serangan jarak jauh yang mematikan.
Secara teknis, Anubis dirancang untuk menjadi versi cerdas dari platform “Shahed” yang selama ini dikenal dunia. Berbeda dengan pendahulunya yang mengandalkan navigasi satelit standar yang rentan terhadap gangguan jamming, Anubis dibekali dengan sistem navigasi otonom berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan oleh Auterion.
Teknologi tersebut memungkinkan drone untuk terbang tanpa ketergantungan pada GPS (GPS-independent) dengan memanfaatkan pengenalan medan secara visual atau vision-based navigation. Kemampuan ini membuat Anubis sangat sulit untuk dilumpuhkan oleh sistem peperangan elektronik (electronic warfare) lawan, sehingga probabilitas target untuk dihancurkan menjadi jauh lebih tinggi meskipun berada di lingkungan yang terproteksi ketat.
🇩🇪🇺🇦 In Germany, strike drones Anubis and Seth-X with combat artificial intelligence will be produced for Ukraine. pic.twitter.com/MxGNzhiRkH
— Slava 🇺🇦 (@Heroiam_Slava) April 15, 2026
Spesifikasi Anubis mencerminkan perpaduan antara desain aerodinamis yang efisien dan muatan teknologi tinggi. Mengusung tata letak sayap delta, drone ini mampu menempuh jarak ratusan kilometer dengan stabilitas terbang yang tinggi. Anubis dirancang untuk membawa hulu ledak yang cukup kuat guna menghancurkan instalasi militer, gudang amunisi, hingga kendaraan lapis baja.
Selain kemampuan terbang mandiri, drone ini juga dilengkapi dengan algoritma terminal homing berbasis AI, yang memungkinkannya untuk mengenali dan mengunci target secara otomatis pada fase akhir serangan tanpa memerlukan intervensi operator manusia. Hal ini menjadikannya senjata “fire-and-forget” yang sesungguhnya di medan tempur modern yang semakin terdigitalisasi.
Semua Akan ‘Shahed’ Pada Waktunya: STM Turki Uji Terbang Drone Kamikaze Jarak Jauh Sayap Delta
Keseriusan Jerman dalam proyek ini dibuktikan dengan pesanan ribuan unit drone Anubis dan varian pendukungnya, Seth X, untuk segera dikirimkan ke medan laga di Ukraina. Inisiatif ini bukan sekadar bantuan militer, melainkan sebuah langkah awal bagi NATO untuk memiliki ekosistem produksi massal drone kamikaze yang mandiri dari ketergantungan teknologi luar.
Dengan menggabungkan pengalaman tempur nyata Ukraina dan keunggulan rekayasa perangkat keras Jerman, Anubis kini siap menjadi standar baru dalam peperangan asimetris di Eropa, membuktikan bahwa “otak” kecerdasan buatan adalah kunci untuk mengubah desain sederhana ala Shahed menjadi senjata presisi yang tak terhentikan. (Gilang Perdana)
Ambisi Shahed India: Drone Divyastra-MK2 Mulai Uji Taxi, Jangkauan Tembus 2.000 KM



“FOMO” Shahed yang sayang jika dilewatkan 👍😅