Rheinmetall Pasok Ribuan Drone Kamikaze FV-014 untuk Militer Jerman dan Potensi Pengiriman ke Ukraina

Raksasa pertahanan Jerman, Rheinmetall, semakin menancapkan kuku di segmen teknologi nirawak lewat kontrak prestisius. Rheinmetall baru saja menerima pesanan dari angkatan bersenjata Jerman (Bundeswehr) untuk pengadaan loitering munition (drone kamikaze) FV-014.
Kontrak awal ini bernilai fantastis, yakni sekitar €300 juta, yang merupakan bagian dari kesepakatan kerangka kerja lebih luas dengan potensi nilai mencapai miliaran Euro di masa depan.
Meski jumlah unit tidak dirinci secara resmi, dengan estimasi harga per unit mencapai €120.000, pesanan awal ini diprediksi mencakup sekitar 2.500 unit drone. Pengadaan FV-014 ini adalah bagian dari rencana besar Bundeswehr untuk membentuk enam baterai drone serang pada tahun 2029. Selain FV-014, Jerman juga mengadopsi dua jenis loitering munition lainnya, yakni HX-2 dari Helsing dan Virtus dari STARK, untuk memperkuat doktrin peperangan asimetris mereka.
FV-014 bukan sekadar drone intai, melainkan amunisi presisi dengan spesifikasi yang menggetarkan. Dengan bobot lepas landas sekitar 20 kg, drone ini dirancang untuk menghantam target pada jarak hingga 100 km. FV-014 mampu bertahan di udara (loitering) selama 70 menit untuk mencari target secara mandiri.
Untuk urusan daya hancur, FV-014 dibekali hulu ledak high-explosive dual-purpose seberat 4 hingga 5 kg yang mampu menembus lapisan lapis baja maupun menghancurkan kerumunan infanteri.
Unveiled: New Kamikaze Drone FV-014 by Rheinmetall 🇩🇪. pic.twitter.com/T4kCNIKMV5
— DefenseTrends (@DefenseTrends) February 19, 2026
Salah satu fitur paling menonjol dari FV-014 adalah desain badan pesawatnya yang berbentuk faset (faceted fuselage), sebuah desain yang diyakini sengaja dirancang untuk meminimalkan pantulan radar (fitur stealth). Selain itu, drone ini mendukung operasi swarm (kawanan), di mana satu operator dapat mengendalikan beberapa drone sekaligus. Hebatnya lagi, FV-014 diklaim tetap mampu beroperasi secara akurat bahkan dalam kondisi sinyal navigasi satelit (GPS) yang terganggu atau diputus oleh lawan.

Kehadiran FV-014 tidak hanya diproyeksikan untuk kebutuhan dalam negeri Jerman. Rheinmetall secara terbuka menyatakan kesiapan mereka untuk memasok drone ini ke Ukraina, selama pendanaan yang diperlukan telah diamankan. Mengingat pengiriman untuk militer Jerman dijadwalkan mulai pada paruh pertama tahun 2027, kemungkinan besar pasokan untuk Ukraina akan mengikuti jadwal yang serupa.
Langkah ini mempertegas strategi diversifikasi produk Rheinmetall yang kini tidak lagi hanya bergantung pada kendaraan lapis baja berat. Di medan tempur Ukraina sendiri, penggunaan drone serupa seperti HX-2 oleh Batalyon Inkuisisi dari Brigade Serbu ke-59 telah membuktikan efektivitas loitering munition dalam menghancurkan alutsista lawan. (Bayu Pamungkas)
Bundeswehr Jerman Bentuk Enam Baterai Drone Kamikaze, Siap Operasi Penuh pada 2029
Related Posts
-
KRI Badau 841 dan KRI Selawaku 842 – Kapal Patroli Eks Brunei yang Pernah Dipasangi Rudal Exocet MM38
27 Comments | Jul 21, 2013 -
Angkatan Laut Turki Resmi Terima TCG Istanbul F515, Frigat Karya Anak Bangsa, Komponen 80% Lokal
1 Comment | Jan 23, 2024 -
Pantau Pergerakan Kapal Selam Cina, Sekutu AS di Asia Tenggara Bangun Pangkalan Militer di ‘Choke Point’ Selat Luzon
1 Comment | Sep 2, 2025 -
Panus R600 8×8 – Ranpur APC Amfibi Terbaru Produksi Negeri Gajah Putih
6 Comments | May 16, 2021



Muahaaal buangeeet.
Harga lebih murah Shaheed, jangkauan lebih jauh Shaheed, daya ledak lebih besar Shaheed.
Andai Drone Petir kita bisa dikembangkan jadi drone kamikaze.