Tag: Rheinmetall

Ada yang Spesial dari Kanon Rheinmetall Rh202 di KRI Barakuda 633

Di mata perompak dan penyelundup, sosok peluncur rudal anti kapal mungkin tak membuat mereka gentar, perompak yang cermat menyadari bahwa rudal anti kapal dengan harga belasan miliar tak bakalan diluncurkan untuk menghadapi sasaran dengan intensitas rendah alias low priority. Namun, sebaliknya perompak bersenjata akan berpikir dua kali untuk menghadapi kanon PSU (Penangkis Serangan Udara) yang terpasang di kapal patroli. Pasalnya jika tahapan peringatan tak diindahkan, kanon PSU yang juga garang untuk melibas sasaran di permukaan tak segan-segam untuk mengumbar proyektil, semua dilakukan demi penegakan hukum laut di teritorial NKRI. (more…)

Merespon Memanasnya Laut Cina Selatan, TNI AU Gelar Kanon Oerlikon Skyshield di Natuna

image150

Bakal ada yang berbeda dari Pangkalan Udara (Lanud) Ranai di Pulau Natuna, sebab dalam waktu dekat Lanud kelas B ini akan dilengkapi senjata kanon PSU (Penangkis Serangan Udara) paling mutakhir, Oerlikon Skyshield 35 mm Air Defence System. Karena memang masih terbilang baru, kanon buatan Rheinmetall Defence ini baru sebatas ditempatkan di Lanud Hasanuddin, Lanud Halim Perdanakusuma, dan Lanud Supadio. Yang ketiga lanud diatas masuk kategori Lanud kelas A. (more…)

Type 90/35mm: Kanon Hanud Twin Gun dari Cina, Incaran Proyek MEF II TNI

Type_90_PG99_35mm_anti-aircraft_twin-gun_China_Chinese_army_defense_industry_military_technology_010

Jagad militer negara-negara berkembang mungkin layak bersyukur dengan kreativitas industri pertahanan Cina. Negeri Tirai Bambu ini tergolong sukses menerapkan ToT (transfer of technology), lewat upaya lisensi resmi, bahkan tak sedikit juga menjiplak tanpa ijin, Cina berhasil memproduksi alutsista sejenis buatan Negara Barat dan Rusia dengan harga miring. Cina seolah menjadi jawaban atas keterbatasan kocek negara berkembang yang butuh solusi persenjataan yang sifatnya taktis. (more…)

H&K G3: Senapan Serbu Paskhas (PGT) Dalam Operasi Trikora

20110622_LANUDSJAMSUDINNOOR

Bila Korps Marinir (d/h KKO) dan Kopassus (d/h RPKAD) kondang menggunakan senapan serbu AK-47 dalam operasi Trikora. Maka, unsur pasukan komando TNI AU (d/h AURI) yakni Paskhas (d/h PGT – Pasukan Gerak Tjepat) saat itu juga punya atribut senjata yang khas, yakni battle rifle G3 kaliber 7,62 mm NATO. (more…)

Oerlikon Millenium 35 mm: Perisai Reaksi Cepat Andalan PKR Martadinata Class TNI AL

Millennium-35mm

Jika tak ada halangan, di tahun 2016 TNI AL akan kedatangan kapal perang tercanggihnya, Perusak Kawal Rudal (PKR) SIGMA Class 10514. Kini kapal sedang dalam tahap pembangunan dan perakitan di galangan Damen Schelde Naval Shipbuilding, Belanda dan PT PAL, Surabaya, dan kita berharap semua proses dapat berjalan lancar sesuai rencana, dan kemudian berlanjut ke pembangunan kapal kedua. Sebagai kapal perang tercanggih, SIGMA Class 10514 (aka – Martadinata Class) yang masuk golongan light fregate disokong aneka persenjataan terbaru di kelasnya. (more…)

BRLPZ-1 Beaver AVLB: Gelar Jembatan Taktis Darurat Untuk MBT Leopard 2A4 TNI AD

Selain keberadaan ARV (Armoured Recovery Vehicle) dan AEV (Armoured Engineer Vehicle), kedatangan armada Leopard 2A4 dan Leopard 2A4 Revolution dari Jerman juga bakal diperkuat komponen AVLB (Armoured Vehicle Launched Bridge). Dengan kontur geografis serta kondisi alam Indonesia, adanya AVLB untuk Leopard TNI AD multak diperlukan, dimana medan di Tanah Air banyak memiliki anak-anak sungai yang punya bentang 15 – 20 meter.

(more…)

Pionierpanzer 2Ri Dachs TNI AD: Armoured Engineer Vehicle dari Platform MBT Leopard

IMG_20141215_131034

Paket pembelian MBT Leopard 2A4 dan IFV Marder 1A3 dari Jerman untuk TNI AD disertai dengan pengadaan kendaraan lapis baja pendukung. Maklum yang dibeli memang di setting untuk kebutuhan dua batalyon kavaleri, maka rantis pendukung seperti ARV (Armoured Recovery Vehicle), AVLB (Armoured Vehicle Launched Bridge) hingga AEV (Armoured Engineer Vehicle) mutlak dibutuhkan guna menjamin gelar operasi Leopard dapat maksimal dalam kondisi apa pun.

(more…)

Bergepanzer 3Ri Buffalo TNI AD: Armoured Recovery Vehicle dengan Kemampuan Plus+

IMG_20141215_131013-1

Dengan bekal meriam Rheinmetall L/44 120 mm, plus bobot tempur 60 ton, menjadikan Leopard 2A4 Revolution milik TNI AD sebagai salah satu MBT (Main Battle Tank) yang paling perkasa di muka bumi. Namun, meski digadang dengan segudang kelebihan dan kecanggihan, tetap saja armada tank tempur asal Jerman ini membutuhkan wahana pendukung dalam operasional di medan tempur. Saat Leopard mengalami kerusakan berat, hingga terperosok ke parit, tentu tak bisa sembarang alat berat dapat menanganinya, untuk itulah dibutuhkan kehadiran ARV (Armoured Recovery Vehicle).

(more…)

FPB-57 Nav V TNI AL: Varian Kapal Cepat dengan Bekal Senjata dan Sensor Maksimal

KRI Todak baru2

Dari segi kecepatan, sejatinya FPB-57 tidak masuk dalam klasifikasi kapal cepat, karena kecepatan maksimum yang bisa digenjot hanya 30 knot. Namun, berkat bekal tambahan senjata yang diusungnya, beberapa FPB-57 layak ‘naik kelas’ dari armada Satrol (Satuan Kapal Patroli) menjadi kekuatan armada Satkat (Satuan Kapal Cepat). Dengan perubahan satuan, maka identitas nomer lambung pun berubah dari 8xx menjadi 6xx. (more…)