
Gelaran World Defense Show 2026 di Riyadh, menjadi panggung bagi Rusia untuk memamerkan taringnya dalam inovasi persenjataan modern. Salah satu yang mencuri perhatian adalah pengenalan jenis amunisi baru untuk kanon legendaris 30 mm 2A42. (more…)

Gelaran World Defense Show 2026 di Riyadh, menjadi panggung bagi Rusia untuk memamerkan taringnya dalam inovasi persenjataan modern. Salah satu yang mencuri perhatian adalah pengenalan jenis amunisi baru untuk kanon legendaris 30 mm 2A42. (more…)

Dunia persenjataan nirawak kembali disuguhkan inovasi radikal melalui kolaborasi strategis antara raksasa pertahanan Eropa, MBDA, dengan perusahaan desain inovatif asal Perancis, FLY-R. Keduanya memperkenalkan RD-120 Raijin, sebuah munisi loitering (drone kamikaze) yang mengusung arsitektur sayap belah ketupat (rhomboidal wing). (more…)

Gelaran Singapore Airshow 2026 (3 – 8 Februari 2026) menjadi panggung pembuktian bagi ST Engineering bahwa Singapura kini menjadi pemain kunci dalam inovasi senjata otonom. Melalui perkenalan EagleStrike, Singapura secara resmi memasuki pasar munisi loitering atau drone kamikaze yang kini tengah menjadi primadona di berbagai konflik global. (more…)

Pemanfaatan teknologi satelit Starlink dalam konflik modern telah menciptakan babak baru dalam perang asimetris, namun sekaligus menghadirkan dilema etis dan politis bagi SpaceX sebagai penyedianya. Kabar terbaru mengonfirmasi bahwa perusahaan milik Elon Musk tersebut secara resmi mulai melumpuhkan terminal Starlink yang terpasang pada drone kamikaze Rusia, seperti varian BM-35 dan “Molniya”. (more…)

Dinamika medan perang di Ukraina telah melahirkan urgensi baru dalam arsitektur pertahanan udara global. Munculnya ancaman drone kamikaze murah seperti seri Shahed-136 dari Iran atau Geran Rusia telah menciptakan dilema ekonomi bagi negara-negara Barat; menggunakan rudal pertahanan udara yang sangat mahal untuk mencegat target yang harganya jauh lebih murah dianggap sebagai strategi yang tidak berkelanjutan. (more…)

Industri pertahanan Inggris baru saja mencatatkan langkah strategis melalui peluncuran “Hammer,” sebuah drone serbu jarak jauh yang dikembangkan oleh Edinburgh Drone Company (EDC). Kehadiran teknologi ini menyiratkan pesan kuat bahwa Inggris kini resmi memasuki arena persaingan drone kamikaze atau amunisi pintar (loitering munition), mengikuti jejak langkah Jerman dan Perancis. (more…)

Peta persaingan teknologi drone di pasar global kembali dikejutkan dengan pengumuman terbaru dari Perancis. Mengikuti jejak Amerika Serikat yang meluncurkan sistem LUCAS, raksasa otomotif Perancis, Renault, secara resmi memasuki industri pertahanan dengan memulai produksi drone kamikaze jarak jauh yang dinamakan “Chorus”. (more…)

Lanskap peperangan modern sedang mengalami pergeseran tektonik menuju otomatisasi. Hal ini ditegaskan oleh proyeksi terbaru dari Rosoboronexport, eksportir senjata Rusia, yang memprediksi ledakan permintaan global untuk drone kamikaze dalam dekade ini. (more…)

Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) telah mengambil langkah strategis untuk memodernisasi kekuatan tempur tingkat regu dengan menggandeng perusahaan teknologi pertahanan Anduril Industries. Melalui kontrak senilai US$23,9 juta, Anduril akan melengkapi personel Marinir dengan Bolt-M, sebuah amunisi loitering (drone kamikaze) canggih yang dirancang untuk dibawa di dalam tas punggung (man-packable). (more…)

Memasuki awal tahun 2026, Rusia dilaporkan tengah mempercepat proyek ambisius dalam teknologi drone (UAV) dengan memperkenalkan Geran-5. Berbeda total dengan seri Geran 2 yang lambat, Geran-5 merupakan hasil adaptasi langsung dari drone Karrar milik Iran yang bermesin jet. (more…)