Setir Gaming Fanatec Bergaya Formula 1 Jadi Standar Kokpit MBT M1E3 Abrams

Dunia militer dan industri video game kini tidak lagi berjalan di jalur yang berbeda. Fenomena menarik muncul dalam pengembangan tank tempur utama (MBT/Main Battle Tank) terbaru Amerika Serikat, M1E3 Abrams. Salah satu fitur yang paling mencuri perhatian para pengamat militer dan komunitas teknologi adalah desain kemudinya yang meninggalkan bentuk setir tradisional.
Baca juga: MBT M1E3 Abrams: Evolusi Radikal di Ambang Pintu Kavaleri Angkatan Darat AS
Pada unit-unit pengujian terbaru di tahun 2025 dan 2026, kokpit pengemudi tank ini terlihat sangat identik dengan setup sim racing profesional, menggunakan teknologi kendali dari merek ternama dunia gaming, Fanatec.
Pemandangan unik ini pertama kali menjadi pembicaraan hangat saat purwarupa AbramsX dipamerkan pada ajang AUSA (Association of the United States Army) Annual Meeting. Sejak saat itu, melalui serangkaian pengujian intensif hingga awal 2026, General Dynamics Land Systems (GDLS) mengonfirmasi bahwa filosofi desain ergonomis dari Fanatec ClubSport Steering Wheel Formula memang diadaptasi untuk platform M1E3. Keputusan ini diambil untuk menggantikan tuas kendali atau setir “T-bar” lama yang dianggap terlalu kaku dan tidak efisien untuk mengoperasikan sistem tank yang kini sepenuhnya digital.
Dengan beralih ke desain gaya Formula 1 yang ergonomis, pengemudi M1E3 kini memiliki akses instan ke puluhan tombol, thumbstick, dan trigger hanya dengan gerakan jempol. Hal ini memungkinkan mereka mengoperasikan sistem navigasi, beralih ke kamera 360 derajat, hingga mengatur transmisi tanpa harus sedetik pun melepaskan tangan dari kemudi—sebuah efisiensi yang sangat krusial dalam situasi pertempuran yang intens.

Fenomena ini mencerminkan strategi militer modern Commercial Off-The-Shelf (COTS), di mana militer mengambil teknologi komersial yang sudah matang dan teruji di pasar daripada menghabiskan biaya jutaan dolar untuk riset dari nol.
Perangkat keras high-end seperti milik Fanatec dipilih karena materialnya yang menggunakan serat karbon dan logam yang ringan namun sangat kuat. Selain itu, teknologi haptic feedback yang ditawarkan memungkinkan pengemudi “merasakan” tekstur medan jalan melalui getaran pada setir, meskipun kendali tersebut sepenuhnya berbasis elektronik (drive-by-wire).

The M1E3 Abrams uses a Fanatec gaming controller as the driver’s control device. https://t.co/xiZOlusI1u pic.twitter.com/5S9UhQ0j7T
— 𝔗𝔥𝔢 𝕯𝔢𝔞𝔡 𝕯𝔦𝔰𝔱𝔯𝔦𝔠𝔱△ 🇬🇪🇺🇦🇺🇲🇬🇷 (@TheDeadDistrict) January 15, 2026
Faktor demografis juga berperan penting; Angkatan Darat AS menyadari bahwa generasi prajurit saat ini tumbuh besar dengan pengontrol konsol dan simulasi PC, sehingga waktu pelatihan dapat dipangkas karena antarmuka ini sudah sangat intuitif di tangan mereka.
Meskipun perangkat ini telah melalui proses “militerisasi” agar sesuai dengan standar MIL-SPEC (tahan suhu ekstrem, guncangan ledakan, dan gangguan elektromagnetik), desain dasarnya tetap mempertahankan jiwa dari dunia gaming: cepat, responsif, dan ergonomis.
Transformasi kokpit M1E3 Abrams ini menjadi bukti nyata bahwa batas antara simulasi dan realitas di medan tempur modern semakin menipis, di mana kemahiran dalam video game kini benar-benar memiliki aplikasi praktis dalam mengoperasikan mesin perang paling mematikan di dunia. (Bayu Pamungkas)
M1E3 Abrams: Kelahiran Kembali Sang Raksasa untuk Era Perang Digital



Nyetir tank berasa main simulator 👍😅