Terma Pasok C-Series Combat Suite untuk Empat Unit KCR-60M (Sampari Class)

KRI Tombak 629

Setelah sukses memasok radar dua dimensi SCANTER 4100 di korvet KRI Fatahillah 361, dan radar SCANTER 6000 untuk kapal patroli KPLP (Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai Indonesia). Terma, perusahaan penyedia solusi pertahanan dan antariksa asal Denmark, diwartakan kembali mendapatkan order dari Kementerian Pertahanan RI. Kali ini Terma mendapat kepercayaan untuk memasok C-Series Combat Suite untuk empat kapal perang KCR (Kapal Cepat Rudal)/KCR-60M atau KCR Sampari Class produksi PT PAL.

Baca juga: Terma SCANTER 6000 – Radar Intai dan Navigasi Kapal Patroli KPLP Kemenhub RI

Dilansir dari sharpmedia.com (15/5), kabar pengadaan ini pertama kali disebutkan pihak Terma dalam ajang Pameran Pertahanan dan Maritim IMDEX 2019 yang berlangsung di Singapura. Jens Maaloe, president and CEO, Terma Group menyebutkan, bahwa ini pertama kalinya Terma mendapatkan kontrak pengadaan terbesar dan komplit untuk solusi di kapal perang Indonesia. Terma disebutkan akan mengadakan pertemuan lebih lanjut dengan tim pemimpin senior dari Indonesia untuk memperluas kolaborasi lebih lanjut pada kela  kapal lainnya.

Berbeda dengan proyek di KRI Fatahillah 361 yang hanya mencakup radar. C-Series Combat Suite yang akan diakuisisi TNI AL mencakup mencakup beberapa elemen, mulai dari C-Flex combat management system (CMS), SCANTER 4603 X-band radar, C-Guard decoy launching system, dan C-Fire electro-optical fire control system.  

KRI Sampari 628

Rincian keempat kapal yang akan mendapat upgrade dengan C-Series Combat Suite adalah KRI Sampari 628, KRI Tombak 629, KRI Halasan 630, dan KRI Kerambit 627. Khusus untuk KRI Sampari 628 dan KRI Tombak 629 saat ini statusnya tengah ‘diperdebatkan’ sebagai KCR, pasalnya posisi (dudukan) peluncur rudal anti kapal C-705 di kedua kapal tersebut telah dilepas, dan digantikan dengan instalasi kanon reaksi cepat (CIWS) NG-18 buatan Norinco, Cina.

KRI Sampari 628 setelah selesai di modernisasi, nampak terpasang kanon NG-18 dan tidak terlihat peluncur rudal C-705 (digantikan posisi RHIB).

Baca juga: Terma SCANTER 4100 – Radar Intai Terbaru Untuk KRI Fatahillah 361

Tentang sudah terpasangnya sistem senjata buatan Cina di kedua KCR-60M, pihak Terma menyebut C-Series Combat Suite dapat di setting agar mampu bersinergi dengan senjata tersebut. Terkait ToT (Transfer of Technology), Jens Maaloe mengatakan pihaknya selama ini telah menjalin kerja sama dengan mitra lokal untuk pengembangan CMS dengan basis  C-Series Combat Suite. (Gilang Perdana)

6 Comments