Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Meski Digempur AS dan Israel, Intelijen AS Akui Iran Masih Simpan 40 Persen Stok Drone Kamikaze

Sebuah laporan terbaru dari intelijen Amerika Serikat yang dirilis oleh The New York Times mengungkap fakta mengejutkan mengenai efektivitas serangan udara terhadap infrastruktur militer Teheran. Di saat koalisi AS dan Israel mengklaim telah mendegradasi kekuatan lawan secara masif, data intelijen justru menunjukkan bahwa Iran masih mempertahankan sekitar 40 persen dari total stok drone penyerang jarak jauh mereka yang ada sebelum perang.

Baca juga: Rahasia Logistik Iran: Produksi Drone Kamikaze Melonjak 10 Kali Lipat Pasca Perang Juni 2025

Tidak hanya itu, Teheran dilaporkan masih menguasai sekitar 60 persen dari peluncur rudal balistik dan jelajahnya, sebuah angka yang membuktikan bahwa tulang punggung kekuatan serangan asimetris Iran masih jauh dari kata lumpuh.

Ketangguhan arsenal Iran ini rupanya berkaitan erat dengan strategi “benteng bawah tanah” yang mereka terapkan selama bertahun-tahun. Sejak gencatan senjata dua minggu dimulai pada 8 April lalu, otoritas militer Iran dilaporkan telah berhasil mengevakuasi lebih dari 100 sistem persenjataan yang sebelumnya terkubur di dalam gua-gua dan bunker rahasia.

Langkah tersebut dilakukan untuk memulihkan kesiapan tempur mereka setelah berminggu-minggu menjadi target serangan udara presisi. Para pejabat militer AS mengakui bahwa jaringan bunker yang sangat dalam dan tersebar luas telah menjadi kunci utama mengapa kekuatan pemukul Iran tetap eksis meski basis-basis permukaannya hancur.

Laporan intelijen juga memberikan estimasi yang cukup mengkhawatirkan bagi kalkulasi pertahanan Barat, di mana Iran diprediksi mampu memulihkan hingga 70 persen dari total arsenal rudal mereka. Pemulihan ini dilakukan dengan cara menggali kembali sistem-sistem yang tertimbun puing-puing akibat serangan pada depot dan gudang penyimpanan bawah tanah. Kemampuan untuk melakukan recovery alutsista di tengah reruntuhan ini menunjukkan bahwa infrastruktur logistik Iran dirancang untuk bertahan dalam skenario perang atrisi yang paling ekstrem sekalipun.

Data intelijen ini sekaligus memberikan konteks nyata di balik klaim Iran mengenai peningkatan produksi drone hingga sepuluh kali lipat pasca konflik Juni 2025. Dengan sisa stok yang masih cukup besar ditambah kapasitas manufaktur yang kini melonjak drastis, Teheran nampaknya sedang mempersiapkan diri untuk potensi eskalasi baru dengan cadangan persenjataan yang lebih melimpah.

Bagi para pengamat militer, fenomena ini menjadi pelajaran penting mengenai batas kemampuan serangan udara dalam menghancurkan total kekuatan lawan yang mengandalkan strategi desentralisasi dan infrastruktur bawah tanah yang masif. (Gilang Perdana)

Shahed-101 Versi Elektrik: Drone Kamikaze Terbaru Iran yang Mampu Menyusup Tanpa Suara

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *