AS Pelajari Kemungkinan MiG-29 Fulcrum Mampu Meluncurkan Rudal AIM-120 AMRAAM

Lantaran masih ragu untuk mengirimkan jet tempurnya ke Ukraina, maka Amerika Serikat terus berusaha mengoptimalkan kemampuan dari jet tempur Angkatan Udara Ukraina yang masih tersisa. Setelah sukses mengintegrasikan rudal udara ke permukaan (rudal anti radiasi) AGM-88 HARM (High speed Anti-Radiation Missile) dengan jet tempur MiG-29 Fulcrum, kini AS tengah mempertimbangkan kemungkinan MiG-29 untuk bisa meluncurkan rudal udara ke udara jarak menengah Raytheon AIM-120 AMRAAM.

Baca juga: Setelah MiG-29, Kini Giliran Jet Tempur Sukhoi Su-27 Ukraina Bisa Membawa Rudal Anti Radiasi AGM-88 HARM

Dikutip dari politico.com (7/3/2023), disebutkan militer AS sedang mempelajari kemungkinan mengintegrasikan rudal udara ke udara canggih Barat dengan jet tempur era Soviet milik Ukraina. Khususnya, para pejabat pertahanan di Washington sedang menyelidiki apakah rudal AIM-120 AMRAAM (Advanced Medium Range Air-to-Air Missile), yang dirancang untuk ditembakkan dari jet tempur Barat seperti F-16 Fighting Falcon, dapat dipasang pada MiG-29 Ukraina yang ada.

Jika pekerjaan itu berhasil, maka akan menjadi pertama kalinya bagi AS memberi pesawat Ukraina kemampuan untuk menembakkan rudal udara ke udara.

Wikimedia Commons – MSGT PAT NUGENT (PD)

Meski secara teori integrasi antara rudal AIM-120 AMRAAM dan MiG-29 Fulcrum bisa dilakukan, namun itu jelas bukan pekerjaan mudah. Ada sejumlah tantangan, terutama mengenai konektivitas antara sistem rudal dan radar pesawat tempur.

AIM-120 AMRAAM adalah rudal udara ke udara jarak menengah. Dengan harga per unitnya yang sangat mahal, beberapa varian mencapai $1 juta per unit dan memiliki jangkauan peluncuran maksimum 180 km (AIM-120D). Belum diketahui, varian mana yang mungkin akan diuji cobakan ke MiG-29.

Keinginan untuk mengintegrasikan AIM-120 AMRAAM pada MiG-29 terkait dengan keengganan negara-negara barat untuk mengirimkan pesawat tempur ke Ukraina.

AIM-120 AMRAAM masuk kategori beyond-visual-range air-to-air missile (BVRAAM). Dengan kecepatan Mach 4, AIM-120 bisa melesat antara 70 – 125 km. Sebagai rudal andalan AS, NATO dan neraga-negara sekutunya, jelas tak sembarang negara bisa dikabulkan senat AS untuk bisa membeli AMRAAM.

Sementara bicara tentang radar pada MiG-29 Fulcrum, maka ada beberapa jenis radar untuk mendukung tugasnya dalam pertempuran udara. Beberapa jenis radar yang digunakan pada MiG-29 Fulcrum antara lain:

– N019 “Sapphire”
Jenis radar multi-mode yang digunakan untuk mendeteksi target udara dan permukaan, serta menentukan jarak dan arah target. Radar ini juga dapat digunakan untuk mengarahkan rudal udara ke udara dan udara ke permukaan.

– N010 “Zhuk”
Jenis radar multi-mode dengan kemampuan pencarian dan penargetan udara ke udara dan udara-ke-permukaan. Radar ini dapat mendeteksi dan melacak target hingga jarak 65 km dan mengirimkan informasi ke sistem kendali senjata.

– N019ME
Versi upgrade dari radar N019 Sapphire dengan jangkauan yang lebih jauh dan kemampuan untuk mendeteksi target dengan karakter stealth.

Baca juga: Sebuah Anomali, Jet Tempur MiG-29 Ukraina Jatuh Akibat Drone Kamikaze Shaded-136

– N019M1-M2
Varian radar N019 Sapphire yang ditingkatkan dengan kemampuan pemrosesan sinyal yang lebih baik, sehingga dapat mendeteksi target stealth dan membedakan antara target udara dan permukaan.

Pilihan radar yang digunakan pada MiG-29 Fulcrum tergantung pada varian yang digunakan dan peran yang diemban oleh pesawat tersebut.

5 Comments