Update Krisis IranKlik di Atas

KRI Prabu Siliwangi 321 Uji Tembak Perdana Leonardo Otobreda 127/64, Meriam Terbesar TNI AL!

Setelah sebelumnya sukses melaksanakan penembakan perdana meriam Leonardo Strales Sovraponte 76/62, fregat KRI Prabu Siliwangi 321 dalam rangkaian pelayaran sea going terakhir sebelum bertolak menuju Indonesia, melaksanakan uji tembak perdana meriam Leonardo Otobreda 127 mm, yang merupakan meriam utama dan terdapat di anjungan kapal kombatan serbaguna PPA (Pattugliatore Polivalente d’Altura) class TNI AL.

Baca juga: KRI Prabu Siliwangi 321 Uji Tembak Perdana Meriam Leonardo Strales Sovraponte 76/62

Pencapaian tersebut menandai pertama kalinya kapal perang TNI AL mengoperasikan meriam dengan kategori Large Caliber Gun (kaliber di atas 120 mm) secara operasional, setelah sebelumnya senjata sekelas pernah dioperasikan pada korvet Fatahillah class yang menggunakan meriam Bofors 120 mm pada haluan.

Structural firing meriam 127 mm dilaksanakan untuk memastikan kekuatan dan respons struktur kapal terhadap beban serta getaran akibat tembakan, sekaligus memverifikasi kesiapan sistem senjata dari aspek mekanis, elektrikal, dan keselamatan. Seluruh tahapan kegiatan dilaksanakan secara profesional dengan menerapkan prosedur keselamatan yang ketat serta melibatkan personel sesuai fungsi dan tanggung jawab masing-masing.

Keberhasilan penembakan perdana meriam 127 mm menjadi bukti kesiapan KRI Prabu Siliwangi 321 sebagai salah satu unsur tempur modern TNI AL, sekaligus mencerminkan profesionalisme prajurit Jalasena dalam mengoperasikan sistem persenjataan utama secara aman, terukur, dan andal.

Indonesia adalah operator perdana meriam Otobreda 127/64 di Asia Tenggara, pasalnya belum ada kapal kombatan milik negara di Asia Tenggara yang dipasangi meriam ini. Otobreda 127/64 seperti halnya Oto Melara 76 mm, adalah meriam reaksi cepat (rapid fire gun) yang dirancang untuk dipasang pada kapal perang bertonase besar dan sedang.

Meriam ini juga memiliki versi untuk pertahanan pantai (coastal defense), yang ditujukan untuk tembakan permukaan dan dukungan tembakan angkatan laut sebagai peran utama dan tembakan anti-pesawat sebagai peran sekunder.

Leonardo (Otobreda) 127/64: Jadi Meriam dengan Kaliber Terbesar di Armada Kapal Perang TNI AL

Meriam ini dapat menembakkan semua amunisi standar 127 mm (5 inci) termasuk amunisi berpemandu jarak jauh Vulcano. Oleh karena itu, secara resmi diberi merek sebagai OTO 127/64 LW – VULCANO System oleh Leonardo untuk tujuan pemasaran.

Dengan modular automatic feeding magasin memungkinkan penembakan hingga empat jenis amunisi berbeda dan dapat langsung dipilih; magasin (empat drum, masing-masing dengan satu peluru siap ditembakkan dan 13 amunisi lainnya disimpan) dapat diisi ulang saat dudukannya beroperasi.

Meriam Otobreda 127/64 dirancang pada tahun 2005 dan mulai diproduksi pada tahun 2012. Berat modul meriam mencapai 33 ton dan panjang laras 8,1 meter. Bobot tiap amunisi 127x835mmR ada di rentang 29 – 31 kg. Meriam kaliber 127 mm ini dapat menembekkan 32 proyektil setiap menitnya. Kecepatan luncur proyektil mencapai 808 meter per detik, sementara untuk jarak tembak efektif 30 km Vulcano system dan jarak tembak maksimum sampai 120 km.

Sistem manipulator amunisi tersedia untuk mengangkut proyektil dan bahan bakar dari gudang amunisi utama ke magasin pengisian, yang secara otomatis diisi ulang. Aliran amunisi bersifat reversibel. Peluru dapat dikeluarkan secara otomatis dari meriam. Antarmuka digital dan analog tersedia untuk menghubungkan ke combat management system (CMS) kapal.

Selain OPV Thaon di Revel class, beberapa kapal perang yang telah dipasangi meriam Otobreda 127/64 seperti frigat FREMM Bargamini class (Italia), frigat De Zeven Provinciën class (Belanda), frigat Baden-Württemberg-class (Jerman) dan frigat F126 class (Jerman). (Gilang Perdana)

OTO-Melara/Oerlikon KBA 25mm – Kanon PSU di fregat KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321

 

One Comment