Perusahaan Jerman Perkenalkan SCILT: Anti Drone Active Protection System dengan Amunisi Shotgun

Di medan tempur Ukraina, drone bukan lagi sekadar alat pengintai, melainkan senjata utama yang mampu melumpuhkan Main Battle Tank (MBT) paling canggih sekalipun. Menjawab tantangan tersebut, perusahaan pertahanan asal Jerman, Mehler Protection, baru saja memperkenalkan SCILT—sebuah sistem perlindungan aktif (Active Protection System/APS) pertama di dunia yang dirancang secara eksklusif untuk mencegat ancaman drone kamikaze.
Peluncuran SCILT menjadi tonggak sejarah karena sistem ini lahir dari urgensi pengalaman perang nyata. Saat ini, perlindungan kendaraan dari serangan drone kamikaze dan amunisi loitering telah menjadi prioritas tertinggi, mengingat drone telah menjadi komponen integral yang memastikan efektivitas sebagian besar serangan di garis depan.
Berbeda dengan sistem perlindungan aktif (APS) konvensional yang dirancang untuk menghalau rudal/roket anti tank (ATGM) berkecepatan tinggi dengan biaya jutaan dolar, maka SCILT hadir dengan filosofi yang jauh lebih praktis. Mehler Protection merancang sistem ini agar sederhana, terjangkau, dan yang terpenting mudah diproduksi secara massal.
🇩🇪 Германската отбранителна компания Mehler Protection представи SCILT – първата в света система за активна защита (APS), проектирана изключително за прехващане на безпилотни летателни апарати (БЛА).
Според репортаж на Defense Express от 24 февруари, системата е специално… pic.twitter.com/FlzehzfH9j
— Frontline Monitor (@FrontlineMntr) February 25, 2026
Kesederhanaan desain ini menjadi kunci bagi negara seperti Ukraina. Sistem perlindungan militer saat ini sering kali terlalu kompleks dan mahal untuk dipasang di setiap kendaraan. SCILT mendobrak batasan tersebut dengan menawarkan solusi “low-cost” yang tetap mematikan bagi drone lawan, sehingga memungkinkannya untuk dipasang secara luas, mulai dari truk logistik hingga kendaraan lapis baja ringan.
Secara teknis, SCILT dioptimalkan khusus untuk mendeteksi dan menetralisir target kecil yang bergerak relatif lambat namun lincah, seperti drone FPV (First Person View). Sensor pada sistem ini mampu membedakan ancaman drone dari gangguan lingkungan lainnya, memberikan waktu reaksi yang instan bagi unit pertahanan kendaraan.

Begitu drone kamikaze atau amunisi loitering terdeteksi dalam radius bahaya, SCILT akan meluncurkan mekanisme pencegatan kinetik yang menghancurkan drone tersebut sebelum sempat menyentuh badan kendaraan. Pendekatan ini jauh lebih efektif dibandingkan penggunaan modifikasi darurat seperti “sangkar besi” (cope cages) atau jaring tambahan yang sering kali gagal menahan hulu ledak modern.
Mekanisme pencegatan kinketik yang dimaksud adalah dengan memanfaatkan amunisi shotgun standar kaliber 12 (12-gauge). Penggunaan peluru shotgun memungkinkan sistem untuk menciptakan “awan fragmen” yang sangat efektif dalam menghancurkan struktur drone FPV yang rapuh. Dengan memanfaatkan komponen standar yang tersedia luas di pasaran, Mehler Protection berhasil menciptakan perisai yang sangat mematikan namun tetap terjangkau.

Begitu sensor kamera mendeteksi ancaman drone yang mendekat dalam radius bahaya, sistem akan secara otomatis meluncurkan tembakan shotgun yang presisi untuk menghancurkan drone tersebut sebelum sempat meledak mengenai badan kendaraan.
SCILT Memiliki desain yang ringkas sehingga mudah diintegrasikan (field-retrofittable) ke berbagai platform kendaraan yang sudah beroperasi dan sistem proteksi ini dirancang untuk menghadapi lingkungan peperangan intensitas tinggi di mana serangan drone terjadi terus-menerus.
Lawan Drone Kecil, Militer AS Siagakan 14.000 Shotgun Mossberg 590A1 di Garis Depan
Kehadiran SCILT menandai era baru di mana kendaraan militer tidak lagi hanya mengandalkan ketebalan baja atau perlindungan pasif. Mehler Protection membuktikan bahwa solusi untuk ancaman teknologi tinggi dari drone kamikaze tidak selalu harus berupa perangkat yang sangat rumit, melainkan perangkat yang cerdas, adaptif, dan ekonomis.
Bagi militer di seluruh dunia, SCILT bukan sekadar produk baru, melainkan jawaban atas evolusi ancaman di masa depan. Dengan sistem ini, angka kelangsungan hidup (survivability) kendaraan tempur dan nyawa personel di garis depan diharapkan dapat meningkat secara signifikan di tengah hujan drone yang kian tak terelakkan. (Gilang Perdana)
Angkatan Darat Venezuela Pasang Kanon eks Jet Tempur F-5 di Ranpur Lapis Baja ‘Anti Drone’


